Logo Kudus

Tak Hanya Bertanding, Para Atlet MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026 Nikmati Pengalaman Menjelajahi Kudus

23 Juni 2026Saldy Nurzaman

KUDUS — Tawa dan rasa penasaran tampak menyertai langkah para atlet muda peserta MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All Stars 2026 saat menyusuri sejumlah lokasi di Kabupaten Kudus. Sehari sebelum turnamen bergulir pada 23 Juni 2026, mereka tidak langsung disibukkan dengan strategi pertandingan atau latihan intensif. Sebaliknya, para pemain dari 12 kota justru diajak mengenal sisi lain Kudus melalui rangkaian kegiatan cultural visit.

Bagi sebagian besar peserta, momen tersebut menjadi pengalaman pertama menginjakkan kaki di Kota Kretek. Di sela persiapan menghadapi kompetisi, mereka berkesempatan mengunjungi GOR Djarum, Masjid Menara Sunan Kudus, SMK Raden Umar Said (RUS), hingga SMK PGRI 1 Kudus. Kegiatan itu menghadirkan pengalaman baru yang tidak mereka temui dalam rutinitas latihan maupun pertandingan sepak bola sehari-hari.

Suasana antusias terlihat sejak rombongan memulai perjalanan. Para pemain yang berasal dari Kudus, Solo, Semarang, Yogyakarta, Bandung, Jakarta, Bekasi, Tangerang, Surabaya, Malang, Banjarmasin, dan Samarinda tampak aktif bertanya, mengamati, hingga mengabadikan berbagai momen selama kunjungan berlangsung.

Mengenal Dunia di Luar Lapangan Hijau

Bagi para atlet muda tersebut, cultural visit bukan sekadar agenda pengisi waktu sebelum kompetisi. Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk melihat berbagai lingkungan yang selama ini mungkin hanya mereka dengar melalui cerita atau media sosial.

Atlet MilkLife Soccer All Stars saat foto bersama di GOR Djarum. (Foto: FTR/mainkekudus)

Salah satu lokasi yang menarik perhatian peserta adalah GOR Djarum yang merupakan pusat pembinaan atlet-atlet bulutangkis PB Djarum. Di tempat itu, mereka melihat secara langsung aktivitas latihan atlet bulutangkis serta fasilitas yang digunakan dalam proses pembinaan olahraga.

Head Coach All Stars Jakarta, Arifin, menilai pengalaman tersebut penting bagi perkembangan pemain usia dini. Menurutnya, atlet muda perlu memahami bahwa proses menjadi atlet tidak hanya berkaitan dengan pertandingan yang mereka jalani saat ini.

Cultural visit ini sangat krusial. Kami ingin anak-anak memahami bahwa dunia itu luas, tidak hanya seputar sepak bola. Dengan mengenalkan mereka pada disiplin olahraga lain dan lingkungan profesional, ini sangat membantu pembentukan karakter,” ujar Arifin.

Ia melihat para pemain menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi selama mengikuti kunjungan. Banyak di antara mereka yang memperhatikan bagaimana atlet cabang olahraga lain menjalani latihan dan membangun kedisiplinan dalam kesehariannya.

Keseruan Atlet MilkLife Soccer All Stars saat bermain bulu tangkis bersama di GOR Djarum. (Foto: FTR/mainkekudus)
(Foto: FTR/mainkekudus)

Hal serupa diamati Asisten Pelatih All Stars Bandung, Oktaviani Prameswari. Menurut dia, pengalaman melihat langsung proses pembinaan atlet di GOR Djarum memberikan gambaran nyata mengenai perjalanan panjang yang harus ditempuh untuk berkembang dalam dunia olahraga.

“Anak-anak jadi tahu bagaimana dunia atlet profesional yang sebenarnya. Di GOR Djarum, mereka melihat langsung sarana prasarana yang menunjang, mulai dari area latihan teknik hingga fasilitas asrama atlet. Melihat langsung bagaimana atlet badminton berlatih keras tentu memacu semangat mereka untuk lebih giat lagi,” tutur Oktaviani.

Takjub Melihat Dunia Animasi

Selain dunia olahraga, para peserta juga diajak mengenal lingkungan pendidikan dan industri kreatif melalui kunjungan ke SMK Raden Umar Said. Di lokasi ini, para pemain diperkenalkan dengan proses produksi animasi serta karya-karya yang dihasilkan para siswa.

Antusiasme para Atlet MilkLife Soccer All Stars saat menilik Ruang Produksi Animasi di SMK Raden Umar Said Kudus. (Foto: FTR/mainkekudus)

Bagi Siti Halfadiah dari All Stars Jakarta, kunjungan tersebut menjadi salah satu pengalaman yang paling membekas selama berada di Kudus.

“Seru banget, apalagi karena ini kunjungan pertama saya ke Kudus. Yang paling berkesan bagi saya adalah SMK RUS. Kami diajak melihat bagaimana sekolah animasi bekerja dan menonton film yang mereka buat sendiri. Hasilnya benar-benar keren,” ungkap Siti.

Rasa kagum juga terlihat dari para peserta lain yang menyaksikan bagaimana sebuah film animasi dibuat melalui berbagai tahapan. Pengalaman itu membuka wawasan baru bahwa kreativitas dan teknologi juga menjadi bagian penting dalam dunia pendidikan masa kini.

Peserta MilkLife Soccer Challenge saat melihat ruang produksi animasi SMK Raden Umar Said. (Foto: FTR/mainkekudus)

Ferisa Dewi Widodo, atlet asal All Stars Bandung, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru selama kunjungan tersebut. Sebelumnya, ia belum pernah melihat secara langsung proses pembuatan animasi maupun desain visual.

“Saya mendapatkan ilmu baru yang sebelumnya tidak saya ketahui, seperti proses pembuatan animasi dan desain gambar. Itu benar-benar pengalaman yang seru dan berharga,” jelas Ferisa.

Bagi Ferisa, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa banyak bidang yang dapat dipelajari di luar olahraga. Meski datang ke Kudus untuk mengikuti turnamen sepak bola, ia merasa mendapatkan wawasan tambahan yang tidak kalah berharga.

Menyusuri Jejak Sejarah Kudus

Perjalanan para atlet muda itu juga membawa mereka ke salah satu ikon sejarah dan budaya di Kudus, yakni Masjid Menara Sunan Kudus. Di lokasi tersebut, peserta memperoleh penjelasan mengenai sejarah serta nilai budaya yang melekat pada kawasan tersebut.

Bagi sebagian pemain yang baru pertama kali berkunjung ke Kudus, pengalaman ini menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat warisan sejarah yang selama ini hanya mereka ketahui dari buku pelajaran atau cerita.

Antusiasme Para Atlet MilkLife Soccer All Stars saat foto bersama di Menara Kudus. (Foto: FTR/mainkekudus)

Riyanti Saffana Suryan dari All Stars Bandung mengaku mendapatkan pengalaman yang berkesan selama mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.

“Selain itu, kesempatan bermain badminton dengan para atlet di sana juga luar biasa. Kami bisa berinteraksi langsung dan bertukar pengalaman, itu menambah teman dan wawasan baru bagi saya,” kata Riyanti.

(Foto: FTR/mainkekudus)

Menurutnya, pengalaman bertemu atlet dari cabang olahraga lain menjadi salah satu momen yang menyenangkan. Interaksi tersebut membuat para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga membangun pertemanan dengan sesama atlet muda.

Membawa Semangat Baru Menuju Kompetisi

Di balik agenda kunjungan yang berlangsung santai, tersimpan tujuan yang lebih besar. Kegiatan ini memberikan ruang bagi para pemain untuk beristirahat sejenak dari tekanan pertandingan sekaligus memperkaya pengalaman mereka sebelum memasuki atmosfer kompetisi.

Sepanjang kegiatan berlangsung, para peserta tampak menikmati setiap destinasi yang dikunjungi. Ada yang sibuk mengabadikan momen bersama rekan setim, ada yang aktif bertanya kepada pemandu, dan ada pula yang terlihat antusias saat mencoba berinteraksi dengan lingkungan baru yang mereka temui.

Pengalaman tersebut menjadi warna tersendiri dalam perjalanan mereka menuju MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026. Tidak hanya membawa cerita tentang pertandingan yang akan dimainkan, para pemain juga membawa kenangan mengenai tempat-tempat yang mereka kunjungi, orang-orang yang mereka temui, serta pelajaran baru yang mereka peroleh selama berada di Kudus.

Kini, setelah sehari menjelajahi berbagai sudut kota dan menyerap berbagai pengalaman, para atlet muda itu bersiap mengalihkan fokus ke lapangan pertandingan. Dengan semangat yang masih terasa dari rangkaian cultural visit, mereka akan memulai perjuangan di MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026 yang berlangsung pada 23–28 Juni di Supersoccer Arena Kudus.

Bagi para peserta, kunjungan tersebut mungkin hanya berlangsung beberapa jam. Namun, pengalaman yang mereka dapatkan selama menjelajahi Kudus menjadi bekal yang akan mereka ingat jauh setelah turnamen berakhir. (JMY/FTR/mainkekudus)

Tak Hanya Bertanding, Para Atlet MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026 Nikmati Pengalaman Menjelajahi Kudus | Main ke Kudus