

Supersoccer Arena Kudus Jadi Tempat Pembinaan Atlet Muda Indonesia
KUDUS – Sebuah stadion biasanya dikenal sebagai tempat pertandingan berlangsung. Atlet datang untuk bertanding, penonton memenuhi tribun, lalu arena kembali lengang setelah kompetisi usai. Namun, Supersoccer Arena Kudus memiliki peran yang berkembang lebih jauh dari sekadar menjadi lokasi pertandingan.
Di arena inilah ribuan atlet muda dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul untuk mengikuti berbagai program pembinaan dan kejuaraan olahraga. Mereka datang dengan tujuan yang sama, yakni mengukur kemampuan, menambah pengalaman bertanding, sekaligus belajar menghadapi persaingan bersama atlet-atlet lain dari berbagai daerah.
Bagi sebagian atlet, Supersoccer Arena menjadi tempat pertama mereka merasakan atmosfer kompetisi berskala nasional. Ada yang datang dengan rasa gugup, ada yang pulang membawa medali, dan ada pula yang harus menerima hasil yang belum sesuai harapan. Meski begitu, setiap pertandingan menjadi bagian dari proses belajar yang tidak berhenti ketika peluit panjang dibunyikan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Supersoccer Arena menjadi lokasi berbagai agenda pembinaan yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation. Mulai dari MilkLife Soccer Challenge, HYDROPLUS Soccer League All Stars, MilkLife Athletics Challenge, MilkLife Archery Challenge hingga berbagai kegiatan pembinaan cabang olahraga lainnya. Rangkaian kegiatan tersebut membuat Supersoccer Arena tidak hanya berfungsi sebagai venue pertandingan, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pembinaan atlet usia dini yang berlangsung secara berkelanjutan.
Fasilitas Mendukung Pembinaan dan Kompetisi
Peran Supersoccer Arena sebagai pusat pembinaan didukung oleh fasilitas yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan latihan maupun penyelenggaraan kompetisi. Lapangan utama menggunakan rumput sintetis berstandar FIFA dengan ukuran lapangan sesuai ketentuan pertandingan.
Di sisi lapangan tersedia lintasan atletik yang telah mengantongi sertifikasi sehingga dapat dimanfaatkan untuk latihan maupun penyelenggaraan kejuaraan atletik. Fasilitas ini melengkapi fungsi Supersoccer Arena yang tidak hanya digunakan untuk sepak bola, tetapi juga cabang olahraga lainnya.
Area tribun mampu menampung sekitar 1.100 penonton. Tribun sisi barat dilengkapi atap sehingga memberikan kenyamanan bagi penonton ketika menyaksikan pertandingan dalam berbagai kondisi cuaca.
Fasilitas pendukung lainnya juga tersedia untuk menunjang kebutuhan atlet maupun pengunjung. Di antaranya ruang ganti pemain, ruang kontrol pertandingan, ruang jumpa pers, area parkir, mushala, ruang laktasi, toilet yang tersebar di berbagai titik, jalur khusus penyandang disabilitas, hingga toilet yang dirancang ramah bagi penyandang disabilitas.
Pengunjung juga dapat memanfaatkan area komersial berupa kafetaria dan restoran yang menjadi tempat beristirahat atlet, pelatih, official, maupun keluarga yang mendampingi selama kompetisi berlangsung.
Seluruh fasilitas tersebut membuat Supersoccer Arena mampu mengakomodasi kebutuhan penyelenggaraan kejuaraan sekaligus aktivitas pembinaan olahraga sepanjang tahun.
Videotron Jadi Salah Satu Ikon Stadion

Salah satu fasilitas yang paling mudah dikenali di Supersoccer Arena adalah videotron raksasa yang terpasang di dalam stadion. Selain berfungsi sebagai papan skor digital, layar tersebut digunakan untuk menampilkan informasi pertandingan, susunan pemain, tayangan ulang momen penting, hingga berbagai informasi bagi penonton.
Keberadaan videotron tersebut mendapat pengakuan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai videotron terpanjang di stadion olahraga se-Indonesia. Berdasarkan hasil verifikasi, videotron tersebut memiliki ukuran sekitar 46,8 meter dengan tinggi 7,68 meter.
Teknologi tersebut menjadi bagian dari peningkatan fasilitas stadion agar pengalaman atlet, penonton, maupun penyelenggara pertandingan menjadi lebih baik. Selain layar utama di dalam stadion, kawasan Supersoccer Arena juga dilengkapi sejumlah layar digital yang membantu penyampaian informasi selama penyelenggaraan kompetisi.
Keberadaan videotron tidak hanya mendukung jalannya pertandingan, tetapi juga memperkuat fungsi stadion sebagai arena olahraga modern yang mampu menunjang berbagai kejuaraan berskala nasional.
Lampu Stadion Siap Mendukung Pertandingan Malam
Peningkatan fasilitas di Supersoccer Arena terus dilakukan seiring bertambahnya agenda kompetisi yang digelar di Kudus. Salah satu pengembangan terbaru adalah penyelesaian pemasangan empat unit lampu Field of Play (FOP) yang kini melengkapi stadion.

Sistem pencahayaan baru tersebut memperluas pemanfaatan Supersoccer Arena untuk penyelenggaraan pertandingan pada malam hari. Fasilitas ini akan digunakan dalam Srikandi Merdeka Cup 2026, turnamen sepak bola putri kelompok umur U-16 yang menjadi bagian dari rangkaian Women’s Soccer Trilogy. Kejuaraan tersebut berlangsung di Supersoccer Arena pada 14–23 Agustus 2026 dan diikuti tujuh negara, yakni tuan rumah Indonesia, Thailand, Singapura, Malaysia, Hong Kong, Yordania, dan Arab Saudi.
Yang pasti kehadiran fasilitas ini memberikan keleluasaan dalam penyusunan jadwal pertandingan dan sesi latihan, sekaligus mendukung kenyamanan atlet, perangkat pertandingan, serta penonton saat aktivitas berlangsung pada malam hari.
Peningkatan tersebut menjadi bagian dari pengembangan infrastruktur Supersoccer Arena yang terus disesuaikan dengan kebutuhan penyelenggaraan kompetisi olahraga. Sistem pencahayaan stadion dirancang memiliki intensitas hingga 1.800 lux untuk mendukung pertandingan maupun aktivitas lain yang membutuhkan penerangan optimal.
Selain memasang lampu stadion, pengelola juga menyempurnakan sejumlah fasilitas pendukung, di antaranya penataan area media, ruang transit pemain, jalur masuk menuju lapangan, serta berbagai kebutuhan operasional yang menunjang kelancaran penyelenggaraan kompetisi.
Visi Supersoccer Arena Dibangun untuk Pembinaan Jangka Panjang
Di balik berbagai fasilitas yang tersedia, Supersoccer Arena dibangun dengan tujuan yang lebih besar daripada sekadar menjadi lokasi pertandingan. Arena ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang pembinaan olahraga yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh atlet-atlet muda.
Pengelola Supersoccer Arena, Welly Arisanto, mengatakan visi utama pembangunan Supersoccer Arena adalah ikut mendukung kemajuan olahraga Indonesia melalui pembinaan yang berlangsung secara konsisten. Sejumlah cabang olahraga menjadi fokus pembinaan, mulai dari bulu tangkis, sepak bola putri, atletik, hingga panahan.

Cabang olahraga yang dibina kemudian ada program-program yang dilakukan oleh kita seperti badminton, sepak bola putri, atletik, dan panahan,” ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Menurut Welly, keberadaan fasilitas olahraga tidak akan memberikan dampak optimal tanpa diiringi program pembinaan yang berkesinambungan. Karena itu, penyelenggaraan berbagai kompetisi menjadi bagian dari proses untuk memberi pengalaman bertanding sekaligus mengukur perkembangan kemampuan atlet.
Ia menjelaskan, pembangunan Supersoccer Arena merupakan bagian dari komitmen Bakti Olahraga Djarum Foundation dalam menyediakan ruang pembinaan yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Harapannya, atlet-atlet yang mengikuti proses pembinaan memiliki kesempatan berkembang hingga mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
“SSA ini dibangun untuk memajukan olahraga di Kota Kudus hingga mendunia. Program Director Djarum Foundation, Pak Victor Hartono, punya visi agar Indonesia semakin dikenal di kancah internasional. Badminton sudah membuktikan itu, dan kami berharap sepak bola putri juga bisa mengikuti jejak tersebut hingga tampil di level dunia,” katanya.
Bagi Welly, keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari lahirnya juara dalam satu turnamen. Yang lebih penting adalah tersedianya ruang bagi atlet untuk terus berkembang dari satu jenjang ke jenjang berikutnya melalui program yang berjalan secara berkesinambungan.
Pembinaan Berjenjang Membuka Kesempatan Atlet Berkembang
Menurut Welly, salah satu perkembangan yang mulai terlihat adalah meningkatnya partisipasi pada cabang sepak bola putri. Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak siswi yang mengikuti sekolah sepak bola dan berpartisipasi dalam kompetisi yang diselenggarakan secara berjenjang.
Proses tersebut dimulai dari kompetisi usia sekolah melalui MilkLife Soccer Challenge. Dari ajang itu, para pemain mendapat kesempatan melanjutkan pembinaan ke level yang lebih tinggi melalui HYDROPLUS Soccer League All Stars, sehingga pengalaman bertanding mereka terus bertambah seiring meningkatnya kemampuan.
“Yang pasti dampaknya jelas, sepak bola putri semakin bergairah. Dulu sempat dikatakan minor, tetapi setelah berjalan tiga tahun hasilnya mulai terlihat. Siswi putri berpartisipasi aktif dan pembinaannya berjenjang, mulai dari MilkLife Soccer Challenge hingga HYDROPLUS Soccer League All Stars. Artinya semakin banyak yang bergabung di sekolah sepak bola,” jelasnya.
Menurutnya, keberadaan kompetisi secara rutin memberi kesempatan kepada atlet untuk bertemu lawan-lawan dari berbagai daerah. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran karena setiap pertandingan menghadirkan tantangan yang berbeda.
Komitmen tersebut, kata Welly, akan terus dilanjutkan melalui pembinaan yang konsisten pada cabang olahraga yang telah menjadi fokus Bakti Olahraga Djarum Foundation.
“Bakti Olahraga Djarum Foundation akan terus membina cabang olahraga yang sudah ditetapkan seperti badminton, sepak bola putri, atletik, hingga archery. Jangan sampai pembinaan ini putus, karena konsistensi menjadi kunci utama,” tegasnya.
Atlet Merasakan Manfaat Bertanding di Supersoccer Arena
Suasana pembinaan yang berlangsung di Supersoccer Arena dirasakan langsung oleh para atlet. Salah satunya Irgi Candra Pranata yang telah beberapa kali mengikuti kompetisi di arena tersebut.

Irgi mengaku pertama kali merasakan atmosfer bertanding di Supersoccer Arena pada November tahun lalu. Baginya, pengalaman tampil di stadion dengan fasilitas berstandar nasional memberikan kesan yang berbeda dibandingkan venue lain yang pernah ia datangi.
“Kesan yang paling diingat itu bisa bertemu klub-klub dari daerah lain. Lapangannya enak, standar nasional. Saya juga sering latihan di sini, satu minggu bisa delapan sampai dua belas kali. Menurut saya venue di sini lebih enak dibanding yang lain, lintasannya bagus dan tempatnya dekat dari rumah,” ujarnya.
Selain kualitas fasilitas, Irgi menilai kesempatan bertemu atlet dari berbagai daerah menjadi pengalaman yang tidak kalah penting. Setiap kompetisi memberinya kesempatan melihat kemampuan atlet lain, mempelajari teknik yang berbeda, sekaligus mengukur perkembangan diri setelah menjalani latihan.
Irgi yang pernah menjuarai kejuaraan nasional pada tahun lalu mengatakan pengalaman bertanding di arena seperti Supersoccer Arena turut menambah motivasinya untuk terus meningkatkan kemampuan menghadapi kompetisi berikutnya.
Baginya, setiap pertandingan bukan hanya tentang mengejar hasil akhir, tetapi juga kesempatan belajar menghadapi tekanan, membangun kepercayaan diri, dan beradaptasi dengan atmosfer kompetisi yang lebih besar.
Supersoccer Arena Melengkapi Pembinaan Olahraga di Kudus
Keberadaan Supersoccer Arena juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kudus. Kepala Bidang Olahraga Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, Widoro Heryanto, mengatakan daerah telah memiliki program pembinaan atlet usia dini melalui Kelas Khusus Olahraga (KKO) sejak 2009.
Program tersebut menjadi wadah bagi pelajar yang ingin mengembangkan kemampuan olahraga tanpa meninggalkan pendidikan formal. Selama berjalan, KKO telah melahirkan atlet yang berprestasi pada berbagai jenjang kompetisi.

“Kudus ini serius mengembangkan olahraga. Salah satunya melalui program KKO yang menjadi wadah pembinaan atlet usia dini sejak tahun 2009. Kelas KKO mampu mencetak banyak prestasi mulai tingkat kabupaten hingga internasional. Kami berharap dari sini lahir atlet-atlet berprestasi, tidak hanya di tingkat daerah tetapi juga nasional maupun internasional,” paparnya.
Menurut Widoro, keberadaan Supersoccer Arena memperkuat sistem pembinaan yang telah berjalan karena menjadi tempat berkumpulnya atlet dari berbagai daerah dalam satu arena kompetisi.
“Kalau terkait manfaat SSA ini sangat penting karena menampung atlet-atlet dari berbagai daerah. Atlet binaan bisa belajar dari atlet lain, saling bertukar pengalaman, berkembang bersama. SSA menjadi tempat munculnya bibit-bibit baru dan pemilihan atlet terbaik. Ini sangat bagus karena terbuka bagi semua kalangan,” katanya.
Ia menilai pertemuan antar atlet dari berbagai daerah membuka ruang belajar yang tidak selalu diperoleh saat berlatih di daerah masing-masing. Melalui kompetisi, atlet dapat melihat pola latihan, karakter permainan, hingga kemampuan lawan yang berbeda sehingga pengalaman bertanding mereka terus bertambah.
Supersoccer Arena Gerakkan Sports Tourism Kudus
Keberadaan Supersoccer Arena tidak hanya memberi ruang bagi pembinaan atlet, tetapi juga membawa dampak bagi aktivitas ekonomi di Kabupaten Kudus. Setiap penyelenggaraan kejuaraan menghadirkan ribuan orang dari berbagai daerah, mulai dari atlet, pelatih, official, orang tua, hingga suporter yang datang untuk memberikan dukungan.
Kehadiran mereka menciptakan aktivitas di berbagai sektor. Hotel dan homestay menjadi tempat singgah peserta selama kompetisi berlangsung. Pelaku UMKM, rumah makan, pusat kuliner, hingga toko oleh-oleh juga ikut menerima kunjungan dari tamu yang memanfaatkan waktu di luar pertandingan untuk berkeliling kota.
Bagi banyak keluarga atlet, mengikuti kejuaraan tidak hanya diisi dengan menyaksikan pertandingan. Mereka juga menyempatkan diri mengunjungi sejumlah destinasi wisata, mencicipi kuliner khas Kudus, hingga membawa pulang oleh-oleh sebagai bagian dari pengalaman selama berada di kota tersebut.
Kepala Bidang Olahraga Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, Widoro Heryanto, mengatakan penyelenggaraan kejuaraan olahraga memberikan manfaat yang melampaui arena pertandingan.
“Ketika atlet dari luar datang ke SSA, otomatis orang tua dan suporternya ikut ke Kudus. Mereka menginap, menikmati kuliner, mengunjungi tempat wisata, dan membeli oleh-oleh. Dampaknya sangat baik bagi sports tourism dan peningkatan ekonomi daerah,” ungkapnya.
Menurut Widoro, aktivitas tersebut memperlihatkan bagaimana olahraga dapat berjalan berdampingan dengan sektor lain. Kompetisi yang berlangsung selama beberapa hari memberi kesempatan bagi para tamu untuk mengenal Kudus lebih dekat, sementara pelaku usaha lokal memperoleh tambahan pengunjung selama penyelenggaraan acara.
Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai agenda olahraga yang berlangsung di Supersoccer Arena juga membuat nama Kudus semakin sering masuk dalam agenda perjalanan atlet dan komunitas olahraga dari berbagai daerah. Mereka datang tidak hanya untuk bertanding, tetapi juga membawa keluarga maupun rombongan yang ikut merasakan suasana kota selama kompetisi berlangsung.
Supersoccer Arena Dan Perjalanan Atlet Muda

Di balik setiap pertandingan yang berlangsung di Supersoccer Arena, ada proses panjang yang sedang dijalani para atlet. Bagi sebagian dari mereka, kompetisi menjadi kesempatan pertama untuk tampil di arena berstandar nasional. Bagi yang lain, pertandingan menjadi ruang untuk mengukur perkembangan kemampuan setelah menjalani latihan selama berbulan-bulan.
Keberadaan Supersoccer Arena menghadirkan ruang yang mempertemukan atlet-atlet muda dari berbagai latar belakang dalam satu lingkungan pembinaan. Mereka datang dengan cabang olahraga yang berbeda, mengenakan seragam yang berbeda, dan membawa target yang berbeda pula. Namun, semuanya memiliki kesempatan yang sama untuk belajar melalui latihan dan kompetisi.
Fasilitas yang terus berkembang turut mendukung proses tersebut. Lapangan berstandar FIFA, lintasan atletik bersertifikasi, tribun penonton, videotron yang tercatat dalam Rekor MURI, hingga sistem pencahayaan stadion untuk pertandingan malam menjadi bagian dari infrastruktur yang menunjang pembinaan sekaligus penyelenggaraan kompetisi.
Bagi atlet, fasilitas tersebut bukan sekadar pelengkap sebuah stadion. Setiap ruang latihan, lintasan, lapangan, hingga pertandingan yang mereka jalani menjadi bagian dari pengalaman yang membentuk kemampuan teknis, mental bertanding, serta kepercayaan diri untuk menghadapi level kompetisi berikutnya.
Tidak semua atlet yang datang ke Supersoccer Arena akan langsung menjadi juara. Tidak semua pula akan menempuh perjalanan yang sama dalam dunia olahraga. Namun, setiap kesempatan berlatih, bertanding, bertemu lawan dari berbagai daerah, serta belajar menerima kemenangan maupun kekalahan menjadi bekal yang akan mereka bawa dalam perjalanan sebagai atlet.
Selama pembinaan terus berjalan secara berkelanjutan dan didukung fasilitas yang berkembang mengikuti kebutuhan olahraga modern, Supersoccer Arena Kudus akan tetap menjadi salah satu ruang yang mempertemukan ribuan atlet muda Indonesia untuk mengembangkan kemampuan, menambah pengalaman, dan melanjutkan langkah menuju jenjang kompetisi yang lebih tinggi. (ITN/mainkekudus)