

Sapphire Boutique Hotel Hadirkan Pengalaman Unik bagi Timnas Putri U-16 Singapura dan Arab Saudi
KUDUS – Bagi peserta Caffino Srikandi Merdeka Cup 2026 yang datang dari luar negeri, pengalaman selama mengikuti turnamen tidak hanya berlangsung di lapangan. Selama berada di Kudus, mereka juga menjalani berbagai aktivitas di luar pertandingan, termasuk beristirahat dan mempersiapkan diri untuk agenda berikutnya.
Sapphire Boutique Hotel Kudus menjadi salah satu hotel yang menerima rombongan peserta dan official dari Singapura, Arab Saudi, serta Indonesia selama turnamen berlangsung. Kehadiran rombongan olahraga internasional membuat hotel perlu menyiapkan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan para tamu.


Persiapan tersebut dilakukan bahkan sebelum rombongan tiba di Kudus. Sejumlah official lebih dahulu melakukan survei sejak akhir Juli untuk memastikan kebutuhan selama berada di hotel dapat dipersiapkan.
Food and Beverage Manager Hotel Sapphire Kudus, Andri Santoso, mengatakan pihak hotel membenahi sejumlah kamar sebelum digunakan para tamu. Penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan rombongan yang akan tinggal selama turnamen berlangsung.

“Untuk menghadapi event ini, pertama kita memperbaiki dan membenahi kamar supaya lebih nyaman untuk tamu-tamu, apalagi yang datang dari berbagai negara,” kata Andri.
Selama penyelenggaraan turnamen, seluruh 93 kamar Sapphire Boutique Hotel Kudus terisi penuh. Sekitar 110 atlet dan official dari tiga negara menginap di hotel tersebut, dengan durasi tinggal yang mencapai hingga dua minggu sejak awal Agustus 2026.

Durasi tinggal tersebut membuat persiapan hotel berbeda dibandingkan ketika menerima tamu yang hanya menginap satu atau dua malam. Selain memastikan kamar siap digunakan, sejumlah kamar juga disesuaikan untuk kebutuhan penyimpanan barang rombongan.
Bagi Sapphire, persiapan menerima rombongan olahraga internasional menjadi langkah awal untuk menghadirkan pengalaman menginap yang sesuai dengan aktivitas peserta. Jadwal pertandingan dan masa tinggal yang cukup panjang membuat kebutuhan mereka perlu diperhatikan sejak sebelum kedatangan.
Persiapan kamar kemudian menjadi awal dari berbagai penyesuaian pelayanan yang diberikan selama rombongan berada di Kudus. Makanan, komunikasi, hingga interaksi dengan staf menjadi bagian lain dari pengalaman yang akan mereka temui selama menginap.

Dengan persiapan tersebut, Sapphire tidak sekadar menerima rombongan yang datang untuk bertanding. Hotel juga menyediakan layanan yang dapat mengikuti kebutuhan tamu dari berbagai negara selama menjalani rangkaian Caffino Srikandi Merdeka Cup 2026.
Layanan Menyesuaikan Kebutuhan Setiap Tim
Pengalaman para tamu internasional di Sapphire Boutique Hotel juga dibentuk melalui pelayanan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing rombongan. Perbedaan kebiasaan dan latar belakang membuat kebutuhan peserta dari satu negara dengan negara lainnya tidak selalu sama.
Salah satu yang mendapat perhatian adalah makanan. Jadwal pertandingan membuat waktu makan menjadi bagian penting dari rutinitas atlet, baik sebelum maupun setelah pertandingan. Kebutuhan konsumsi setiap rombongan pun dapat berbeda.

Hal tersebut paling terasa ketika Sapphire melayani rombongan dari Arab Saudi. Pihak hotel mendatangkan chef dari Arab untuk menyiapkan makanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
“Khusus untuk makanan mereka, kita mendatangkan chef langsung dari Arab untuk membuatkan makanan mereka,” ujar Food and Beverage Manager Hotel Sapphire Kudus, Andri Santoso.
Penyesuaian juga dilakukan dalam komunikasi. Hotel menyiapkan penerjemah untuk membantu komunikasi antara rombongan dan staf, termasuk ketika chef bekerja menyiapkan makanan. Penerjemah juga membantu saat rombongan menggunakan ruang pertemuan, sehingga kebutuhan dan informasi dapat disampaikan dengan lebih jelas.
Sementara itu, komunikasi dengan rombongan dari Singapura relatif lebih mudah. Bahasa Melayu dan Inggris dapat digunakan dalam percakapan sehari-hari sehingga staf tidak menghadapi hambatan komunikasi sebesar ketika melayani tamu dengan bahasa yang berbeda.
Perbedaan tersebut membuat pelayanan tidak bisa sepenuhnya menggunakan pola yang sama untuk setiap tim. Sapphire perlu memahami kebutuhan masing-masing rombongan dan menyesuaikan layanan selama mereka berada di hotel.
Bagi para tamu, penyesuaian seperti mendatangkan chef dari Arab dan menyediakan penerjemah membantu aktivitas mereka berjalan lebih nyaman. Bagi Sapphire, pengalaman tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pelayanan yang mengikuti kebutuhan tamu internasional, bukan sekadar mengandalkan layanan yang sama untuk semua rombongan.
Saat Hotel Menjadi Ruang Pertukaran Budaya
Pengalaman para tamu internasional di Sapphire tidak hanya terbentuk dari layanan yang mereka terima. Interaksi dengan staf menjadi bagian lain dari keseharian mereka selama berada di Kudus.
Hesti Noviyanti, resepsionis Hotel Sapphire, termasuk staf yang berinteraksi langsung dengan para peserta. Baginya, melayani tamu dari berbagai negara memberikan pengalaman berbeda dari rutinitas pelayanan sehari-hari.

“Senang dan bahagia karena bisa melayani dari berbagai negara. Kita bisa lebih mengenal budaya mereka, terutama makanan, bahasa, dan oleh-oleh,” ungkap Hesti.
Beberapa tamu dari Singapura dan Arab Saudi juga bertanya mengenai Kudus, mulai dari tempat yang dapat dikunjungi hingga budaya yang mereka temui selama berada di daerah tersebut. Ketika ada hal yang belum dipahami, mereka biasanya langsung bertanya kepada Hesti.
“Kalau mereka tidak tahu, biasanya langsung bertanya kepada saya sebagai resepsionis,” katanya.
Bagi Hesti, interaksi tersebut menjadi kesempatan untuk mengenal kebiasaan dan budaya tamu dari negara lain. Sebaliknya, bagi peserta, percakapan dengan staf menjadi salah satu cara mendapatkan informasi tentang kota yang mereka kunjungi.
Pengalaman lintas budaya itu kemudian hadir dalam bentuk lain pada 18 Agustus 2026. Timnas Putri U-16 Singapura dan Arab Saudi berkesempatan menyaksikan penampilan Tim Eduwisata SMK Raden Umar Said (RUS) Kudus di Sapphire Boutique Hotel Kudus.

Tim Eduwisata RUS Kudus membawakan musik angklung, rebana, dan musik modern. Para atlet kemudian berkesempatan mencoba alat musik tradisional tersebut. Mereka bergantian memainkan angklung sambil berbincang dan menghabiskan waktu bersama rekan satu tim.
Bagi peserta, mencoba alat musik tradisional memberikan kegiatan berbeda di antara jadwal latihan dan pertandingan. Para atlet terlihat antusias mencoba alat musik yang terbuat dari bambu tersebut. Timnas Putri U-16 Singapura juga mengabadikan momen itu melalui foto bersama siswa Raden Umar Said.


Kegiatan tersebut tidak tercantum dalam jadwal pertandingan. Namun, melalui aktivitas sederhana di sela waktu luang, para peserta mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan orang-orang di Kudus sekaligus mengenal salah satu unsur budaya lokal.

Bagi Sapphire, momen tersebut menjadi bagian dari pengalaman yang dihadirkan kepada tamu internasional. Interaksi antara staf, atlet, dan siswa lokal mempertemukan para peserta dengan sisi Kudus yang tidak mereka temui ketika berada di lapangan.
Pengalaman Atlet di Luar Lapangan
Bagi para atlet, waktu di hotel menjadi bagian dari rutinitas selama turnamen. Setelah menjalani pertandingan, mereka kembali ke hotel untuk beristirahat, makan, melakukan pemulihan, atau menghabiskan waktu bersama rekan satu tim sebelum menghadapi agenda berikutnya.
Klarisa Putri Kurniawan, gelandang Timnas Indonesia Putri Nusantara asal Surabaya, menjadi salah satu pemain yang menginap di Sapphire selama turnamen. Kedatangannya ke Kudus bukan yang pertama, tetapi Caffino Srikandi Merdeka Cup menjadi pengalaman pertamanya tinggal di hotel tersebut.

“Hotel Sapphire bagus banget. Pelayanannya sangat baik,” ujar pemain berusia 15 tahun itu.
Selama menginap, Klarisa menggunakan waktu di hotel untuk makan, beristirahat, dan melakukan aktivitas bersama rekan satu tim. Spaghetti menjadi salah satu menu yang disukainya.
Kolam renang juga menjadi fasilitas yang digunakan Klarisa di sela-sela agenda pertandingan. Ia setidaknya dua kali berenang, termasuk setelah menjalani ice bath dan seusai pertandingan.

Kolam renang Hotel Sapphire Boutique Kudus turut digunakan sebagai tempat ice bath bagi peserta Caffino Srikandi Merdeka Cup 2026. Fasilitas tersebut mendukung kebutuhan peserta untuk memulihkan kondisi di antara rangkaian pertandingan.
Bagi pemain yang sebagian besar waktunya diisi dengan latihan dan pertandingan, aktivitas sederhana seperti berenang juga menjadi kesempatan untuk bersantai bersama rekan satu tim.
“Bisa main bareng-bareng sama teman juga,” katanya.
Bagi Klarisa, makan, berenang, dan berkumpul bersama teman menjadi bagian dari pengalaman selama mengikuti turnamen. Sementara bagi Sapphire, fasilitas dan ruang yang tersedia memberi kesempatan bagi para atlet untuk menjalani waktu di luar pertandingan dengan lebih nyaman.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa waktu atlet selama turnamen tidak sepenuhnya diisi dengan agenda kompetisi. Ada jeda yang mereka gunakan untuk beristirahat, memulihkan kondisi, menikmati makanan, atau sekadar menghabiskan waktu bersama teman. Di Sapphire, aktivitas sederhana itu menjadi bagian dari pengalaman mereka selama berada di Kudus.
Pengalaman Menginap Menjadi Kesempatan Mengenal Kudus
Bagi peserta yang datang dari luar daerah, kesempatan mengenal kota tuan rumah tidak selalu hadir melalui agenda resmi turnamen. Pengalaman tersebut dapat muncul dari hal-hal sederhana yang mereka temui selama menjalani keseharian, termasuk ketika berinteraksi dengan orang-orang di tempat mereka menginap.
Klarisa, misalnya, telah beberapa kali datang ke Kudus. Namun, selama mengikuti Caffino Srikandi Merdeka Cup 2026, ia belum sempat mencicipi makanan khas daerah tersebut. Ia masih berharap memiliki kesempatan mencoba kuliner Kudus sebelum meninggalkan kota.
Keinginan sederhana itu menunjukkan bahwa pengalaman mengenal daerah dapat tumbuh dari percakapan dan rekomendasi selama peserta berada di hotel. Hal serupa terlihat dari interaksi Hesti dengan tamu internasional yang bertanya mengenai tempat dan budaya di Kudus.
Bagi Sapphire, interaksi tersebut menjadi bagian dari pengalaman menerima tamu dari berbagai negara. Peserta datang dengan agenda utama bertanding, tetapi selama berada di hotel mereka juga memiliki kesempatan untuk berkomunikasi dengan staf, mencoba sesuatu yang baru, dan mengenal unsur lokal yang hadir di sekitar mereka.
Menurut Andri, penyelenggaraan kegiatan olahraga dan acara perusahaan dapat membawa orang dari luar daerah untuk tinggal selama beberapa hari di Kudus. Kehadiran mereka kemudian menciptakan kebutuhan terhadap akomodasi dan layanan selama kegiatan berlangsung.
“Harapan saya event-event seperti ini bisa diadakan setiap tahun. Kudus ini meskipun kabupaten, dari segi event nasional maupun internasional sangat mumpuni,” ujarnya.
Caffino Srikandi Merdeka Cup 2026 pun menjadi pengalaman tersendiri bagi Sapphire dalam menerima rombongan olahraga internasional. Timnas Putri U-16 Singapura dan Arab Saudi tidak hanya mendapatkan layanan selama menginap, tetapi juga menemukan pengalaman yang muncul dari interaksi dengan staf, fasilitas hotel, serta pertemuan dengan unsur budaya lokal.
Pada akhirnya, pengalaman mengikuti turnamen tidak hanya terbentuk dari pertandingan yang mereka jalani. Ada momen makan, beristirahat, berenang, berbincang dengan staf, mencoba angklung, hingga bertanya tentang Kudus yang ikut menjadi bagian dari perjalanan mereka.
Bagi Sapphire Boutique Hotel Kudus, kehadiran para tamu internasional menjadi kesempatan untuk menghadirkan hospitality yang lebih dari sekadar layanan menginap. Melalui pelayanan yang disesuaikan dan interaksi yang terbangun selama mereka berada di hotel, Sapphire turut menjadi bagian dari pengalaman para peserta mengenal Kudus. (OEB/mainkekudus)