

Ketika Olahraga dan Seni Menyatu dalam Pesta Rakyat Srikandi Fair
KUDUS – Srikandi Fair menjadi salah satu ruang hiburan masyarakat dalam rangkaian ajang internasional Caffino Srikandi Merdeka Cup 2026 yang berlangsung pada 14–23 Agustus di Supersoccer Arena, Kudus. Di tengah atmosfer kompetisi yang mempertemukan delapan tim dari tujuh negara, Srikandi Fair menghadirkan suasana berbeda melalui hiburan, kuliner, dan bazar UMKM masyarakat Kudus.

Di area Lapangan Rendeng, panggung hiburan menjadi salah satu titik yang ramai dikunjungi. Setiap hari, panggung tersebut menghadirkan beragam pertunjukan, mulai dari musik hingga tari. Salah satunya adalah penampilan GLIXCH, grup dance dari SMA Kanisius Kudus.
Tujuh anggota GLIXCH, Caecilia Keiko, Gabriella Sonya, Cecilia Putri, Shaneisha Eudora, Dominic Aurelia, Keisha Laura, dan Felicia Puteri, tampil energik di hadapan ratusan pengunjung Srikandi Fair. Mereka membawakan koreografi modern dengan iringan lagu-lagu bernuansa dangdut pop yang akrab di telinga masyarakat.
Pilihan tersebut bukan tanpa alasan. Pelatih GLIXCH, Vikri Islah Khafidz, mengatakan konsep penampilan sengaja dirancang agar dapat diterima oleh berbagai kalangan. Lagu-lagu yang tengah populer dipadukan dengan koreografi modern untuk menciptakan pertunjukan yang dekat dengan penonton.
“Begitu lagunya bunyi, penonton langsung terhubung dan antusias mengikuti irama dan gerakan GLIXCH,” ujar Vikri saat ditemui di Srikandi Fair, Sabtu (22/8/2026).

Menurut Vikri, konsep yang dibawa GLIXCH juga mengusung tema All Star. Setiap anggota didorong untuk memiliki karakter dan kekuatan masing-masing sehingga mampu tampil sebagai bintang di atas panggung.
Srikandi Fair sekaligus menjadi salah satu panggung bagi Vikri untuk membawa anak asuhnya tampil di hadapan publik yang lebih beragam. Selama sekitar satu tahun, GLIXCH telah tampil dari satu panggung ke panggung lainnya. Namun, tampil di tengah rangkaian turnamen sepak bola putri internasional memberikan pengalaman yang berbeda.
Setelah menyaksikan pertandingan di Supersoccer Arena, pengunjung dapat melanjutkan aktivitas mereka di Srikandi Fair. Peralihan dari atmosfer pertandingan yang penuh ketegangan menuju pertunjukan musik dan dance membuat kawasan pesta rakyat tersebut tetap hidup hingga malam.
“Kami menyalurkan ekspresi. Kami ingin semua orang yang datang ke sini (Srikandi Fair) datang lalu pulang dengan rasa senang,” kata Vikri.

Bagi GLIXCH, panggung Srikandi Fair bukan sekadar tempat tampil. Panggung tersebut menjadi ruang bagi anak-anak muda Kudus untuk menunjukkan kreativitas sekaligus berinteraksi dengan masyarakat melalui seni pertunjukan.
Pada akhirnya, Caffino Srikandi Merdeka Cup tidak hanya menghadirkan persaingan di lapangan hijau. Di Srikandi Fair, olahraga bertemu dengan seni, hiburan, kuliner, dan aktivitas masyarakat. Gemuruh pertandingan berganti dengan musik dan gerakan anak-anak muda Kudus, menciptakan suasana perayaan yang membuat rangkaian turnamen terasa semakin dekat dengan warga. (DV/RND/mainkekudus)