

Para Atlet HYDROPLUS Soccer League All Stars Terkesan dengan Keramahan dan Kehangatan Kudus
KUDUS — Bagi para atlet muda yang datang ke HYDROPLUS Soccer League All Stars 2025/2026, perjalanan menuju Kudus bukan sekadar perpindahan dari satu kota ke kota lain. Mereka datang membawa harapan, target, sekaligus tanggung jawab membela tim masing-masing. Namun, sebelum seluruh perhatian tertuju pada pertandingan, mereka lebih dulu berkenalan dengan sebuah kota yang akan menjadi rumah sementara selama turnamen berlangsung.

Bagi Safira Khoirun Nisa, pemain U-15 Tangsel FC, kesan pertama tentang Kudus justru hadir jauh sebelum dirinya menginjak lapangan pertandingan. Di sela waktu persiapan, ia menyempatkan diri berjalan-jalan ke Alun-alun Kudus. Dari pengalaman sederhana itu, Safira menemukan suasana kota yang berbeda dari bayangannya.

Jalanan yang bersih, lingkungan yang tertata, serta banyaknya jajanan yang mudah ditemui menjadi hal pertama yang membekas dalam ingatannya. “Kudus kotanya bagus, bersih, dan banyak jajanan,” ujarnya.
Yang membuat pengalaman itu terasa semakin berkesan adalah kehadiran sang ayah yang mendampinginya selama turnamen. Bagi Safira, dukungan keluarga menjadi penyemangat sekaligus membuat proses beradaptasi di kota yang baru terasa jauh lebih mudah. “Karena ayah ada disini,” katanya sambil tersenyum.
Pengalaman Safira menjadi gambaran kecil tentang perjalanan para atlet muda yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka memang hadir untuk bersaing, tetapi pada saat yang sama juga belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, mengenal kota yang sebelumnya asing, dan membangun rasa nyaman sebelum pertandingan dimulai.
Perasaan serupa juga dirasakan Yuri Maheswari Wijaya, atlet Samba Persada U-18. Kunjungan pertamanya ke Kota Kretek meninggalkan kesan yang menyenangkan. Selain stadion yang representatif, keramahan masyarakat justru menjadi hal yang paling membekas baginya.
“Ini pertama kali saya datang ke Kudus. Kotanya bagus, bersih, stadionnya juga bagus,” bebernya.

Suasana yang hangat membuat Yuri lebih cepat merasa betah menjalani hari-harinya selama turnamen. Setelah mulai mengenal lingkungan sekitar, kini fokusnya sepenuhnya tertuju pada target yang ingin dicapai bersama tim. “Sekarang kami ingin fokus membawa tim menjadi juara,” ucap gadis yang mengidolakan Lionel Messi itu.
Kesempatan mengenal Kudus juga dinikmati Kapten Jakarta Putri U-18, Rengganis Wijanarto. Di tengah padatnya agenda turnamen, ia bersama rekan-rekannya berkesempatan mengunjungi Menara Kudus dan PB Djarum. Baginya, mengikuti kompetisi nasional bukan hanya soal bertanding, tetapi juga menjadi kesempatan mengenal kota yang sebelumnya belum pernah ia datangi.
“Kemarin kami sempat jalan-jalan ke Menara Kudus dan PB Djarum,” ucapnya pada Minggu (5/7/2026).

Proses penyesuaian itu tidak hanya dirasakan para pemain. Di balik setiap sesi latihan, tim pelatih juga terus memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai rencana agar para atlet mampu tampil maksimal sejak pertandingan pertama.

Pelatih Tangsel FC U-15, Muhamad Heru, menilai kemampuan beradaptasi menjadi salah satu bekal penting bagi timnya. Menurutnya, kondisi cuaca di Kudus tidak jauh berbeda dengan Tangerang Selatan sehingga proses penyesuaian berlangsung relatif cepat.
“Untuk hari pertama di Kudus kita fokus dengan kondisi di sini. Cuaca di Tangsel dengan di Kudus tidak jauh berbeda, jadi menurut saya kita bisa beradaptasi,” jelasnya.
Tahap adaptasi tersebut kemudian berlanjut di Supersoccer Arena. Sehari sebelum pertandingan dimulai, seluruh peserta mendapat kesempatan menjalani official training. Bagi sebagian atlet, sesi ini bukan sekadar waktu untuk menyentuh bola atau mencoba rumput lapangan, melainkan kesempatan mengenali arena yang dalam beberapa hari ke depan akan menjadi saksi perjuangan mereka.
Program Manager HYDROPLUS Soccer League, Rijki Kurniawan, mengatakan seluruh tim memang diberikan kesempatan yang sama untuk memanfaatkan sesi tersebut sebagai tahap akhir persiapan.
“H-1 sebelum matchday kami memberikan kesempatan kepada seluruh tim untuk berlatih. Mereka sudah mempersiapkan diri selama beberapa pekan terakhir, sehingga official training menjadi momen untuk mengenal lapangan sekaligus memastikan seluruh persiapan benar-benar matang,” jelasnya.

HYDROPLUS Soccer League All Stars 2025/2026 mempertemukan 16 tim terbaik kategori U-15 dan U-18 yang merupakan juara dan runner-up regional Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Selama 5 hingga 12 Juli 2026, para atlet muda tersebut menjalani rangkaian pertandingan di Supersoccer Arena Kudus. Di sela kompetisi, mereka juga memiliki kesempatan mengenal kota yang menjadi tuan rumah, mulai dari suasananya, masyarakatnya, hingga berbagai pengalaman yang mereka temui selama berada di Kudus.
Pada akhirnya, turnamen ini bukan hanya menjadi ruang untuk menguji kemampuan di atas lapangan. Jauh dari keluarga dan daerah asal, para atlet juga belajar beradaptasi dengan lingkungan baru, membangun kebersamaan dengan rekan setim, serta menikmati pengalaman yang tidak selalu mereka dapatkan dalam setiap kompetisi.
Ketika rangkaian pertandingan berakhir nanti, yang mereka bawa pulang bukan hanya catatan hasil di papan skor atau klasemen. Ada pula kenangan tentang sebuah kota yang mereka kenal melalui jalan-jalannya yang bersih, keramahan masyarakatnya, fasilitas olahraga yang mendukung, dan suasana yang membuat mereka merasa diterima selama mengikuti HYDROPLUS Soccer League All Stars 2025/2026.
Seluruh pertandingan HYDROPLUS Soccer League All Stars 2025/2026 dapat disaksikan secara langsung melalui kanal YouTube dan TikTok HYDROPLUS Soccer League.
(ITN/JMY/DN/BRO/mainkekudus)