

Rela Menempuh Perjalanan Ratusan Kilometer Demi Mendukung Anak Bertanding
KUDUS – Perjalanan menuju SuperSoccer Arena (SSA) Kudus bagi sebagian orang tua tidak sekadar perjalanan untuk menyaksikan pertandingan sepak bola. Mereka rela menempuh ratusan hingga ribuan kilometer demi mendampingi anak-anak yang tengah mengejar mimpi di MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All Stars 2026. Kehadiran mereka bukan hanya menjadi penyemangat di tribun, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi geliat ekonomi lokal selama turnamen berlangsung.

Memasuki matchday kedua fase grup, Rabu (24/6/2026), tribun SSA mulai dipenuhi orang tua, keluarga, dan pendukung dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka datang untuk memberikan dukungan langsung kepada para pemain yang memperkuat 12 tim All Stars hasil seleksi MilkLife Soccer Challenge dari berbagai kota.
Sorak sorai dari tribun mengiringi setiap pertandingan. Di balik semangat yang terdengar sepanjang laga, tersimpan kisah perjalanan keluarga yang rela meluangkan waktu, tenaga, dan biaya agar dapat mendampingi anak-anak mereka tampil di salah satu ajang pembinaan sepak bola putri usia dini tersebut.
Salah satunya Nina Novita asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Bersama suami dan anggota keluarga lainnya, ia datang langsung ke Kudus untuk mendampingi putrinya, Adelia Safira, yang mengikuti MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026.

Perjalanan itu dimulai sejak Senin (22/6/2026). Nina memilih menggunakan kapal agar dapat menyaksikan langsung putrinya bertanding.
“Saya datang sejak tanggal 22 naik kapal untuk mendampingi anak bertanding. Di sini banyak kegiatan yang mendukung anak-anak,” ucapnya.
Menurut Nina, MilkLife Soccer Challenge All Stars tidak hanya memberikan pengalaman bertanding bagi para pemain, tetapi juga menghadirkan berbagai aktivitas yang membuat keluarga merasa nyaman selama berada di Kudus.
“Harapannya sepak bola putri Indonesia semakin maju melalui pembinaan sejak usia dini seperti ini,” imbuhnya.
Perasaan bangga juga dirasakan Eni Suharnani, orang tua Ainun Fitriani, penjaga gawang All Stars Surabaya. Bersama nenek, kakak, dan adik Ainun, ia datang ke Kudus untuk memberikan dukungan secara langsung.

“Yang pasti senang dan bangga. Kami datang sejak Selasa bersama nenek, kakak, dan adiknya. Kesempatan seperti ini tidak datang dua kali, jadi kami ingin memberikan dukungan penuh,” katanya.
Menurut Eni, perjalanan Ainun menuju MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026 melalui proses yang panjang. Sejak kecil, Ainun aktif mengikuti berbagai kegiatan olahraga sebelum akhirnya menekuni sepak bola melalui MilkLife Soccer Challenge.
“Kalau anak memiliki potensi tentu harus didukung. Kami rela jauh-jauh dari Surabaya ke Kudus untuk mendampinginya. Harapan kami, anak-anak yang memiliki bakat bisa terus berkembang dan suatu saat mampu mencapai level yang lebih tinggi, bahkan membela tim nasional Indonesia,” tuturnya.
Usai pertandingan selesai, sebagian besar keluarga tidak langsung meninggalkan stadion. Area food court menjadi tempat berkumpul sambil menunggu jadwal pertandingan berikutnya. Berbagai tenant UMKM yang menjajakan makanan dan minuman ramai didatangi pengunjung, menciptakan suasana yang hangat di tengah padatnya agenda kompetisi.

Dian Himawati, pengunjung asal Banyumanik, Semarang, mengaku aktivitas berburu kuliner menjadi bagian dari pengalaman mendampingi putrinya yang tergabung dalam All Stars Semarang.
“Habis nonton anak bertanding, aktivitas kami ya berburu kuliner. Tadi saya beli kentang goreng dan sosis untuk ‘nambah amunisi’. Menurut saya, gorengan hangat di sini juara, sementara anak-anak sangat favorit dengan kentang goreng dan baksonya,” ungkap Dian.
Menurut Dian, keberadaan tenant UMKM beserta fasilitas seperti kursi dan payungan membuat keluarga merasa lebih nyaman menghabiskan waktu di kawasan stadion.
“Tempatnya nyaman, ada kursi dan payungan, membuat kita betah menunggu jadwal tanding berikutnya,” lanjutnya.

Pengalaman serupa dirasakan Anti, pengunjung asal Semarang. Ia menilai konsep yang memadukan pertandingan olahraga dengan kawasan kuliner memberikan kenyamanan bagi keluarga yang mendampingi atlet.
“Sangat keren. Kita bisa santai sambil makan, dan ini sangat membantu UMKM kecil di sekitar sini. Anak-anak pun tidak bosan karena selain makan, mereka bisa menikmati fasilitas lain,” ujarnya.
Menurut Anti, keberadaan playground dan fasilitas permainan membuat seluruh anggota keluarga dapat menikmati waktu bersama selama berada di SSA.


“Keluarga saya ikut semua. Kakaknya main di lapangan, adiknya bisa menikmati playground dan fasilitas game seru yang tersedia. Ini membuat orang tua bisa tenang mendampingi anak sambil bersantai,” tambahnya.
Ramainya pengunjung turut dirasakan para pelaku UMKM. Siti, pemilik tenant “Howjek”, mengaku penjualan meningkat signifikan selama penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026.
“Penjualan hari ini luar biasa. Gorengan menjadi menu paling dicari, matang langsung habis diserbu. Nasi bungkus dengan berbagai varian lauk juga laris manis,” tutur Siti.
Lonjakan pembeli paling terasa saat jeda pertandingan. Bahkan stok yang dibawa sejak pagi harus kembali ditambah.
“Pagi tadi saja saya bawa stok 60 porsi, dan harus menambah lagi. Jika dibandingkan hari biasa, saat ada event seperti ini, omzet bisa meningkat dua sampai tiga kali lipat. Alhamdulillah,” pungkasnya.
MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026 yang berlangsung pada 23–28 Juni 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi 12 tim All-Stars untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Kehadiran keluarga dari berbagai daerah turut menciptakan suasana yang hidup di kawasan stadion sekaligus memberikan dampak bagi pelaku UMKM yang melayani kebutuhan para pengunjung.

Meningkatnya jumlah penonton di tribun menunjukkan besarnya dukungan keluarga terhadap perkembangan sepak bola putri. Pada saat yang sama, aktivitas para keluarga di area food court dan fasilitas pendukung lainnya ikut menggerakkan roda ekonomi di sekitar stadion. Dengan demikian, penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026 menghadirkan manfaat yang dirasakan tidak hanya oleh para atlet muda, tetapi juga oleh keluarga, pelaku UMKM, dan masyarakat yang terlibat selama turnamen berlangsung. (JMY/mainkekudus)