Logo Kudus

Supersoccer Euro Futsal Championship 2026 – City Playoff Kudus Perkuat Persaingan Antar Kota di Kudus

Diterbitkan: 4 Agustus 2026Penulis: Saldy Nurzaman

KUDUS – Tepuk tangan bergema dari tribun GOR Bung Karno, Wergu Wetan, Kudus, setiap kali peluang tercipta di depan gawang. Di sisi lapangan, para pelatih terus memberi instruksi, sementara pemain berusaha memanfaatkan setiap kesempatan untuk membawa timnya melangkah ke babak berikutnya. Selama dua hari, 1–2 Agustus 2026, Supersoccer Euro Futsal Championship 2026 – City Playoff Kudus menghadirkan persaingan yang mempertemukan komunitas pendukung klub sepak bola Eropa dan tim futsal perguruan tinggi dari berbagai kota di Jawa Tengah.

Sebanyak 26 tim ambil bagian dalam seri Kudus, terdiri atas 16 tim kategori komunitas dan 10 tim kategori perguruan tinggi. Mereka datang dari Kudus, Semarang, Salatiga, Blora, Rembang, Grobogan, Pati, Demak, Jepara, hingga Purwodadi. Masing-masing membawa nama daerah, karakter permainan, dan ambisi yang sama, yakni menjadi wakil terbaik dari Supersoccer Euro Futsal Championship 2026 – City Playoff Kudus untuk melanjutkan perjalanan ke fase berikutnya dalam rangkaian Supersoccer Euro Futsal Championship 2026.

Bagi para peserta, persaingan sudah dimulai sejak pertandingan pertama. Tidak ada laga yang bisa dianggap mudah karena setiap poin menentukan peluang menuju babak knockout. Selama dua hari penyelenggaraan, GOR Bung Karno hampir tidak pernah sepi. Ketika satu pertandingan berakhir, tim berikutnya telah bersiap memasuki lapangan. Di luar arena, pemain melakukan pemanasan, pelatih menyusun strategi, dan suporter mulai memenuhi tribun dengan mengenakan atribut komunitas masing-masing.

Persaingan Semakin Ketat dari Hari ke Hari

Pertandingan berlangsung ketat saat tim bersaing memperebutkan tiket ke babak berikutnya. (Foto: JMY/mainkekudus)

Hari pertama diawali dengan fase penyisihan grup. Sejak peluit pertama dibunyikan, seluruh tim tampil dengan intensitas tinggi. Ada yang langsung menekan lawan melalui permainan cepat, ada pula yang memilih lebih sabar membangun serangan melalui penguasaan bola. Ragam strategi tersebut membuat setiap pertandingan menghadirkan tantangan yang berbeda.

Memasuki hari kedua, tensi kompetisi meningkat ketika pertandingan memasuki fase knockout. Kesalahan sekecil apapun dapat mengakhiri perjalanan sebuah tim, sehingga para pemain tampil lebih disiplin dan berhati-hati. Duel perebutan bola berlangsung semakin ketat, sementara setiap peluang yang tercipta disambut riuh tepuk tangan dari tribun penonton.

Pelatih futsal Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Fikie Saputra, menilai kualitas peserta pada City Playoff Kudus cukup merata. Menurutnya, seluruh tim datang dengan persiapan yang baik sehingga tidak ada lawan yang bisa dianggap ringan.

Kami memang sudah mempersiapkan tim dari jauh hari. Ada beberapa pemain inti yang tidak bisa ikut, tetapi pemain lain juga siap tampil dan memberikan yang terbaik. Semua tim bagus. Tidak ada yang bisa diremehkan. Siapa yang paling siap, dia yang akan menjadi juara,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kapten Udinus Semarang, Andhika Surya Kurniatama. Bermain menghadapi tim dari berbagai daerah, termasuk tuan rumah, menurutnya memberikan tantangan tersendiri karena atmosfer pertandingan begitu terasa sejak menit pertama.

“Atmosfer pertandingan sangat tinggi dan panas. Lawan dari Kudus juga bermain sangat baik sehingga pertandingan berlangsung menarik. Setiap tim punya kekuatan masing-masing. Kami siap berjuang untuk memenangkan pertandingan,” katanya.

Suporter Ikut Menghidupkan Pertandingan

Atmosfer pertandingan semakin hidup dengan kehadiran suporter dari berbagai komunitas. (JMY/mainkekudus)

Atmosfer pertandingan tidak hanya dibangun oleh para pemain di lapangan. Kehadiran suporter dari berbagai komunitas turut memberi warna sepanjang penyelenggaraan City Playoff Kudus. Mereka memenuhi tribun sejak pagi, membawa spanduk komunitas, mengenakan jersey kebanggaan, dan tanpa lelah menyanyikan yel-yel untuk mendukung tim masing-masing.

Bagi Aninda Faris, pendukung Milanisti Semarang, Supersoccer Euro Futsal Championship 2026 – City Playoff Kudus tahun ini menjadi pengalaman pertamanya menyaksikan turnamen tersebut secara langsung. Ia datang ke Kudus untuk memberikan dukungan kepada suaminya yang bertanding bersama Milanisti Semarang.

Aninda Faris, pendukung Tim Milanisti Semarang. (Foto: FZ/mainkekudus)

“Atmosfernya seru sekali. Pertandingannya tegang, tetapi menyenangkan untuk ditonton,” ujarnya.

Meski harus membawa bayinya selama berada di tribun, Aninda tetap menikmati jalannya pertandingan dari awal hingga akhir. Menurutnya, penyelenggaraan turnamen berlangsung tertata dengan baik sehingga penonton dapat mengikuti pertandingan dengan nyaman. Kehadiran tim dan komunitas dari berbagai daerah juga membuat suasana pertandingan terasa lebih hidup dibandingkan kompetisi futsal yang biasa ia saksikan.

Ketua Panitia sekaligus penanggung jawab kegiatan, Bayu Tria, mengatakan Supersoccer Euro Futsal Championship 2026 telah diselenggarakan secara konsisten selama hampir delapan tahun sebagai wadah bagi komunitas pendukung klub sepak bola, pecinta futsal, dan mahasiswa untuk berkompetisi sekaligus mempererat silaturahmi.

Bayu Tria, Ketua Panitia sekaligus penanggung jawab kegiatan Supersoccer Euro Futsal Championship- City Playoff Kudus. (Foto: FZ/mainkekudus)

“Event ini sudah berjalan hampir tujuh sampai delapan tahun. Tujuannya menjadi wadah komunitas fans club, pecinta bola, dan mahasiswa untuk berolahraga sekaligus bersilaturahmi,” ujarnya.

Menurut Bayu, selain menghadirkan pertandingan yang kompetitif, turnamen ini juga dirancang agar peserta dan penonton dapat menikmati pengalaman yang lebih lengkap melalui berbagai aktivitas pendukung. Dengan konsep tersebut, City Playoff tidak hanya menjadi ajang mencari pemenang di setiap kota, tetapi juga ruang yang mempertemukan komunitas futsal dari berbagai daerah dalam satu atmosfer persaingan yang sehat.

USM Menutup Persaingan dengan Gelar Juara

(Foto: JMY/mainkekudus)

Setelah melewati pertandingan sejak fase grup hingga babak gugur, City Playoff Supersoccer Euro Futsal Championship 2026 seri Kudus akhirnya menghasilkan tim-tim terbaik yang berhak melanjutkan perjalanan ke tahap berikutnya. Pada kategori perguruan tinggi, Universitas Semarang (USM) tampil sebagai juara setelah menunjukkan permainan yang konsisten selama dua hari penyelenggaraan.

Perjalanan USM dimulai dengan kemenangan 3-0 atas Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) pada babak penyisihan. Tren positif berlanjut ketika mereka menundukkan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) dengan skor tipis 1-0 untuk memastikan tempat di semifinal. Di babak empat besar, USM kembali tampil meyakinkan dengan mengalahkan Universitas Negeri Semarang (Unnes) 3-0.

Laga final menjadi ujian terakhir. Berhadapan dengan Universitas Wahid Hasyim (Unwahas), pertandingan berlangsung ketat hingga menit-menit akhir. Kedua tim saling bergantian menciptakan peluang dan mempertahankan keunggulan. Melalui pertandingan yang berlangsung dengan tensi tinggi, USM akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 5-4 sekaligus memastikan gelar juara Supersoccer Euro Futsal Championship 2026 – City Playoff Kudus.

Tim Futsal USM juara di Euro Futsal Championship 2026 di Kudus. (Sumber foto: suaramerdeka.com)

Pembina UKM Futsal USM, Sudarmono, mengatakan hasil tersebut merupakan buah dari proses latihan yang telah dijalani seluruh pemain selama ini. Menurutnya, keberhasilan di Kudus menjadi hasil dari kerja keras, disiplin, dan semangat juang yang terus dibangun dalam tim.

“Keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, dan semangat juang yang tinggi. Seluruh tim menikmati keberhasilan ini sebagai bentuk rasa syukur. Setelah ini kami harus kembali fokus menjalani latihan karena masih banyak agenda kejuaraan yang akan dihadapi. Terus tingkatkan kemampuan dan pertahankan mental juara demi mengharumkan nama Universitas Semarang di tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.

Kapten tim USM, Valucia Chivu, menilai gelar juara tidak diraih oleh satu atau dua pemain, melainkan hasil dari kerja sama seluruh anggota tim sejak masa persiapan hingga pertandingan terakhir.

“Kami sangat bersyukur bisa mempersembahkan gelar juara untuk Universitas Semarang. Semua pemain bekerja keras, saling mendukung, dan berjuang hingga menit terakhir di setiap pertandingan,” katanya.

Hal senada disampaikan Pelatih USM, Seftian. Menurutnya, tim tidak hanya mempersiapkan aspek teknik dan taktik, tetapi juga membangun mental bertanding agar para pemain mampu menghadapi tekanan dalam pertandingan yang berlangsung ketat.

“Anak-anak tampil sesuai instruksi dan menunjukkan semangat juang yang luar biasa di setiap pertandingan. Kami tidak hanya fokus pada aspek teknik dan taktik, tetapi juga membangun mental bertanding serta kekompakan tim,” ujarnya.

Langkah Awal Menuju Tingkat Nasional

Keberhasilan di Kudus bukan menjadi akhir perjalanan para juara. Supersoccer Euro Futsal Championship 2026 merupakan kompetisi berjenjang yang digelar di 12 kota di Indonesia, yakni Jakarta, Tangerang, Bekasi, Purwokerto, Kudus, Yogyakarta, Indramayu, Cimahi, Tasikmalaya, Tulungagung, Surabaya, dan Pasuruan.

Peserta bersaing memperebutkan tiket ke babak Final Regional. (Foto: JMY/mainkekudus)

Tim-tim terbaik dari setiap City Playoff selanjutnya akan melanjutkan perjuangan ke babak Final Regional yang dijadwalkan berlangsung pada September hingga Oktober 2026 di Jakarta, Garut, Solo, dan Surabaya. Dari babak tersebut, para juara regional akan memperebutkan tiket menuju Grand Final Nasional yang digelar pada Oktober 2026.

Bagi para peserta, sistem kompetisi berjenjang tersebut membuat setiap pertandingan di tingkat kota memiliki arti penting. Perjalanan menuju panggung nasional dimulai dari setiap kemenangan yang diraih di City Playoff.

Ketua Panitia sekaligus penanggung jawab kegiatan, Bayu Tria, berharap kompetisi ini terus menjadi ruang lahirnya pemain-pemain futsal yang mampu bersaing di level lebih tinggi.

“Harapannya muncul pemain-pemain baru yang nantinya bisa berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional,” katanya.

Kudus Menjadi Titik Temu Persaingan Antarkota

Tim dari berbagai daerah di Jawa Tengah bertanding dalam City Playoff Euro Futsal Championship 2026. (Foto: JMY/mainkekudus)

Selama dua hari penyelenggaraan, GOR Bung Karno tidak hanya menjadi arena pertandingan, tetapi juga menjadi titik temu tim-tim dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Persaingan berlangsung sengit di lapangan, namun tetap dibingkai sportivitas yang terlihat sejak pertandingan pertama hingga penutupan.

Keikutsertaan komunitas pendukung klub sepak bola Eropa dan tim perguruan tinggi menghadirkan dinamika tersendiri. Setiap kota membawa karakter permainan yang berbeda, sehingga setiap pertandingan menjadi kesempatan untuk saling mengukur kemampuan sekaligus menunjukkan perkembangan futsal di daerah masing-masing.

Bagi Kudus, penyelenggaraan Supersoccer Euro Futsal Championship 2026 – City Playoff kembali menambah daftar ajang olahraga berskala nasional yang digelar di kota ini. Kehadiran puluhan tim, pelatih, ofisial, dan suporter dari berbagai daerah menunjukkan bahwa kompetisi olahraga tidak hanya menghadirkan persaingan, tetapi juga mempertemukan berbagai komunitas dalam satu semangat yang sama.

Supersoccer Euro Futsal Championship 2026 – City Playoff seri Kudus menjadi bagian dari rangkaian kompetisi yang mempertemukan tim-tim dari berbagai kota di Indonesia. Selama dua hari, persaingan berlangsung kompetitif di setiap pertandingan, sekaligus memperlihatkan perkembangan futsal komunitas dan perguruan tinggi di Jawa Tengah sebelum melanjutkan perjalanan ke babak berikutnya. (JMY/mainkekudus)

KEGIATAN TERKAIT

Euro Futsal Championship 2026

Euro Futsal Championship 2026

1 - 2 Agustus 2026