Logo Kudus

MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026 Dorong Perputaran Ekonomi UMKM di Kudus

24 Juni 2026Saldy Nurzaman

KUDUS – Gelaran MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All Stars 2026 yang mulai berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, pada Selasa (23/6/2026), tidak hanya menghadirkan persaingan antartalenta muda sepak bola putri dari berbagai daerah di Indonesia. Di balik pertandingan yang berlangsung hingga 28 Juni mendatang, ajang tersebut juga membawa dampak ekonomi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berjualan di kawasan arena.

Suasana stand UMKM di gelaran MilkLife Soccer Challenge di area parkir Supersoccer Arena Kudus. (Foto: JMY/mainkekudus)

Sejak hari pertama penyelenggaraan, suasana di sekitar Supersoccer Arena tampak ramai oleh kehadiran pemain, ofisial, keluarga peserta, serta penonton. Arus pengunjung yang terus berdatangan turut menghidupkan aktivitas perdagangan di area tenant dan lapak UMKM yang disediakan di kompleks stadion.

Menjelang waktu makan siang, sejumlah stan kuliner mulai dipadati pengunjung yang mencari makanan dan minuman. Kehadiran ribuan orang dalam satu kawasan menciptakan peluang ekonomi yang dirasakan langsung oleh para pedagang lokal.

Penjualan Meningkat Sejak Hari Pertama

Salah satu pelaku UMKM yang merasakan dampak positif tersebut adalah Liana, penjual bakso yang membuka lapak di area penyelenggaraan. Ia mengaku penjualannya mengalami peningkatan dibandingkan aktivitas berdagang sehari-hari.

Liana salah satu stand UMKM saat menyajikan bakso di halaman Supersoccer Arena Kudus saat berlangsungnya Milklife Soccer Challenge (MLSC) 2026. (Foto: JMY/mainkekudus)

“Penjualan hari ini lumayan bagus. Jika dibandingkan dengan lokasi jualan saya biasanya di Museum Kretek yang rata-rata per hari 50 porsi, di sini animonya luar biasa. Hari ini saja sudah sekitar 50 porsi lebih, dan saya yakin bisa tembus di atas seratus porsi,” ujar Liana saat ditemui di sela-sela melayani pembeli.

Menurut Liana, ramainya pengunjung sejak pagi menjadi indikator bahwa turnamen nasional seperti MilkLife Soccer Challenge All Stars mampu menghadirkan peluang usaha bagi pedagang kecil. Selain memperoleh tambahan pendapatan, para pelaku UMKM juga mendapatkan kesempatan memperkenalkan produk mereka kepada pengunjung dari berbagai daerah.

Liana , salah satu penjual di stand UMKM (Foto: JMY/mainkekudus)

Ia pun mengapresiasi dukungan penyelenggara yang memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk berpartisipasi selama turnamen berlangsung. “UMKM sangat merasa disupport oleh Djarum dengan adanya event seperti ini. Ini benar-benar membantu perekonomian kami,” katanya.

Peningkatan penjualan juga dirasakan Heny, pedagang es jeruk peras yang memanfaatkan cuaca panas di Kudus untuk menawarkan minuman segar kepada para pengunjung. Sejak pagi, stan miliknya terus didatangi pembeli yang ingin melepas dahaga setelah menyaksikan pertandingan atau beraktivitas di area arena.

Heny stand UMKM penjual es jeruk peras untuk pengunjung halaman Supersoccer Arena Kudus saat berlangsungnya Milklife Soccer Challenge (MLSC) 2026. (Foto: JMY/mainkekudus)

Untuk mengantisipasi tingginya permintaan, Heny menyiapkan hingga 75 kilogram jeruk murni selama penyelenggaraan acara. Persiapan tersebut dilakukan berdasarkan pengalaman mengikuti kegiatan serupa yang biasanya mendatangkan banyak pengunjung.

“Kondisi di Kudus yang panas membuat penjualan es cukup ramai. Baru jam segini saja sudah terjual lebih dari 25 cup. Biasanya event ini ada peningkatan sekitar 70-80 persen dibandingkan penjualan harian saya di Getas Pejaten,” ungkap Heny.

Heny , penjual es jeruk peras di stand UMKM .(Foto: JMY/mainkekudus)

yang berarti bagi usahanya. Karena itu, Heny menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara yang melibatkan pelaku UMKM lokal dalam rangkaian kegiatan MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026.

Kehadiran Keluarga Peserta Menggerakkan Aktivitas Ekonomi

Aktifitas satu stand UMKM di halaman parkir Supersoccer Arena Kudus saat berlangsungnya Milklife Soccer Challenge (MLSC) 2026. (Foto: JMY/mainkekudus)

Perputaran ekonomi yang terjadi selama turnamen tidak lepas dari kehadiran peserta dan keluarga yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Selain menyaksikan pertandingan, mereka juga memanfaatkan waktu untuk menikmati fasilitas yang tersedia di kawasan arena.

Kondisi tersebut terlihat dari aktivitas pengunjung yang tidak hanya memenuhi tribun pertandingan, tetapi juga berkeliling ke berbagai tenant makanan dan minuman. Bagi para pedagang, kehadiran keluarga pemain, suporter dan fans menjadi salah satu sumber utama peningkatan transaksi selama kompetisi berlangsung.

Fenomena ini menunjukkan bahwa sebuah ajang olahraga tidak hanya berdampak pada sektor olahraga itu sendiri, tetapi juga mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya. Setiap pertandingan menghadirkan kebutuhan konsumsi yang kemudian menciptakan peluang usaha bagi pedagang lokal.

Beragam pilihan kuliner yang tersedia di sekitar arena menjadi daya tarik tersendiri bagi para tamu dari luar daerah. Mereka dapat menikmati makanan dan minuman sambil menunggu jadwal pertandingan atau beristirahat setelah mendukung tim yang berlaga.

Pengalaman Berkesan bagi Pengunjung Luar Daerah

Perputaran ekonomi yang terjadi selama turnamen tidak lepas dari kehadiran peserta dan keluarga yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Selain menyaksikan pertandingan, mereka juga memanfaatkan waktu untuk menikmati fasilitas yang tersedia di kawasan arena.

Kondisi tersebut terlihat dari aktivitas pengunjung yang tidak hanya memenuhi tribun pertandingan, tetapi juga berkeliling ke berbagai tenant makanan dan minuman. Bagi para pedagang, kehadiran keluarga pemain, suporter dan fans menjadi salah satu sumber utama peningkatan transaksi selama kompetisi berlangsung.

Fenomena ini menunjukkan bahwa sebuah ajang olahraga tidak hanya berdampak pada sektor olahraga itu sendiri, tetapi juga mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya. Setiap pertandingan menghadirkan kebutuhan konsumsi yang kemudian menciptakan peluang usaha bagi pedagang lokal.

Beragam pilihan kuliner yang tersedia di sekitar arena menjadi daya tarik tersendiri bagi para tamu dari luar daerah. Mereka dapat menikmati makanan dan minuman sambil menunggu jadwal pertandingan atau beristirahat setelah mendukung tim yang berlaga.

Pengalaman Berkesan bagi Pengunjung Luar Daerah

Dampak penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026 juga dirasakan oleh pengunjung yang datang dari luar Kudus. Salah satunya Muhammad Iqbal, warga Banjarmasin yang hadir untuk memberikan dukungan kepada anaknya yang mengikuti turnamen.

Bagi Iqbal, perjalanan ke Kudus tidak sekadar menjadi kesempatan menyaksikan pertandingan sepak bola putri. Ia juga mendapatkan pengalaman baru dengan menikmati suasana kota serta fasilitas yang tersedia di lokasi acara.

Muhammad Iqbal bersama keluarga pengunjung asal Banjarmasin saat menikmati kuliner di tenda makan di halaman Supersoccer Arena Kudus saat berlangsungnya Milklife Soccer Challenge (MLSC) 2026. (Foto: JMY/mainkekudus)

“Kotanya nyaman, pertandingannya seru, dan acaranya dikemas dengan totalitas. Fasilitas di sini megah, ditambah adanya stan makanan dan tempat bermain yang sangat memanjakan keluarga,” ujar Iqbal.

Menurutnya, penyelenggaraan pertandingan yang didukung berbagai fasilitas pendukung membuat keluarga peserta dapat menikmati waktu selama berada di arena. Kehadiran area kuliner dan ruang aktivitas keluarga memberikan nilai tambah bagi pengalaman menonton pertandingan.

Iqbal juga mengaku telah mencoba beberapa makanan dan minuman yang dijual oleh pelaku UMKM setempat. Kesempatan tersebut menjadi bagian dari pengalaman selama mendampingi anaknya bertanding di Kudus.

“Tadi sudah beli bakso, nasi pecel, sampai es jeruk. Semuanya enak. Alasan kami datang ke sini selain melihat anak bermain, juga karena penasaran dengan kualitas Supersoccer Arena yang ternyata memang luar biasa,” lanjutnya.

Pengalaman yang dirasakan Iqbal menggambarkan bagaimana sebuah turnamen olahraga dapat menghadirkan aktivitas yang lebih luas daripada sekadar pertandingan di lapangan. Kehadiran peserta dan keluarga dari berbagai daerah menciptakan interaksi ekonomi sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada para tamu yang datang.

Olahraga dan UMKM Berjalan Beriringan

Aktifitas pengunjung di tenda makan di halaman Supersoccer Arena Kudus saat berlangsungnya Milklife Soccer Challenge (MLSC) 2026. (Foto: JMY/mainkekudus)

MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026 diikuti oleh 12 tim terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. Kompetisi ini menjadi wadah bagi para pemain sepak bola putri usia dini untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperoleh pengalaman bertanding dalam atmosfer kompetisi nasional.

Di sisi lain, penyelenggaraan turnamen juga menunjukkan keterkaitan antara sektor olahraga dan ekonomi masyarakat. Kehadiran ribuan pengunjung dalam satu lokasi memberikan dampak langsung terhadap aktivitas usaha, terutama bagi pelaku UMKM yang bergerak di bidang kuliner.

Kondisi tersebut terlihat sejak hari pertama pertandingan, ketika sejumlah pedagang melaporkan peningkatan penjualan dibandingkan hari biasa. Jika tren tersebut terus berlangsung hingga akhir turnamen, maka manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat berpotensi semakin besar.

Selain menjadi ruang kompetisi bagi atlet muda, MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026 juga memperlihatkan bagaimana kegiatan olahraga dapat membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan. Interaksi antara pertandingan, pengunjung, dan aktivitas perdagangan menciptakan ekosistem yang saling mendukung.

Kehadiran turnamen nasional seperti MilkLife Soccer Challenge All Stars menjadi contoh bagaimana kegiatan olahraga dapat memberikan manfaat yang dirasakan tidak hanya oleh para atlet, tetapi juga masyarakat yang terlibat dalam aktivitas ekonomi di sekitarnya. (JMY/mainkekudus)

MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026 Dorong Perputaran Ekonomi UMKM di Kudus | Main ke Kudus