

Nobar Piala Dunia 2026 di Kudus Disambut Antusias, Dongkrak Aktivitas UMKM dan Himpun Ribuan Pecinta Sepak Bola
KUDUS – Antusiasme masyarakat terhadap gelaran Piala Dunia 2026 terlihat jelas di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Ribuan warga memadati kawasan Alun-alun Simpang Tujuh untuk mengikuti kegiatan nonton bareng (nobar) yang digelar di pusat kota. Euforia pesta sepak bola dunia tersebut tidak hanya menghadirkan suasana meriah bagi para penggemar olahraga, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar lokasi acara.

Sejak Sabtu sore (13/06/2026) hingga Minggu dini hari (14/06/2026), kawasan Alun-alun Simpang Tujuh dipenuhi pengunjung yang datang untuk menyaksikan pertandingan bersama melalui layar besar. Warga dari berbagai wilayah di Kudus maupun daerah sekitar tampak berkumpul guna menikmati atmosfer Piala Dunia yang berlangsung setiap empat tahun sekali.
Kehadiran ribuan pengunjung menjadi peluang bagi para pedagang kaki lima dan pelaku UMKM yang membuka lapak di sekitar area nobar. Beragam produk kuliner dan minuman ditawarkan kepada pengunjung yang menghabiskan waktu berjam-jam di lokasi sambil menunggu maupun menyaksikan pertandingan.

Salah satu pelaku UMKM yang merasakan dampak positif dari penyelenggaraan nobar tersebut adalah Restu, pedagang kopi lokal khas Pegunungan Muria. Menurutnya, kegiatan nobar Piala Dunia menjadi momentum yang membantu meningkatkan penjualan produk kopi yang ia tawarkan.

“Kami sangat terbantu dengan adanya event nobar Piala Dunia ini. Ini menjadi pasar tersendiri bagi pelaku UMKM kopi. Apalagi momennya pas, banyak anak muda yang nongkrong dan menikmati kopi,” ujar Restu, Sabtu (13/06/2026).
Ia mengungkapkan bahwa omset penjualannya mengalami peningkatan hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa. Tidak hanya kopi yang diseduh langsung di lokasi, penjualan kopi bubuk kemasan juga mengalami peningkatan selama berlangsungnya kegiatan nobar.
Menurut Restu, banyak pengunjung membeli kopi kemasan untuk dijadikan oleh-oleh maupun persediaan untuk dinikmati saat menonton pertandingan di rumah. Bahkan, terdapat pula pesanan yang dikirim ke luar kota.
“Banyak juga yang pesan untuk dikirim ke luar kota. Ini berkah Piala Dunia,” katanya.
Peningkatan aktivitas ekonomi juga dirasakan oleh pedagang makanan di sekitar kawasan Simpang Tujuh. Solahudin, pedagang bakso keliling yang biasa berjualan di area tersebut, mengaku memperoleh tambahan penghasilan selama berlangsungnya kegiatan nobar.

Menurut Solahudin, makanan hangat menjadi salah satu pilihan pengunjung yang datang untuk menghabiskan waktu menunggu pertandingan maupun saat menyaksikan jalannya laga.
“Alhamdulillah, ada tambahan rezeki. Banyak pengunjung yang mencari makan di sini sebelum atau saat nobar berlangsung,” ungkapnya.
Selain memberikan dampak ekonomi bagi para pelaku usaha, kegiatan nobar juga menjadi ajang berkumpulnya para pecinta sepak bola dari berbagai daerah. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang rela datang sejak dini hari bahkan menghabiskan malam di lokasi untuk mengikuti seluruh rangkaian acara.
Salah seorang penggemar sepak bola, Sirril Wafa (20), mengaku datang ke Alun-alun Simpang Tujuh sejak pagi buta bersama rekannya agar tidak melewatkan momen nobar Piala Dunia 2026.

“Tadi saya sampai sekitar pukul 05.10 WIB. Saat itu pertandingan Brasil melawan Maroko sudah berlangsung. Terima kasih kepada panitia dan Pemkab Kudus yang telah menyelenggarakan acara ini,” ujarnya.
Sebagai pendukung tim nasional Spanyol, Sirril menilai kegiatan nobar menjadi wadah yang positif bagi para pecinta sepak bola untuk berkumpul dan menikmati pertandingan secara bersama-sama.
Menurutnya, tingginya minat masyarakat terhadap sepak bola menjadikan kegiatan seperti ini mendapat sambutan yang besar. Ia juga menilai antusiasme yang terlihat selama pelaksanaan nobar mencerminkan besarnya kecintaan masyarakat Indonesia terhadap olahraga tersebut.

Sirril berharap pembinaan sepak bola nasional, termasuk kompetisi liga domestik, dapat terus ditingkatkan agar perkembangan sepak bola Indonesia semakin baik di masa mendatang.
Selain itu, ia menyoroti sejumlah hasil pertandingan yang menurutnya menarik selama gelaran Piala Dunia 2026. Beberapa tim yang sebelumnya diunggulkan tidak berhasil melaju lebih jauh, sementara tim lain mampu menunjukkan performa yang melampaui perkiraan.
“Ada beberapa tim besar yang tidak lolos. Itu menunjukkan persaingan sepak bola semakin ketat. Pertandingan tadi juga menarik karena Maroko sempat unggul lebih dulu sebelum Brasil menyamakan kedudukan lewat gol Vinicius Junior,” katanya.
Sirril berharap kegiatan nobar tidak hanya dilaksanakan selama fase awal turnamen, tetapi juga dapat kembali digelar ketika pertandingan final berlangsung.
“Kalau bisa final juga diadakan nobar karena itu puncak dari seluruh rangkaian Piala Dunia. Saya yakin antusias masyarakat akan lebih besar lagi,” tambahnya.
Antusiasme serupa ditunjukkan oleh Agus Himawan, warga Kecamatan Kaliwungu yang merupakan pendukung tim nasional Prancis. Agus mengaku telah berada di kawasan Alun-alun Simpang Tujuh sejak Sabtu (13/06/2026) malam untuk mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang disiapkan panitia.

Ia mengatakan bahwa kecintaannya terhadap sepak bola menjadi alasan utama dirinya rela begadang hingga pagi hari demi menyaksikan pertandingan-pertandingan yang ditayangkan melalui kegiatan nobar tersebut.
“Saya sudah berada di sini sejak malam. Mulai menikmati hiburan musik yang disiapkan panitia, kemudian dilanjutkan menonton pertandingan hingga pagi,” tuturnya.
Agus mengaku tidak ingin melewatkan pertandingan Qatar melawan Swiss yang berlangsung pada dini hari. Setelah itu, ia juga menyaksikan laga Brasil kontra Maroko yang digelar pada pagi hari.
Menurutnya, kegiatan nobar memberikan ruang bagi para pecinta sepak bola untuk berkumpul sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga yang memiliki minat yang sama terhadap olahraga tersebut.
“Saya memang hobi mengikuti sepak bola. Kebetulan ada nobar di Alun-alun, jadi saya sangat senang bisa ikut merasakan suasananya. Apalagi Piala Dunia hanya berlangsung empat tahun sekali,” katanya.
Ia pun berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar ketika partai final berlangsung sehingga masyarakat dapat menikmati puncak kemeriahan Piala Dunia secara bersama-sama.
“Menurut saya kegiatan seperti ini sangat positif. Semoga nanti saat final juga ada nobar lagi agar suasananya semakin meriah,” pungkasnya.
Tidak hanya warga Kudus yang hadir dalam kegiatan tersebut. Sejumlah pengunjung dari daerah sekitar juga datang untuk merasakan atmosfer nobar di pusat kota. Salah satunya adalah Abror, warga asal Demak, yang mengaku sengaja datang bersama teman-temannya untuk menyaksikan pertandingan di Alun-alun Simpang Tujuh.

Menurut Abror, suasana nobar di Kudus menjadi daya tarik tersendiri karena menghadirkan keramaian dan pengalaman menonton bersama yang berbeda dibandingkan di daerah asalnya.
“Saya bersama teman-teman sengaja datang ke sini. Memilih di sini karena suasananya lebih ramai dan seru dibandingkan di daerah asal saya yang tidak menggelar nobar dengan layar besar,” jelas Abror.
Kehadiran pengunjung dari luar daerah menunjukkan bahwa kegiatan nobar Piala Dunia mampu menarik masyarakat untuk datang ke Kudus dan berpartisipasi dalam berbagai aktivitas yang berlangsung di sekitar lokasi acara.

Rangkaian kegiatan nobar yang dipusatkan di Alun-alun Simpang Tujuh tidak hanya menjadi sarana hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi bagi para pelaku UMKM yang berjualan di sekitar lokasi. Tingginya jumlah pengunjung memberikan peluang peningkatan penjualan bagi pedagang kopi, makanan, maupun usaha kecil lainnya.

Di sisi lain, kegiatan tersebut juga menjadi wadah bagi para pecinta sepak bola untuk menikmati pertandingan bersama serta merasakan atmosfer Piala Dunia secara langsung di tengah keramaian masyarakat. Antusiasme yang ditunjukkan warga sejak malam hingga dini hari memperlihatkan besarnya minat masyarakat terhadap turnamen sepak bola dunia tersebut dan harapan agar kegiatan nobar dapat kembali digelar pada pertandingan-pertandingan berikutnya, termasuk partai final. (iwhan/hasyim/mkk)