Logo Kudus

Ketika Homestay Jadi Basecamp Ideal Tim Putri Garut U-18 Selama Berlaga di HYDROPLUS Soccer League All Stars 2025/2026 

9 Juli 2026Saldy Nurzaman

Kudus – Di sebuah homestay sederhana di kawasan Rendeng, Kudus, suasana turnamen tidak benar-benar berhenti ketika pertandingan usai. Selepas bertarung di lapangan, para pesepak bola putri muda kembali ke tempat mereka beristirahat, berbagi cerita, mencuci pakaian bersama, merapikan kamar, hingga melepas penat sebelum kembali bersiap menghadapi laga berikutnya. Bagi mereka, penginapan itu perlahan berubah menjadi ruang yang menghadirkan rasa aman dan nyaman, layaknya rumah sendiri.

Para Pemain Putri Garut U-18 di depan Homestay. (Foto: DN/mainkekudus)

Kehangatan itulah yang menjadi cerita lain di balik penyelenggaraan HYDROPLUS Soccer League All Stars 2025/2026. Di tengah persaingan yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, ada peran masyarakat sekitar yang ikut menciptakan lingkungan pendukung bagi para atlet muda. Bukan hanya melalui fasilitas tempat menginap, tetapi juga lewat perhatian, keramahan, dan kepedulian yang mereka rasakan setiap hari.

HYDROPLUS Soccer League All Stars 2025/2026 mempertemukan 16 tim kategori U-15 dan U-18 dari berbagai daerah di Indonesia. Turnamen berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, pada 5 hingga 12 Juli 2026. Memasuki Rabu (8/7/2026), seluruh tim masih menjalani rangkaian pertandingan fase grup yang menguras tenaga sekaligus konsentrasi. Di sela padatnya jadwal pertandingan, waktu beristirahat menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi fisik maupun mental para pemain.

Para Pemain Putri Garut U-18 di Kamar Homestay. (Foto: DN/mainkekudus)

Bagi Nazwa Bilbina Putri, pemain Putri Garut U-18 asal Sumedang yang juga merupakan bagian dari skuad Garuda Pertiwi Muda (Timnas Wanita Indonesia U-16/U-17), suasana yang ia temui di Kudus meninggalkan kesan tersendiri.

(ki-ka) Nazwa Bilbina Putri daan Alwiwie Sunanto. (Foto: DN/mainkekudus)

Menurutnya, keramahan masyarakat dan kenyamanan tempat menginap membuat proses pemulihan setelah bertanding terasa lebih tenang. “Masyarakat disini ramah-ramah sekali, terus istirahatnya juga sangat nyaman di sini,” tutur Nazwa saat ditemui di sela waktu istirahat, Rabu (8/7/2026).

Selama berada di Kudus, Nazwa merasakan hubungan yang akrab dengan pengelola homestay. Sambutan hangat yang diterima sejak hari pertama membuat dirinya dan rekan-rekan setim merasa diterima dengan baik.

Perhatian itu, menurut Nazwa, bahkan terlihat dari hal-hal sederhana. Ia mengenang ketika aliran air di penginapan sempat mengecil. Setelah disampaikan kepada pemilik homestay, persoalan tersebut langsung ditangani tanpa menunggu lama.

Di luar agenda latihan dan pertandingan, keseharian para pemain juga diisi dengan aktivitas sederhana yang mempererat kebersamaan. Seusai briefing bersama pelatih, mereka mencuci pakaian bersama, membersihkan kamar, dan menjaga lingkungan penginapan tetap rapi selama turnamen berlangsung.

“Tentunya kalau nanti ada kesempatan kembali ke Kudus, kehangatan dan kenyamanan di sini yang paling ingin saya rasakan lagi. Orang-orangnya baik sekali. Kalau disuruh memberikan nilai untuk homestay ini, mungkin 8 dari 10, Kak,” ungkap Nazwa.

Kesan serupa juga dirasakan penjaga gawang Putri Garut U-18, Alwiwie Sunanto. Baginya, suasana kekeluargaan yang dibangun masyarakat dan pemilik penginapan menjadi penyemangat tersendiri ketika menjalani kompetisi yang padat.

Alwiwie menilai hubungan yang terjalin selama berada di Kudus tidak lagi sebatas antara tamu dan pemilik penginapan. Ia merasa seluruh tim diperlakukan seperti keluarga. “Kami diterima dengan sangat baik oleh masyarakat setempat. Homestay-nya nyaman dan pemiliknya ramah sekali. Sisi kehangatan dengan warga itu terasa banget. Bahkan, kami di sini diperlakukan sudah kayak anak sendiri, jadi merasa benar-benar seperti di rumah,” katanya.

(ki-ka) Nazwa Bilbina Putri dan Alwiwie Sunanto ketika sedang berdiskusi di depan kamar Homestay Aldimart. (Foto: DN/mainkekudus)

Perhatian itu semakin terasa ketika ada pemain yang mengalami cedera ringan atau merasa kurang sehat setelah pertandingan. Menurut Alwiwie, pemilik homestay segera menghampiri, menanyakan kondisi pemain, hingga menawarkan bantuan apabila diperlukan. “Ketika ada yang cedera langsung ditanya kenapa dan butuh obat apa. Terus kalau misal ada kendala seperti listrik atau air mati, itu langsung diperbaiki cepat banget sama mereka,” tambahnya.

Seluruh pengalaman itu dirasakan skuad Putri Garut U-18 selama menginap di Aldimart Homestay yang berlokasi di Jalan Cendana No.594, Rendeng, Kecamatan Kota Kudus. Di tempat inilah Susi Susilawati mengelola homestay dengan mengutamakan kenyamanan para tamu, termasuk para atlet yang tengah menjalani pertandingan sepanjang turnamen.

Berlokasi di Jalan Cendana No.594, Rendeng, Kecamatan Kota Kudus, Aldimart Homestay menawarkan tarif menginap yang relatif terjangkau. Harga per malam umumnya berkisar antara Rp150.000 hingga Rp300.000, menyesuaikan tipe kamar, fasilitas, dan platform pemesanan. Para tamu juga mendapatkan fasilitas standar seperti kamar ber-AC, akses WiFi gratis, serta area parkir pribadi. 

Susi Susilawati, Pemilik Homestay Aldimart bersama pemain Putri Garut U-18 asal Sumedang. (Foto: DN/mainkekudus)

Bagi Susi, kenyamanan menjadi kebutuhan penting bagi para atlet yang setiap hari harus menguras tenaga di lapangan. Karena itu, ia juga menyediakan area kosong di samping bangunan homestay agar dapat dimanfaatkan tim untuk pemanasan maupun latihan ringan sebelum menuju Supersoccer Arena Kudus.

Perhatian tersebut lahir dari pengalaman pribadinya. Susi merupakan seorang ibu Persit karena suaminya adalah anggota TNI. Ia juga pernah aktif sebagai atlet bola voli dan tenis lapangan, sehingga memahami bagaimana rasanya tinggal jauh dari rumah ketika mengikuti pertandingan.

“Melihat anak-anak ini, saya jadi mengingat masa lalu saya sendiri. Dulu saya juga pernah dikirim untuk ikut pertandingan seperti ini sampai ke Medan sana selama 20 hari. Bedanya, kalau dulu kami menginapnya di mess tentara, sekarang sudah ada homestay yang lebih enak. Karena saya pernah merasakan apa yang mereka rasakan, menginap di tempat orang untuk berjuang, maka saya mendukung penuh mereka. Sampai-sampai kalau mereka bertanding, saya ikut datang ke stadion buat jadi suporter karena saking ingin mendukungnya,” papar Susi.

Pengalaman menerima atlet juga bukan hal baru baginya. Saat penyelenggaraan PON Bela Diri 2025 di GOR Djarum Arena Kaliputu, Aldimart Homestay pernah menjadi tempat menginap kontingen bela diri asal Serang, Banten, selama lima hari. Seusai pertandingan, para atlet tersebut membawa pulang medali emas dan perak, bahkan sempat berseloroh bahwa kenyamanan homestay ikut membawa keberuntungan bagi mereka.

Di tengah padatnya agenda HYDROPLUS Soccer League All Stars 2025/2026, Susi juga berusaha menciptakan suasana yang lebih santai bagi para pemain. Ia menyediakan fasilitas karaoke agar para atlet memiliki ruang untuk melepas penat setelah latihan maupun pertandingan.

Menurut Susi, para pemain kerap datang sambil berseru, “Tante, bisa karaokean?” Kalimat sederhana itu menjadi bagian dari keakraban yang tumbuh selama mereka tinggal bersama. Ia pun berusaha mengenal para pemain satu per satu, mengingat nama mereka, dan mengajak ngobrol agar suasana terasa lebih akrab.

Susi Susilawati, Pemilik Homestay Aldimart bersama pemain Putri Garut U-18 asal Sumedang. (Foto: DN/mainkekudus)

Saat ini Aldimart Homestay memiliki lima kamar yang digunakan untuk menampung rombongan atlet yang jumlahnya bisa mencapai sekitar 25 orang. Meski kapasitasnya masih terbatas, Susi telah menyiapkan rencana untuk menambah bangunan kamar di masa mendatang.

“Insyaallah, ke depan ada rencana mau menambah bangunan kamar lagi di sebelah sini. Harapan saya, ketika mereka pulang nanti, mereka akan selalu mengingat tempat ini bukan sebagai penginapan biasa, melainkan sebagai rumah mereka sendiri di Kudus. Jadi kalau besok-besok ada turnamen lagi, mereka tanpa ragu akan kembali ke sini lagi,” harapnya.

Cerita yang tumbuh selama HYDROPLUS Soccer League All Stars 2025/2026 menunjukkan bahwa sebuah turnamen tidak hanya menghadirkan persaingan di atas lapangan. Di balik setiap pertandingan, ada ruang-ruang sederhana yang menjadi tempat para atlet memulihkan tenaga, berbagi cerita, dan membangun kedekatan dengan masyarakat setempat.

Kehadiran event olahraga berskala nasional juga membawa dampak bagi sektor akomodasi di sekitar arena pertandingan. Hotel, homestay, rumah sewa, warung makan, hingga penyedia jasa transportasi ikut merasakan pergerakan aktivitas selama turnamen berlangsung.

Para pemain Putri Garut U-18 di depan gerbang Homestay. (Foto: DN/mainkekudus)

Melalui penyelenggaraan HYDROPLUS Soccer League All Stars 2025/2026 yang didukung oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation, aktivitas olahraga tidak hanya berlangsung di dalam stadion, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi masyarakat sekitar. Di sisi lain, keramahan warga Kudus menjadi pengalaman yang ikut dibawa pulang para atlet, melengkapi kenangan mereka selama mengikuti kompetisi di kota ini. (JMY/DN/mainkekudus)