Logo Kudus

MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026 Jadi Ajang Pembuktian Talenta Terbaik Sepak Bola Putri Usia Dini

22 Juni 2026Saldy Nurzaman

KUDUS – Rangkaian program pembinaan sepak bola putri usia dini bertajuk Women’s Soccer Trilogy 2026 resmi dimulai melalui penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All Stars 2026. Menjelang dimulainya turnamen nasional tersebut, panitia menggelar acara gala dinner dan pembagian grup (drawing group) pada Senin malam (21/6/2026) di Hotel Sapphire, Kudus, Jawa Tengah.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan akhir sebelum para pemain bertanding di tingkat nasional. Selain memperkenalkan tim peserta, acara juga menjadi momen penentuan komposisi grup yang akan menjadi dasar persaingan selama turnamen berlangsung.

MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026 dijadwalkan berlangsung pada 23–28 Juni 2026 di Stadion Supersoccer Arena, Kudus. Sebanyak 12 kota akan mengirimkan tim All Stars untuk bersaing dalam ajang tersebut, yakni All Stars Surabaya, All Stars Jakarta, All Stars Malang, All Stars Samarinda, All Stars Solo, All Stars Yogyakarta, All Stars Semarang, All Stars Banjarmasin, All Stars Kudus, All Stars Bandung, All Stars Tangerang, dan All Stars Bekasi.

Jumlah Peserta Bertambah Menjadi 12 Kota

Program Director MilkLife Soccer Challenge dan Hydroplus Soccer League, Teddy Tjahjono, mengatakan bahwa penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge All Stars tahun ini mengalami perkembangan dibandingkan edisi sebelumnya, terutama dari sisi jumlah peserta.

Teddy Tjahjono, Program Director MilkLife Soccer Challenge dan Hydroplus Soccer League, saat memberikan sambutan pada acara gala dinner dan drawing group MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026 di Kudus. (FTR/mainkekudus)

Menurut Teddy, pada tahun lalu turnamen diikuti delapan kota, sedangkan pada tahun ini jumlah peserta bertambah menjadi 12 kota dengan bergabungnya Bekasi, Malang, Samarinda, dan Banjarmasin.

Teddy Tjahjono, Program Director MilkLife Soccer Challenge dan Hydroplus Soccer League. (Foto: FTR/mainkekudus)

“Sebetulnya yang membedakan adalah dari jumlah peserta. Tahun lalu ada delapan kota, sedangkan tahun ini bertambah menjadi 12 kota dengan bergabungnya Bekasi, Malang, Samarinda, dan Banjarmasin,” ujar Teddy saat ditemui di sela-sela acara.

Penambahan jumlah peserta tersebut berdampak pada meningkatnya jumlah pertandingan yang akan berlangsung selama kompetisi. Sebanyak 192 pesepak bola putri usia dini tercatat akan ambil bagian dalam turnamen nasional tersebut.

Selain memperebutkan gelar juara nasional, MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026 juga menjadi salah satu jalur pembinaan bagi para pemain muda. Pemain yang dinilai memiliki performa menonjol berpeluang mengikuti kompetisi internasional The SingaCup  di Singapura yang dijadwalkan berlangsung pada awal November 2026.

Seleksi Pemain Melalui Program Latihan Tambahan

Teddy menjelaskan bahwa setiap tim All Stars yang mewakili kota peserta dibentuk melalui proses seleksi berjenjang. Tahapan tersebut diawali melalui kompetisi regional yang diselenggarakan di masing-masing kota penyelenggara.

Pada setiap kota, pertandingan reguler digelar dalam dua seri. Dari rangkaian kompetisi tersebut, tim pencari bakat (talent scouting) melakukan pemantauan untuk mengidentifikasi pemain yang dinilai memiliki potensi untuk berkembang lebih lanjut.

Pemain yang terpilih kemudian mengikuti program latihan tambahan khusus bernama MilkLife Soccer Extra Training. Program tersebut menjadi wadah pembinaan lanjutan sebelum para pemain ditetapkan sebagai wakil daerah masing-masing pada putaran nasional MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026 di Kudus.

Menurut Teddy, keberadaan program latihan dan kompetisi yang berlangsung secara berkelanjutan memberikan ruang bagi para pemain untuk mengembangkan kemampuan mereka secara lebih terstruktur.

Program Director MilkLife Soccer Challenge dan Hydroplus Soccer League, Teddy Tjahjono, saat diwawancarai awak media.  (Foto: FTR/mainkekudus)

“Kualitas permainan tahun ini terlihat meningkat karena para pemain kini memiliki wadah latihan dan kompetisi yang terstruktur,” katanya.

Ia menambahkan, penyelenggara berencana memperluas cakupan program pada musim berikutnya dengan menambah tiga kota baru. Dengan demikian, jumlah kota penyelenggara diharapkan meningkat menjadi 15 kota.

Menjadi Pembuka Women’s Soccer Trilogy 2026

Penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026 tidak berdiri sendiri. Turnamen ini menjadi bagian awal dari program pembinaan jangka panjang yang dirancang melalui Women’s Soccer Trilogy 2026 di Kudus.

Setelah MilkLife Soccer Challenge All Stars kategori U-12 selesai dilaksanakan, rangkaian pembinaan akan berlanjut melalui Hydroplus Soccer League (HPSL) All Stars untuk kelompok usia U-15 dan U-18 yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026. Program tersebut kemudian akan ditutup dengan penyelenggaraan turnamen internasional Srikandi Merdeka Cup U-16 pada Agustus 2026.

Melalui skema tersebut, penyelenggara berupaya menghadirkan jalur pembinaan yang berkesinambungan bagi pesepak bola putri dari berbagai kelompok usia. Langkah tersebut juga dimaksudkan agar pemain yang telah menyelesaikan pembinaan pada kategori usia tertentu tetap memiliki kesempatan melanjutkan proses pengembangan di jenjang berikutnya.

Teddy menuturkan bahwa Hydroplus Soccer League akan menggunakan format kompetisi penuh double round-robin untuk kategori U-15 dan U-18. Kompetisi tersebut sekaligus menjadi sarana pemantauan bakat bagi pemain yang berpotensi memperkuat tim pada ajang berikutnya.

“Melalui Hydroplus Soccer League, para pemain U-15 dan U-18 akan bertanding dalam format liga penuh double round-robin. Dari liga ini, tim pencari bakat akan menjaring talenta terbaik untuk membentuk dua tim nasional putri U-16 yang akan berlaga di Srikandi Merdeka Cup melawan tim-tim dari tujuh negara peserta,” jelasnya.

Mendorong Keberlanjutan Pembinaan Sepak Bola Putri

Program pembinaan yang mencakup kelompok usia 8 tahun, 10 tahun, 12 tahun, 15 tahun, hingga 18 tahun tersebut dirancang untuk menghadirkan kesinambungan dalam proses pengembangan atlet sepak bola putri. Menurut Teddy, keberadaan jenjang pembinaan yang berkelanjutan menjadi salah satu aspek penting dalam membangun ekosistem sepak bola putri sejak usia dini.

Ia menilai bahwa program yang terintegrasi dapat memberikan ruang bagi pemain untuk terus berkembang sesuai kelompok usia masing-masing. Dengan demikian, proses pembinaan tidak berhenti setelah atlet menyelesaikan satu jenjang kompetisi.

Selain berfokus pada pengembangan pemain, penyelenggara juga berharap ekosistem yang terbentuk dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pihak.

“Keberadaan ekosistem yang terintegrasi ini juga diharapkan mampu menarik minat lebih banyak pihak swasta maupun korporasi untuk turut berkontribusi memajukan sepak bola putri nasional,” ungkap Teddy.

Melalui penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026, Kudus kembali menjadi pusat kegiatan sepak bola putri usia dini yang mempertemukan pemain dari berbagai daerah di Indonesia. Turnamen ini sekaligus menjadi langkah awal dari rangkaian Women’s Soccer Trilogy 2026 yang dirancang untuk menghadirkan jalur pembinaan berkelanjutan bagi pesepak bola putri di berbagai kelompok usia. (FTR/mainkekdus)

MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026 Jadi Ajang Pembuktian Talenta Terbaik Sepak Bola Putri Usia Dini | Main ke Kudus