

Jelang Women’s Soccer Trilogy, SSA Kudus Tingkatkan Fasilitas Pencahayaan Stadion
KUDUS – Supersoccer Arena (SSA) Kudus terus mematangkan persiapan infrastruktur menjelang pelaksanaan turnamen sepak bola putri yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Juni 2026. Salah satu pekerjaan yang tengah dikebut adalah pemasangan empat unit lampu Field of Play (FOP), sistem pencahayaan khusus yang akan digunakan untuk menerangi lapangan utama saat pertandingan malam hari.
Pemasangan lampu ber-Standard International tersebut dilakukan karena Supersoccer Arena Kudus akan menjadi venue utama penyelenggaraan Women’s Soccer Trilogy, rangkaian kompetisi sepak bola putri yang akan digelar dalam beberapa agenda pertandingan. Kehadiran fasilitas pencahayaan stadion diharapkan dapat mendukung pelaksanaan pertandingan dan aktivitas olahraga pada malam hari.

Pengelola Supersoccer Arena Kudus, Welly Arisanto, menjelaskan bahwa proses instalasi lampu stadion ber-standar Internasional saat ini telah memasuki tahap lanjutan dengan progres pekerjaan berkisar 50 hingga 60 persen.

Menurutnya, pekerjaan yang telah diselesaikan meliputi pemasangan tiang lampu serta instalasi kabel pendukung. Sementara itu, sejumlah tahapan lain masih harus dirampungkan sebelum sistem pencahayaan dapat digunakan secara penuh.
“Progres pemasangan lampu saat ini sekitar 50 sampai 60 persen. Tiang sudah terpasang dan kabel juga sudah berjalan. Yang masih berlangsung adalah lifting material lampu serta pengaturan konfigurasi pencahayaan,” ujar Welly.
Ia menjelaskan bahwa proses konfigurasi lampu memerlukan waktu karena harus disesuaikan dengan kebutuhan pencahayaan lapangan. Selain itu, terdapat pekerjaan tambahan berupa pencopotan penangkal petir lama yang nantinya akan disatukan dengan konstruksi tiang lampu baru.

“Penangkal petir lama akan dilepas agar nantinya lampu dan penangkal petir berada dalam satu tiang. Setelah itu masih ada proses konfigurasi dan pengujian,” katanya.
Meski pemasangan terus berjalan, lampu stadion dipastikan belum dapat digunakan saat pelaksanaan MilkLife Soccer Challenge All Stars, HydroPlus Soccer League All Stars, yang berlangsung sekitar akhir Juni hingga awal Juli. Hal itu disebabkan sejumlah pekerjaan teknis masih dalam tahap penyelesaian.

Welly mengatakan bahwa beberapa pekerjaan tambahan diperkirakan dapat diselesaikan pada pertengahan Juli, termasuk tahapan akhir yang berkaitan dengan penangkal petir dan konfigurasi sistem pencahayaan.
Setelah seluruh instalasi selesai, pihak pengelola akan melakukan pengecekan serta simulasi pencahayaan untuk memastikan kualitas penerangan sesuai kebutuhan pertandingan. Pengujian tersebut dapat dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan pertandingan reguler yang berlangsung di arena.
“Setelah pemasangan selesai, akan dilakukan simulasi dan pengecekan pencahayaan. Tujuannya untuk memastikan level penerangan dan pola nyala lampu sudah sesuai dengan kebutuhan pertandingan,” jelasnya.
Keberadaan lampu stadion dinilai akan memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam penyelenggaraan pertandingan. Dengan fasilitas pencahayaan tersebut, pertandingan dapat digelar pada malam hari, termasuk dengan jadwal kick-off sekitar pukul 19.00 WIB.
Menurut Welly, penggunaan jadwal malam memungkinkan panitia mengatur agenda pertandingan secara lebih efisien sehingga durasi pelaksanaan turnamen dapat dipersingkat. Selain pertandingan, fasilitas lampu juga membuka peluang pemanfaatan arena untuk kegiatan latihan malam.
“Dengan adanya lampu, pertandingan malam bisa dilakukan sehingga jadwal menjadi lebih fleksibel. Arena juga dapat digunakan untuk latihan malam maupun kegiatan olahraga lain dengan penyesuaian kebutuhan pencahayaan,” ujarnya.
Selain untuk sepak bola, fasilitas pencahayaan tersebut juga berpotensi mendukung aktivitas cabang olahraga lain yang memanfaatkan area arena, seperti atletik dan panahan, dengan pengaturan pencahayaan yang disesuaikan.
Persiapan tidak hanya difokuskan pada infrastruktur lampu stadion. SSA Kudus juga tengah menyiapkan sejumlah penyesuaian fasilitas menjelang agenda sepak bola putri berskala lebih besar, termasuk Srikandi Merdeka Cup yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang.

Sebagai turnamen berskala internasional, penyelenggaraan Srikandi Merdeka Cup memerlukan peningkatan fasilitas pendukung. Beberapa kebutuhan yang menjadi perhatian antara lain penyediaan media room, ruang transit pemain, pengaturan jalur masuk pemain, serta penataan area penonton yang lebih terstruktur.
Welly mengakui bahwa keterbatasan lahan menjadi salah satu tantangan dalam proses persiapan. Untuk mengatasinya, panitia mempertimbangkan pemanfaatan area terbuka tambahan, termasuk lahan parkir dan area luar arena yang dapat digunakan sebagai fasilitas sementara dengan dukungan tenda maupun konstruksi pendukung lainnya.
“Kami perlu melakukan eskalasi fasilitas karena event internasional memiliki kebutuhan yang berbeda. Beberapa area tambahan sedang dipertimbangkan untuk mendukung operasional selama turnamen berlangsung,” katanya.
Di sisi lain, aspek operasional juga menjadi perhatian panitia. Pengaturan arus masuk dan keluar penonton, kendaraan, pemain, serta ofisial masih terus disusun agar pelaksanaan pertandingan dapat berjalan lancar.
Keterbatasan area parkir menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian. Panitia juga harus menyiapkan lokasi parkir terpisah bagi kendaraan tim, ofisial, dan penonton untuk menjaga kelancaran mobilitas selama event berlangsung.
Meski demikian, Welly menilai aspek keamanan relatif siap karena didukung pengalaman tim keamanan yang sebelumnya telah menangani berbagai kegiatan berskala besar. Namun, peningkatan kapasitas tetap diperlukan apabila skala penyelenggaraan terus meningkat.
“Keamanan sejauh ini cukup aman karena didukung tim yang sudah berpengalaman. Tetapi jika skala event meningkat, tentu perlu ada penyesuaian dan peningkatan fasilitas pendukung,” ujarnya.
Dalam rangka mendukung pelaksanaan Women’s Soccer Trilogy, area publik Super Cafe yang berada di lingkungan Supersoccer Arena juga akan menjalani renovasi. Nantinya, area tersebut akan difungsikan sebagai lorong atau jalur masuk pemain menuju lapangan utama.
Penyesuaian itu menjadi bagian dari penataan alur operasional arena agar pergerakan pemain dan perangkat pertandingan dapat berlangsung lebih tertata selama turnamen berlangsung.
Untuk memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, panitia dan pengelola arena juga mengusulkan pelaksanaan pertemuan rutin setiap pekan. Evaluasi berkala tersebut dilakukan guna menyesuaikan kebutuhan teknis maupun operasional menjelang pelaksanaan Women’s Soccer Trilogy, MilkLife Soccer Challenge All Stars, HydroPlus Soccer League All Stars dan Srikandi Merdeka Cup.
Sementara itu, terkait fasilitas tribun penonton, kapasitas maksimal Supersoccer Arena saat ini berada di angka sekitar 1.100 penonton dengan tata letak yang digunakan saat ini.
Muncul harapan dari sebagian pihak agar ke depan tribun SSA Kudus dapat dilengkapi kursi tunggal atau single-seat untuk meningkatkan kenyamanan penonton. Namun demikian, Welly menegaskan bahwa hingga saat ini belum terdapat pembahasan resmi mengenai rencana pemasangan fasilitas tersebut.
Menurutnya, penerapan sistem single-seat berpotensi mengurangi kapasitas penonton yang tersedia dibandingkan dengan konfigurasi tribun saat ini.
“Belum ada pembahasan resmi mengenai pemasangan single-seat. Dengan kapasitas sekarang bisa menampung sekitar 1.100 penonton, sedangkan jika menggunakan konfigurasi kursi tertentu kapasitasnya bisa berkurang,” kata Welly.

Dengan progres pemasangan lampu yang terus berjalan dan sejumlah peningkatan fasilitas pendukung yang tengah disiapkan, Supersoccer Arena Kudus terus mematangkan berbagai kebutuhan infrastruktur dan operasional guna mendukung penyelenggaraan Women’s Soccer Trilogy serta agenda sepak bola putri lainnya sepanjang tahun ini. (sns/mkk)