
Jl. Raya Jurang No.Km. 15, Dersaya, Kajar, Kec. Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah 59353, Indonesia
Menara Kudus menjadi destinasi dengan jumlah kunjungan tertinggi, yakni 1.913.120 pengunjung. Posisi berikutnya ditempati Makam Sunan Muria dengan 840.751 pengunjung. Selain kedua destinasi tersebut, sejumlah lokasi wisata lain yang turut menarik kunjungan wisatawan meliputi Wana Wisata Pijar Park, Desa Rahtawu, Museum Jenang, Irons Waterpark, Kretek Water Park, Museum Kretek, Desa Wonosoco, dan Taman Krida Wisata.

Masuknya Pijar Park dalam daftar destinasi wisata terpopuler menunjukkan peran kawasan wisata alam tersebut dalam mendukung aktivitas pariwisata di Kabupaten Kudus. Sementara itu, dominasi jumlah kunjungan di Menara Kudus dan Makam Sunan Muria menegaskan bahwa wisata religi masih menjadi salah satu magnet utama yang mendatangkan wisatawan ke daerah tersebut.
General Manager Pijar Park, Puji Harto, menjelaskan bahwa pengembangan kawasan wisata tersebut berangkat dari upaya masyarakat untuk mengelola potensi hutan pinus yang ada di Desa Kajar.

Menurutnya, sebelum berkembang menjadi destinasi wisata, area tersebut merupakan bumi perkemahan dan aset lokal yang kemudian dikelola menjadi produk wisata yang berorientasi pada masyarakat. Tujuan pengembangannya adalah menjadikan Pijar sebagai destinasi wisata yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat lokal sekaligus menjadi salah satu tujuan wisata di Kabupaten Kudus.
Nama Pijar sendiri memiliki keterkaitan dengan identitas kawasan tersebut. Puji Harto menjelaskan bahwa nama “Pijar” merupakan singkatan dari Pinus Kajar. Selain merujuk pada keberadaan hutan pinus sebagai identitas utama kawasan, nama tersebut juga memiliki filosofi sebagai sesuatu yang mampu menerangi dan menjadi penerang.
Keberadaan hutan pinus hingga kini tetap menjadi bagian yang melekat dalam pengalaman wisata yang ditawarkan. Lanskap alam tersebut menjadi latar utama berbagai aktivitas pengunjung selama berada di kawasan wisata.
Selain menikmati suasana alam, wisatawan dapat mengikuti sejumlah aktivitas yang tersedia di Pijar Park. Salah satunya adalah Jeep Adventure yang membawa pengunjung melintasi jalur pegunungan Muria menggunakan kendaraan khusus offroad.


Aktivitas tersebut menjadi salah satu pilihan wisata yang ditawarkan untuk menikmati kawasan pegunungan dengan cara berbeda. Pengunjung diajak menyusuri jalur yang berada di kawasan sekitar lereng Muria melalui layanan Pijar Jeep Adventure.
Di area yang sama, tersedia pula fasilitas kuliner dan tempat bersantai yang dapat digunakan pengunjung selama berwisata. Sentra kuliner dan kafe menjadi bagian dari fasilitas yang disediakan untuk melengkapi aktivitas rekreasi di kawasan tersebut.
Menurut pengelola, pengembangan fasilitas dilakukan secara bertahap untuk mendukung kebutuhan wisatawan yang datang dari berbagai daerah. Saat ini sejumlah fasilitas telah tersedia dan dikelola di dalam kawasan wisata.
Fasilitas yang tersedia di Pijar Park meliputi:
Fasilitas edukasi menjadi salah satu bagian dari aktivitas yang dikembangkan di kawasan tersebut. Pengunjung dapat mengikuti program eduwisata kopi maupun kegiatan edukatif lainnya yang ditujukan bagi anak-anak dan rombongan sekolah.
Pijar Park berada di Desa Kajar, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, atau sekitar 15 kilometer dari pusat Kota Kudus. Lokasi wisata ini dapat dijangkau menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat melalui jalur menuju kawasan Makam Sunan Muria.
Dari Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus, perjalanan menuju Pijar Park dapat ditempuh dengan mengikuti jalur utama ke arah utara menuju Dawe dan kawasan wisata Muria. Pengunjung melanjutkan perjalanan melalui ruas jalan menuju Colo hingga memasuki wilayah Desa Kajar. Dari kawasan tersebut, papan petunjuk menuju Pijar Park dapat ditemukan di sepanjang jalur menuju lokasi wisata yang berada di kawasan lereng Gunung Muria. Rute ini merupakan jalur yang sama yang digunakan wisatawan menuju kawasan wisata dan ziarah Sunan Muria.

Puji Harto menyebutkan bahwa pengelola juga menawarkan kunjungan ke pabrik kopi heritage yang berada di kawasan Jolong. Dalam kunjungan tersebut, wisatawan dapat melihat proses yang berkaitan dengan kopi serta mengenal fasilitas yang masih tersimpan di lokasi tersebut.


Selain itu, wisatawan juga dapat mengikuti sejumlah paket kegiatan yang memadukan unsur alam, budaya, dan edukasi. Dalam beberapa kegiatan, peserta diajak melihat aktivitas masyarakat setempat sebagai bagian dari pengalaman wisata yang ditawarkan.
Menurut pengelola, paket edukasi menjadi salah satu fokus pengembangan yang terus dijalankan. Program tersebut ditujukan bagi anak-anak maupun pengunjung umum yang ingin memperoleh pengalaman wisata berbasis pembelajaran.

Keberadaan fasilitas dan ragam aktivitas tersebut turut menarik kunjungan wisatawan dari berbagai daerah. Pengunjung yang datang terdiri atas rombongan sekolah saat masa liburan, wisatawan dari sejumlah kota di Indonesia, hingga wisatawan mancanegara.
Puji Harto menyampaikan bahwa wisatawan internasional juga tercatat datang ke kawasan tersebut. Ia menyebut terdapat kunjungan wisatawan dari beberapa negara, termasuk Belanda dan Turki. Menurutnya, kunjungan wisatawan asing berlangsung secara berkala dan setidaknya terdapat wisatawan mancanegara yang datang dalam kurun waktu sekitar satu bulan sekali.
Pengelolaan kawasan wisata dilakukan secara mandiri oleh masyarakat. Puji Harto menjelaskan bahwa pengelolaan Pijar Park dijalankan sepenuhnya oleh pengelola lokal, sementara pendapatan yang diperoleh masuk ke pendapatan desa sebagai bagian dari dukungan terhadap operasional dan program desa.
Saat ini, tiket masuk Pijar Park dipatok sebesar Rp10.000 per orang, sedangkan tarif parkir mobil sebesar Rp5.000. Informasi harga tersebut disampaikan pengelola sebagai bagian dari kebijakan yang berlaku di kawasan wisata.
Sementara itu, berdasarkan informasi operasional yang tersedia, kawasan wisata ini beroperasi setiap hari dengan jam layanan mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WIB. Lokasinya berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat Kota Kudus dan dapat dijangkau menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat melalui jalur menuju Makam Sunan Muria.
Dalam pengelolaannya, aspek kebersihan dan keamanan menjadi perhatian utama. Pengelola menerapkan budaya kebersihan melalui pengelolaan area dan sampah di lingkungan wisata.
Keamanan kawasan juga melibatkan masyarakat sekitar, termasuk unsur Karang Taruna yang berperan dalam pengelolaan parkir, pelayanan pengunjung, serta pengawasan di area wisata. Menurut pengelola, sistem pengawasan diterapkan untuk mendukung standar pelayanan dan pengelolaan yang berjalan di kawasan tersebut.
Pengalaman wisata yang ditawarkan Pijar Park turut meninggalkan kesan bagi sejumlah pengunjung. LJO, wisatawan asal Denpasar, Bali, mengaku mengetahui lokasi tersebut melalui rekomendasi keluarga.

Ia menyebut keputusan berkunjung berawal dari ajakan keluarga yang tertarik dengan informasi mengenai kawasan wisata tersebut. Setelah tiba di lokasi, ia merasakan kesan tersendiri saat menikmati suasana alam yang ada di kawasan Pijar Park.
Menurutnya, pemandangan alam menjadi daya tarik utama selama berada di lokasi. Kehadiran awan, suasana pegunungan, serta udara segar menjadi bagian dari pengalaman yang paling diingat. Selama berkunjung, aktivitas yang banyak dilakukan adalah berfoto dan menikmati berbagai sudut kawasan wisata.
Sementara itu, Retno, wisatawan asal Bandung, Jawa Barat, menilai potensi kawasan wisata dapat terus dikembangkan melalui berbagai aktivitas yang tetap memanfaatkan unsur alam yang ada.

Ia menyampaikan gagasan pemanfaatan kebun kopi sebagai bagian dari aktivitas edukasi maupun wisata musiman. Menurutnya, aktivitas yang berkaitan dengan kopi dapat menjadi tambahan pilihan bagi pengunjung selama berwisata.
Di sisi lain, Retno juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan di tengah pengembangan kawasan wisata. Menurutnya, alam merupakan daya tarik utama yang perlu dipertahankan sehingga keseimbangan antara pengembangan fasilitas dan pelestarian lingkungan tetap terjaga.
Pandangan tersebut sejalan dengan arah pengembangan yang disampaikan pengelola. Puji Harto menjelaskan bahwa Pijar Park memiliki komitmen untuk terus melakukan pengembangan secara berkelanjutan. Salah satu langkah yang direncanakan adalah menghadirkan wahana atau fasilitas baru secara bertahap dalam periode tertentu.
Harapan lainnya adalah meningkatkan frekuensi kunjungan ulang wisatawan. Pengembangan wahana, fasilitas, dan paket kegiatan baru diharapkan dapat memberikan alasan bagi pengunjung untuk kembali datang ke kawasan wisata tersebut.

Di tengah suasana hutan pinus lereng Muria, Pijar Park terus berkembang sebagai kawasan wisata yang menggabungkan rekreasi alam, edukasi, kuliner, dan aktivitas keluarga. Pengelolaan berbasis masyarakat yang dijalankan sejak 2021 menjadi bagian dari perjalanan destinasi ini dalam memanfaatkan potensi lokal sekaligus menghadirkan ruang wisata bagi para pengunjung yang datang ke Desa Kajar, Kabupaten Kudus. (sns/mkk)