

Ajang Tanding Tahunan Komunitas Futsal di Kudus dan Daerah Sekitarnya
KUDUS – Sejak Jumat (31/07/2026) malam, sejumlah peserta mulai berdatangan ke Kudus. Ada yang menempuh perjalanan beberapa jam dari Semarang, Salatiga, hingga Rembang. Sebagian memilih langsung beristirahat agar siap bertanding keesokan harinya, sementara yang lain memanfaatkan waktu untuk bertemu rekan-rekan dari komunitas lain yang sudah lama tidak berjumpa.
Bagi mereka, Supersoccer Euro Futsal Championship 2026 – City Playoff bukan sekadar turnamen futsal. Kompetisi ini menjadi agenda tahunan yang selalu dinantikan karena mempertemukan komunitas pendukung klub sepak bola Eropa dan mahasiswa dari berbagai daerah dalam satu kota. Di atas lapangan mereka menjadi lawan, tetapi di luar pertandingan mereka kembali berkumpul sebagai bagian dari komunitas futsal yang sama.
Selama dua hari penyelenggaraan pada 1–2 Agustus 2026, GOR Bung Karno, Kudus, tidak hanya dipenuhi pertandingan yang berlangsung silih berganti. Di sela-sela jadwal pertandingan, para pemain terlihat berbincang, saling menyapa, bertukar cerita tentang kegiatan komunitas, hingga mengabadikan momen bersama. Ada yang baru pertama kali bertemu, tetapi tidak sedikit pula yang memanfaatkan kesempatan ini untuk melepas rindu dengan teman-teman dari kota lain.
Agenda yang Selalu Dinanti Komunitas
Bagi komunitas pendukung klub sepak bola Eropa, Supersoccer Euro Futsal Championship 2026 telah menjadi bagian dari kalender kegiatan tahunan. Turnamen ini bukan hanya menjadi tempat mengukur kemampuan bermain futsal, tetapi juga menjaga hubungan antar komunitas yang selama ini terbangun melalui olahraga.
Saffana Firdaus dari Pena Real Madrid Indonesia (PRMI) Regional Kudus mengatakan komunitasnya telah aktif sejak sekitar tahun 2010 dengan anggota sekitar 200 orang. Futsal menjadi agenda rutin yang dilakukan setiap pekan sehingga mengikuti City Playoff menjadi salah satu kegiatan yang selalu dinantikan oleh para anggota.

Menurutnya, penyelenggaraan Supersoccer Euro Futsal Championship 2026 – City Playoff di Kudus memberikan pengalaman yang berbeda karena menghadirkan suasana kompetisi yang tetap nyaman dinikmati oleh peserta maupun penonton.
“Untuk PRMI Kudus berdiri kisaran tahun 2010-an dengan anggota sekitar 200 orang. Agenda rutin kami futsal seminggu sekali. Menurut saya turnamen ini sangat proper, bahkan atmosfer penonton, MC, hingga venue-nya sangat memuaskan dibanding kota-kota lain. Harapan saya, futsal di Kudus semakin jaya, guyub, dan bisa terus bersaing dengan kabupaten lain,” ujarnya.
PRMI Kudus bukan wajah baru dalam kompetisi ini. Mereka pernah menjadi juara Regional Solo 2024 dan City Playoff 2025. Namun, bagi Saffana, prestasi bukan alasan utama komunitasnya selalu kembali. Turnamen seperti ini menjadi kesempatan untuk menjaga kekompakan anggota sekaligus memperluas hubungan dengan komunitas lain yang memiliki hobi serupa.
Lawan Pertandingan, Kawan Luar Lapangan
Cerita serupa datang dari Milanisti Indonesia Sezione Semarang. Demi mengikuti Supersoccer Euro Futsal Championship 2026 – City Playoff Kudus, mereka memilih tiba sehari sebelum pertandingan dimulai. Perjalanan menuju Kudus bukan hanya soal mengejar jadwal pertandingan, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman yang mereka nikmati bersama sebagai sebuah komunitas.
Ketua sekaligus official Milanisti Sezione Semarang, Angga Hardiansyah, mengatakan momen yang paling berkesan justru sering kali terjadi di luar lapangan. Menginap bersama, makan bersama, hingga berbincang setelah pertandingan menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antaranggota.

“Turnamen ini membuat hubungan antar-member dan pemain jadi lebih dekat. Waktu menginap bersama di Kudus menjadi momen paling seru karena rasa kekeluargaan makin erat. Selain itu, kami bisa menambah kenalan dan melepaskan kangen dengan teman-teman dari luar kota. Penyelenggaraannya makin bagus, apalagi sekarang sudah pakai live score videotron di lapangan,” katanya.
Menurut Angga, setiap penyelenggaraan City Playoff selalu menghadirkan wajah-wajah yang sudah dikenalnya dari berbagai daerah. Ada komunitas yang rutin bertemu di setiap turnamen, ada pula anggota baru yang memperluas jaringan pertemanan antarkomunitas. Hubungan tersebut tidak berhenti ketika pertandingan selesai, tetapi terus berlanjut melalui berbagai kegiatan futsal di kota masing-masing.
Suasana seperti inilah yang membuat Supersoccer Euro Futsal Championship 2026 – City Playoff terasa berbeda. Di atas lapangan, setiap tim bersaing untuk meraih kemenangan. Namun begitu pertandingan usai, rivalitas berubah menjadi obrolan santai, foto bersama, dan saling bertukar informasi mengenai kegiatan komunitas berikutnya. Dari Kudus, mereka tidak hanya membawa pengalaman bertanding, tetapi juga hubungan yang semakin erat dengan sesama pegiat futsal dari berbagai kota.
Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Dalam dan Luar Lapangan
City Playoff Supersoccer Euro Futsal Championship juga menghadirkan pengalaman berbeda bagi peserta dari kalangan perguruan tinggi. Selain menjadi ajang menguji kemampuan bermain futsal, kompetisi ini menjadi kesempatan untuk bertemu mahasiswa dari berbagai kampus yang selama ini hanya dikenal melalui pertandingan atau media sosial.
M. Kanzul Karomi dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Futsal UIN Walisongo Semarang menilai turnamen seperti ini memberikan pengalaman yang lebih luas daripada sekadar bertanding. Menurutnya, mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana sebuah kejuaraan dikelola secara profesional, sekaligus memperluas relasi dengan peserta dari berbagai daerah.

“Melalui Super Soccer Euro Futsal Championship, kita tidak cuma belajar main futsal, tapi juga belajar manajemen event dan melihat bagaimana UMKM lokal berkembang di sekitar arena. Yang paling penting adalah relasi. Kita bisa kenal dan bertanding dengan teman-teman dari Kudus, Semarang, Salatiga, Jepara, hingga Rembang. Jalurnya jelas, dari City Playoff Kudus bisa naik ke Final Regional Semarang Raya hingga ke tingkat Nasional,” jelas Kanzul.
Menurut Kanzul, setiap kampus memiliki budaya latihan dan karakter permainan yang berbeda. Bertemu dengan peserta dari berbagai daerah menjadi kesempatan untuk saling belajar, baik dari cara bermain maupun pengalaman mengikuti berbagai kompetisi.
Kompetisi Menjadi Pintu Masuk Mengenal Kudus
Bagi sebagian peserta, City Playoff menjadi alasan pertama mereka datang ke Kudus. Salah satunya adalah Dwiki Fahmi Rizal dari UKM Futsal Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang. Bersama timnya, ia datang untuk bertanding sekaligus menikmati pengalaman berada di kota yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya.
Selama mengikuti kompetisi, Dwiki mengaku terkesan dengan penyelenggaraan turnamen yang dinilai tertib. Kehadiran Liaison Officer (LO) yang mendampingi setiap tim membuat peserta lebih mudah memperoleh informasi mengenai jadwal pertandingan maupun kebutuhan teknis selama berada di venue.

“Kepanitiaannya sangat bagus, ada LO yang mendampingi setiap tim. Suasana kotanya ramah dan hangat. Walaupun cuaca cukup panas, kami sangat menikmati berada di Kudus. Kami bahkan berniat menyempatkan diri mencoba kuliner khas soto kerbau Kudus seusai turnamen. Ajang seperti ini sangat krusial sebagai panggung mahasiswa untuk menunjukkan bakat,” ungkap Dwiki.
Cerita Dwiki menunjukkan bahwa sebuah kompetisi olahraga juga dapat menjadi pintu masuk untuk mengenal sebuah daerah. Setelah pertandingan selesai, ia dan rekan-rekannya berencana menyempatkan diri mencicipi soto kerbau, kuliner yang selama ini identik dengan Kudus. Pengalaman sederhana seperti itu menjadi bagian dari perjalanan yang mereka bawa pulang selain hasil pertandingan.
Relasi yang Terbangun di Luar Pertandingan
Di sela-sela jadwal pertandingan, para peserta memanfaatkan waktu untuk berbincang dengan komunitas lain, bertukar pengalaman, hingga merencanakan pertemuan pada turnamen berikutnya. Ada yang berdiskusi tentang pola latihan tim, ada pula yang saling berbagi informasi mengenai kompetisi futsal di daerah masing-masing.
Area di sekitar GOR Bung Karno pun menjadi ruang interaksi peserta, official, dan suporter berkumpul di stan kuliner maupun area istirahat sambil menikmati suasana kompetisi. Interaksi seperti inilah yang membuat City Playoff terasa berbeda bagi banyak peserta.

Bagi komunitas yang telah mengikuti City Playoff selama beberapa tahun, turnamen ini menjadi momen untuk bertemu kembali dengan teman-teman dari luar kota. Sementara bagi peserta yang baru pertama kali hadir, kompetisi ini menjadi awal dari hubungan baru yang kemungkinan akan terus berlanjut pada berbagai kejuaraan berikutnya.
Selesai Bertanding Membawa Cerita dari Kudus

Setelah dua hari mengikuti Supersoccer Euro Futsal Championship 2026 – City Playoff Kudus, para peserta kembali ke daerah masing-masing dengan cerita yang berbeda. Ada yang membawa kemenangan, ada yang harus mengakhiri langkah lebih awal. Namun, hampir semua membawa pengalaman yang sama, yaitu bertemu orang-orang baru, memperluas relasi, dan mengenal Kudus dari sisi yang mungkin belum pernah mereka lihat sebelumnya.
Bagi komunitas pendukung klub sepak bola Eropa, Supersoccer Euro Futsal Championship 2026 – City Playoff Kudus menjadi ajang mempererat persaudaraan yang telah terjalin selama bertahun-tahun. Bagi mahasiswa, turnamen ini menjadi ruang belajar sekaligus panggung untuk mengembangkan kemampuan. Sementara bagi peserta yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Kudus, keramahan penyelenggara, kemudahan layanan selama pertandingan, hingga kesempatan menikmati kuliner khas meninggalkan kesan tersendiri.
Pada akhirnya, Supersoccer Euro Futsal Championship 2026 – City Playoff Kudus tidak hanya mempertemukan tim-tim yang bertanding di lapangan. Turnamen ini juga mempertemukan orang-orang dengan hobi dan semangat yang sama, lalu menghadirkan pengalaman yang terus dikenang bahkan setelah mereka kembali ke kota masing-masing. Dari Kudus, mereka pulang bukan hanya membawa hasil pertandingan, tetapi juga cerita baru, relasi yang semakin luas, dan alasan untuk kembali bertemu pada penyelenggaraan Supersoccer Euro Futsal Championship 2026 – City Playoff berikutnya. (JMY/mainkekudus)
