

Lebih dari Pertandingan, Turnamen Olahraga Menggerakkan Seni dan Industri Kreatif
Kudus – Di Supersoccer Arena Kudus, semangat kompetisi tidak hanya hadir dari perebutan bola di lapangan. Pada saat HYDROPLUS Soccer League All Stars 2025/2026 memasuki fase grup, Rabu (8/7), kawasan arena juga dipenuhi irama musik, tarian, dan sorak-sorai yang datang dari panggung kreativitas pelajar.

Turnamen sepak bola putri kelompok usia U-15 dan U-18 yang diikuti 16 tim dari berbagai daerah itu menghadirkan suasana yang berbeda. Bersamaan dengan pertandingan, Kompetisi Band dan Modern Dance yang berlangsung pada 7–11 Juli 2026 memberi ruang bagi para pelajar untuk menampilkan kemampuan mereka di bidang seni. Lapangan hijau dan panggung pertunjukan pun berjalan berdampingan, menghadirkan pengalaman yang dinikmati atlet, peserta lomba, hingga masyarakat yang datang ke arena.
Di balik bunyi peluit wasit dan instruksi pelatih, halaman Supersoccer Arena Kudus berubah menjadi ruang yang penuh warna. Penampilan band pelajar silih berganti mengisi panggung, disusul koreografi modern dance yang energik. Penonton berpindah dari tribun menuju area pertunjukan, menikmati dua jenis kompetisi yang berlangsung dalam satu kawasan.
Suasana itu menghadirkan pertemuan antara olahraga dan seni. Mereka yang datang untuk menyaksikan pertandingan sepak bola juga dapat menikmati penampilan para musisi dan penari muda. Sebaliknya, peserta festival seni turut merasakan atmosfer turnamen yang dipenuhi semangat sportivitas.
Salah satu yang merasakan pengalaman tersebut adalah Grisalda Jeth Jan’ma Gayatri, vokalis J Calo Nada dari SMAN 1 Kudus. Baginya, tampil di panggung itu menjadi pengalaman pertama yang meninggalkan kesan tersendiri.

Bersama kelompoknya, Grisalda membawakan lagu Tendangan dari Langit milik Kotak dan lagu daerah Yamko Rambe Yamko. Setelah melewati proses latihan yang panjang, ia bersyukur penampilan timnya berjalan sesuai dengan rencana.

Bagi Grisalda, kesempatan tampil tidak hanya dimaknai sebagai ajang mengejar gelar juara ataupun penghargaan kategori vokal dan instrumen. Ia melihat panggung tersebut sebagai ruang belajar yang mempertemukan banyak pelajar dengan kemampuan yang berbeda-beda.
“Ekstrakurikuler band di sekolah kini bukan lagi sekadar pelengkap nilai di raport, melainkan menjadi wadah nyata untuk belajar dan improve dari melihat lawan-lawan kita,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi penyelenggara yang menghadirkan ruang bagi atlet perempuan sekaligus memberikan kesempatan kepada musisi muda untuk menunjukkan kemampuan mereka di hadapan publik.
Semangat serupa juga dirasakan Samuela Janice Korlyanne dari Dazzling Dance Crew SMP Masehi Kudus. Meski sempat merasa gugup ketika harus tampil di depan banyak penonton, ia bersama timnya tetap berusaha memberikan penampilan terbaik.

Bagi kelompok tari yang untuk kedua kalinya mengikuti lomba tersebut, keikutsertaan dalam rangkaian HYDROPLUS Soccer League All Stars 2025/2026 menjadi kesempatan untuk terus mengembangkan kemampuan sekaligus membangun rasa percaya diri. “Jujur aku senang karena acara ini tuh bisa mengembangkan bakat kita. Jadi, enggak cuma sekadar tampil doang, tapi bisa mengasah bakat kita lebih maju lagi,” ungkap Janice.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus diselenggarakan karena memberi ruang bagi pelajar untuk menampilkan sekaligus mengembangkan potensi yang mereka miliki.
Kemeriahan yang hadir di Supersoccer Arena Kudus juga dirasakan para pengunjung. Salah satunya Reyhana Najwa Mutia Rabbani yang mengaku menikmati suasana selama berada di lokasi.
Menurut Reyhana, keterbukaan area Supersoccer Arena Kudus membuat masyarakat dapat menyaksikan pertandingan sekaligus menikmati berbagai penampilan seni yang berlangsung di waktu yang sama. Pengalaman itu membuat kunjungannya terasa lebih lengkap. “Seru banget karena kita bisa ngeliat dalamnya Supersoccer juga. Yang menarik tentu kita bisa tahu dari sekolah mana saja yang ikut, dan penampilan mereka seru-seru banget,” tuturnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada pembawa acara yang dinilainya mampu membangun suasana sehingga penonton tetap antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Reyhana berharap festival musik dan tari dapat terus menjadi bagian dari penyelenggaraan turnamen olahraga di masa mendatang.
Pandangan serupa disampaikan Bagas Arga Santosa, salah satu juri festival musik. Menurutnya, penyelenggaraan kompetisi tersebut memberikan ruang yang berarti bagi tumbuhnya minat dan bakat pelajar, khususnya di Kudus dan sekitarnya.

Bagas menilai kehadiran festival musik dan tari yang berjalan berdampingan dengan turnamen sepak bola membuka kesempatan bagi lebih banyak talenta muda untuk tampil dan dikenal.
“Sangat mendukung, karena dengan adanya kompetisi sepak bola ini, kita bisa melihat bakat-bakat yang muncul yang nantinya dapat dipoles lagi menjadi performer yang oke,” terang Bagas.


Ia menambahkan, tingginya antusiasme peserta dari berbagai daerah, termasuk Semarang hingga Pati, menunjukkan bahwa kegiatan seperti ini mampu mempertemukan pelajar dari beragam latar belakang dalam satu ruang yang sama. Menurutnya, keberlangsungan acara semacam ini penting agar atlet maupun seniman muda memiliki kesempatan untuk terus berkembang.
HYDROPLUS Soccer League All Stars 2025/2026 akhirnya menghadirkan lebih dari sekadar pertandingan sepak bola. Di satu sisi, para atlet berjuang menunjukkan kemampuan terbaiknya di lapangan. Di sisi lain, panggung seni menjadi tempat para pelajar mengekspresikan kreativitas melalui musik dan tari.
Perpaduan keduanya menghadirkan pengalaman yang tidak hanya dirasakan peserta, tetapi juga para pengunjung yang memadati kawasan Supersoccer Arena Kudus. Dalam suasana itu, sportivitas dan kreativitas berjalan beriringan, memperlihatkan bahwa ruang bagi generasi muda dapat tumbuh melalui banyak cara, baik lewat pertandingan maupun lewat panggung seni. (JMY/mainkekudus)