

Tingkat Hunian Hotel di Kudus di Atas 90% Selama Penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026
Kudus – Suasana Kudus berubah sejak peluit pertama MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All Stars 2026 dibunyikan di Supersoccer Arena. Bukan hanya lapangan yang dipenuhi semangat para pesepak bola putri muda dari berbagai daerah, tetapi juga hotel-hotel yang mulai dipadati tamu, kafe yang lebih ramai, hingga berbagai aktivitas pendukung yang ikut bergerak.

Kehadiran 12 tim dari berbagai penjuru Indonesia, bertepatan dengan masa libur sekolah, menghadirkan denyut baru bagi Kota Kretek. Di balik pertandingan yang berlangsung sepanjang 23–28 Juni 2026, tersimpan cerita tentang bagaimana sebuah ajang olahraga mampu menghadirkan dampak nyata bagi sektor perhotelan sekaligus memperkuat geliat sport tourism di Kudus.
Sejak turnamen dimulai pada 23 Juni 2026, tingkat hunian sejumlah hotel di Kudus mengalami peningkatan. Hotel yang menjadi tempat menginap atlet bahkan mencatat keterisian maksimal, sementara hotel-hotel lain juga merasakan lonjakan tamu dibanding hari-hari biasa.
Salah satu yang merasakan dampak tersebut adalah @Hom Hotel Kudus. Marketing Communication @Hom Hotel Kudus, Achmad Annas, mengatakan penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge All Stars memberikan kontribusi langsung terhadap bisnis perhotelan yang mereka kelola.
“Tingkat okupansi hotel saat ini mencapai 90 persen, naik dari rata-rata hari biasa yang hanya berkisar 60 persen. Mayoritas tamu kami adalah panitia, vendor, serta event organizer yang terlibat dalam MilkLife Soccer Challenge All Stars,” ujar Annas saat dimintai keterangan, Sabtu (27/6/2026).
Dari total 87 kamar yang tersedia, hanya sembilan kamar yang masih kosong. Peningkatan okupansi itu juga diikuti dengan meningkatnya aktivitas di berbagai fasilitas hotel. Salah satunya kafe yang menjadi tempat favorit para tamu untuk beristirahat setelah menjalani aktivitas selama turnamen berlangsung.


Menurut Annas, tidak sedikit tamu yang akhirnya memutuskan memperpanjang masa tinggal mereka di Kudus. Kondisi itu menunjukkan bahwa kehadiran sebuah event olahraga tidak hanya menghadirkan kebutuhan akomodasi, tetapi juga membuat para tamu memiliki waktu lebih lama untuk menikmati suasana kota.
“Event olahraga memiliki dampak sangat positif bagi industri perhotelan. Harapan kami, semakin banyak event serupa di Kudus agar pariwisata berkembang dan ekonomi daerah terus tumbuh,” imbuhnya.

Cerita serupa juga dirasakan Hotel Horison IJ Kudus. Manager Sales Marketing Diah Kusumoningrum mengakui bahwa penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026 memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap tingkat hunian hotel.
“Kalau dengan adanya event dari Djarum itu memang sangat berimbas terhadap okupansi hotel,” ujarnya.
Selama periode penyelenggaraan turnamen, tingkat okupansi berada di kisaran 80 persen dan bahkan sempat menyentuh 100 persen.
“Kalau dilihat dari okupansi juga mengalami kenaikan pada periode tersebut,” imbuhnya.
Diah menjelaskan, tamu yang menginap selama sepekan terakhir didominasi panitia dan petugas yang terlibat dalam penyelenggaraan turnamen. Selain itu, dimungkinkan pula keluarga atlet turut menjadi bagian dari tamu yang menginap di hotel tersebut.

“Kebetulan tamu kami bukan dari peserta, tetapi mayoritas berasal dari panitia dan yang bertugas selama event berlangsung,” katanya.
Meningkatnya jumlah tamu juga membuat fasilitas hotel lebih banyak dimanfaatkan. Kolam renang menjadi salah satu area yang paling ramai digunakan, terlebih karena penyelenggaraan turnamen berlangsung bersamaan dengan masa libur sekolah.
“Fasilitas yang paling sering digunakan tentunya kolam renang, apalagi sekarang bertepatan dengan libur sekolah sehingga banyak tamu yang memanfaatkannya untuk bersantai bersama keluarga,” tambahnya.
Bagi Diah, berkembangnya sports tourism di Kudus menjadi salah satu faktor yang ikut mendorong pertumbuhan industri perhotelan. Kehadiran Hotel Horison IJ Kudus yang baru resmi beroperasi pada 22 April 2026 juga menjadi bagian dari upaya menjawab kebutuhan akomodasi yang terus meningkat seiring bertambahnya kegiatan olahraga maupun bisnis di Kota Kretek.
“Dengan adanya event olahraga di Kudus sangat berdampak bagi industri hotel. Harapan kami kedepan semakin sering diadakan event olahraga, baik skala nasional maupun internasional,” bebernya.
Ia menilai antusiasme terhadap berbagai agenda olahraga menjadi peluang yang terus berkembang.
“Kami sangat antusias menyambut event-event seperti MilkLife ini karena mampu meningkatkan,” tutur Diah.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, pihaknya tengah menyelesaikan pembangunan tambahan sekitar 70 kamar beserta sejumlah fasilitas pendukung agar dapat melayani peserta maupun wisatawan dalam jumlah yang lebih besar.

“Harapannya pembangunan ini segera selesai sehingga fasilitas kami semakin lengkap dan bisa mendukung event-event berikutnya,” ungkapnya.
Dampak penyelenggaraan turnamen juga mendapat perhatian dari Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Kudus, Muhammad Kirom. Menurutnya, pengalaman dari berbagai agenda olahraga sebelumnya menunjukkan bahwa setiap event berskala nasional selalu membawa efek berantai bagi banyak sektor.

“Pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan, setiap ada event besar, hunian hotel pasti meningkat. Kami optimistis kompetisi sepak bola putri ini menjadi penggerak ekonomi yang efektif,” tegas Kirom.
Menurutnya, manfaat tersebut tidak hanya dirasakan industri perhotelan. Sektor kuliner, transportasi, hingga pelaku UMKM lokal juga ikut memperoleh dampak dari meningkatnya mobilitas tamu yang datang ke Kudus selama penyelenggaraan event.
Kirom menambahkan, pelaku usaha perhotelan di Kudus kini semakin berpengalaman dalam melayani tamu dari berbagai daerah, bahkan mancanegara. Momentum seperti ini menjadi kesempatan untuk memperkuat citra Kudus sebagai daerah yang siap menjadi tujuan sports tourism.
“Kami terus memastikan pelayanan optimal agar para tamu membawa pulang kesan baik. Ini kesempatan bagi hotel, restoran, dan UMKM untuk menunjukkan kualitas terbaik keramahan Kudus,” katanya.
Ia juga menyebut dampak agenda olahraga berskala besar tidak hanya dirasakan hotel maupun penginapan. Rumah-rumah kos yang berada di sekitar lokasi kegiatan pun ikut merasakan meningkatnya kebutuhan tempat tinggal sementara selama turnamen berlangsung.
MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026 yang digelar pada 23–28 Juni menjadi pembuka rangkaian besar Women’s Soccer Trilogy di Kudus. Setelah itu, kota ini kembali menjadi tuan rumah Hydroplus Soccer League All Stars yang dijadwalkan berlangsung pada 5–12 Juli 2026.
Rangkaian tersebut akan berlanjut dengan Srikandi Merdeka Cup pada 14–23 Agustus 2026. Turnamen itu diprediksi menjadi magnet terbesar karena menghadirkan tim-tim sepak bola putri usia muda dari berbagai negara.
Keberlanjutan agenda olahraga tersebut memperlihatkan bahwa sebuah pertandingan tidak berhenti ketika peluit akhir dibunyikan. Kehadiran atlet, panitia, keluarga, dan berbagai pihak yang terlibat menghadirkan pergerakan baru bagi sektor jasa, akomodasi, kuliner, hingga usaha lokal di Kudus. Di saat yang sama, sports tourism semakin menunjukkan perannya sebagai salah satu penggerak aktivitas ekonomi daerah melalui rangkaian event yang terus bergulir. (JMY/ITN/mainkekudus)