

Turnamen Internasional Mendatangkan Aktivitas Ekonomi hingga ke Toko Olahraga
KUDUS – Sebuah turnamen olahraga internasional tidak selalu berhenti pada pertandingan. Ketika peserta datang dari berbagai negara dan tinggal beberapa hari di sebuah kota, kebutuhan mereka ikut berpindah ke ruang-ruang lain. Hotel, tempat makan, pusat oleh-oleh, hingga toko perlengkapan olahraga dapat menjadi bagian dari aktivitas tersebut.
Hal itu terlihat di Rank Sport Kudus selama Caffino Srikandi Merdeka Cup 2026. Turnamen sepak bola putri U-16 yang berlangsung pada 14–23 Agustus 2026 tersebut mempertemukan tim dari tujuh negara di Kudus, yaituj Indonesia,
Bagi Rank Sport Kudus, kehadiran peserta dari luar negeri terlihat melalui kunjungan ke toko. Atlet, official, dan pendamping datang dengan kebutuhan yang berkaitan dengan aktivitas olahraga maupun perjalanan selama mengikuti turnamen.
Outlet Manager Rank Sport Kudus, Jery Kurniawan, mengatakan sebagian kontingen memang datang untuk mencari perlengkapan olahraga, terutama sepatu dan kebutuhan pendukung sepak bola.

“Untuk kedatangan mereka sendiri menjelang hari H dari turnamen Srikandi Merdeka Cup untuk mencari kebutuhan olahraga, terutama untuk turnamennya sendiri kan berbasis olahraga sepak bola. Jadi yang dicari dari perlengkapan sepak bola, terutama sepatu, equipment, dan kebutuhan pendukung olahraga yang lain,” kata Jery saat ditemui di gerainya, Selasa (25/8/2026).
Kunjungan tersebut berlangsung pada waktu yang berbeda dan dengan kebutuhan yang tidak sama. Ada rombongan yang sudah mengetahui produk yang ingin dicari, sementara ada pula yang baru menentukan pilihan setelah melihat dan mencoba langsung produk di toko.
Malaysia Datang dengan Pilihan Produk yang Sudah Dikenal

Rombongan Timnas Putri U-16 Malaysia menjadi salah satu kontingen yang berkunjung ke Rank Sport Kudus. Mereka datang bersama tour guide dan penerjemah.
Menurut Jery, Ortuseight menjadi salah satu merek yang langsung ditanyakan ketika rombongan Malaysia tiba di toko. Produk tersebut sudah mereka kenal karena distribusinya telah menjangkau Malaysia dan Thailand.
“Karena Ortuseight penyebarannya sudah sampai ke luar negeri, terutama dari Malaysia dan Thailand, jadi untuk brand lokal Indonesia sudah banyak dikenal,” ujar Jery.
Rombongan Malaysia kemudian memilih sepatu sepak bola Ortuseight Catalyst Liberte. Sepatu tersebut menggunakan bahan upper knitting.

Pilihan mereka tidak hanya berupa sepatu sepak bola. Beberapa produk pendukung perjalanan juga dibeli, antara lain Ortuseight card holder dan travel bag berkapasitas besar.

Dari kunjungan tersebut terlihat bahwa kebutuhan kontingen tidak selalu berkaitan langsung dengan pertandingan. Perlengkapan yang digunakan untuk membawa barang dan kebutuhan pribadi selama perjalanan juga menjadi bagian dari belanja mereka di Kudus.
Thailand Mencari Model yang Tidak Mudah Ditemukan

Perlengkapan olahraga yang sesuai dapat menunjang kenyamanan dan kebutuhan pemain selama bertanding. Hal itu menjadi salah satu bagian dari persiapan tim sebelum tampil di lapangan, termasuk Timnas Putri U-16 Thailand yang berhasil menjuarai Caffino Srikandi Merdeka Cup 2026.
Salah satu yang dicari adalah sepatu futsal Ortuseight Jogosala Volta V3 warna Black Gold. Jery mengatakan rombongan tersebut telah berada di Indonesia selama sekitar tiga hari dan sebelumnya mencari model yang sama di beberapa tempat.

Di Rank Sport Kudus, produk yang mereka cari kebetulan baru tersedia. Setelah menemukannya, rombongan Thailand memilih sepatu tersebut sekaligus melihat sejumlah produk lainnya.
Mereka juga mencoba sepatu sepak bola Ortuseight Catalyst Vision V6 K-Lea. Produk tersebut menggunakan material kulit kanguru pada bagian upper.

Menurut Jery, material tersebut menjadi salah satu hal yang menarik perhatian pemain setelah mereka mencobanya secara langsung.
“Mereka itu sangat nyaman ketika mencoba salah satu sepatu dari Ortuseight yang memiliki upper dengan bahan kulit kanguru di artikel Ortuseight Catalyst Vision V6 K-Lea,” katanya.
Selain produk sepak bola dan futsal, rombongan Thailand juga membeli sepatu running Ortuseight Hyperblast 2.0.

Pilihan tersebut memperlihatkan bahwa kunjungan kontingen ke toko tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pertandingan. Produk untuk latihan dan aktivitas lain juga menjadi bagian dari belanja mereka selama berada di Kudus.
Yordania Mengubah Pilihan Setelah Mencoba Produk

Rombongan Timnas Putri U-16 Yordania datang dengan pertimbangan berbeda. Pada awal kunjungan, perhatian mereka lebih banyak tertuju pada merek global seperti Nike, Adidas, dan Puma.
Beberapa produk yang dicari antara lain Nike Tiempo Maestro Academy dan Adidas Adizero Evo SL. Namun, setelah melihat dan mencoba sejumlah sepatu, belum ada pilihan yang dianggap sesuai.
Pihak toko kemudian membantu mencarikan alternatif berdasarkan kebutuhan dan kenyamanan. Dari proses tersebut, pemain Yordania mulai mencoba produk lokal Ortuseight.
Salah satu yang kemudian dipilih adalah Ortuseight Hyperblast 2.1. Saat itu, produk tersebut sedang mengikuti program Buy 1 Get 1 di toko.

“Setelah mereka mencoba dan akhirnya cocok, dan jadilah mereka ambil 8 pasang sepatu running Ortuseight Hyperblast 2.1,” kata Jery.
Rombongan Yordania juga membeli beberapa walking shoes dari Nike dan Adidas.
Kunjungan ini memperlihatkan perbedaan pola belanja antara satu kontingen dan kontingen lainnya. Malaysia datang dengan pengetahuan terhadap merek tertentu, Thailand mencari model yang spesifik, sedangkan Yordania menemukan pilihan lain setelah mencoba produk yang tersedia di toko.
Pembeli Tidak Hanya Datang dari Kontingen Internasional

Aktivitas selama Caffino Srikandi Merdeka Cup 2026 tidak hanya mendatangkan atlet dan official dari luar negeri. Pemain depan Timnas Putri Indonesia U-16, Keysa Arabela Manisya Nian, yang mencetak tiga gol selama turnamen, juga menyempatkan diri membeli sepatu di Rank Sport Kudus di sela-sela jadwal pertandingan.

Kehadiran penonton dari luar Kudus juga menambah aktivitas pengunjung. Sejumlah penonton dari Rembang, Blora, hingga Pati datang ke Kudus untuk menyaksikan pertandingan sekaligus melakukan aktivitas lain selama berada di kota tersebut.

Sebagian diantaranya berbelanja perlengkapan olahraga. Pilihan produk yang tersedia di Rank Sport mencakup sepatu futsal, sepatu sepak bola pul rumput, serta berbagai jenis sepatu running, mulai dari daily training, speed, walking, hingga trail run.
Dengan demikian, pembeli yang datang selama periode turnamen berasal dari kelompok yang berbeda. Ada yang datang sebagai bagian dari kontingen, ada yang bertugas dalam pertandingan, dan ada pula yang datang sebagai penonton.
Aktivitas Turnamen Terlihat pada Penjualan Hari Kerja

Bagi Rank Sport Kudus, keberadaan peserta turnamen juga terlihat pada pola aktivitas penjualan.
Jery mengatakan kunjungan kontingen mancanegara membantu mengurangi perbedaan aktivitas penjualan antara hari kerja dan akhir pekan. Para peserta tidak mengikuti pola belanja konsumen umum yang biasanya lebih banyak memanfaatkan waktu libur.
Mereka datang mengikuti jadwal pertandingan dan agenda tim. Karena itu, kunjungan dapat terjadi pada hari kerja ketika pertandingan dan kegiatan turnamen sedang berlangsung.
“Kehadiran pembeli internasional yang tidak terikat waktu libur membuat grafik penjualan weekday melesat setara dengan performa penjualan akhir pekan,” ujar Jery.

Keterangan tersebut menjadi salah satu gambaran mengenai bagaimana sebuah kegiatan olahraga dapat mempengaruhi aktivitas usaha yang berada di luar lokasi pertandingan.
Namun, dampaknya tidak hanya dapat dilihat dari jumlah transaksi. Kehadiran pembeli dari berbagai daerah dan negara juga membuat toko berhadapan dengan kebutuhan konsumen yang lebih beragam dalam waktu yang berdekatan.
Toko Menjadi Tempat Bertemunya Orang dari Berbagai Negara

Bagi pekerja di Rank Sport Kudus, kedatangan kontingen internasional juga menghadirkan pengalaman yang berbeda dari aktivitas toko sehari-hari.
Jery mengatakan pihaknya dapat berinteraksi langsung dengan pemain dan pendamping dari negara lain. Percakapan berlangsung ketika mereka memilih barang, mencoba sepatu, atau mencari produk yang sesuai dengan kebutuhan.
“Untuk yang paling menarik sendiri dari kita Rank Sport senang sekali bisa berinteraksi dengan mereka, bisa berbincang, bisa berbagi cerita antarnegara, bisa berbagi pengalaman juga,” katanya.
Pertemuan itu berlangsung sederhana di dalam toko. Tidak ada agenda khusus selain mencari perlengkapan yang dibutuhkan. Namun, bagi pihak toko, kedatangan rombongan dari luar negeri menjadi pengalaman yang berbeda karena terjadi dalam konteks sebuah turnamen internasional yang berlangsung di Kudus.
Produk yang dibeli pun menjadi bagian dari cerita tersebut. Ada sepatu yang memang sudah mereka kenal, ada model yang dicari selama beberapa hari, dan ada pula produk yang baru dipilih setelah dicoba.
Dari Pertandingan ke Aktivitas Ekonomi Lokal

Caffino Srikandi Merdeka Cup 2026 menjadi pintu masuk bagi kedatangan peserta dari berbagai negara ke Kudus. Selama berada di kota ini, kebutuhan mereka tidak hanya berlangsung di arena pertandingan.
Rank Sport menjadi salah satu tempat yang dikunjungi. Rombongan Malaysia membeli Catalyst Liberte beserta sejumlah perlengkapan pendukung. Thailand mencari Jogosala Volta V3 dan mencoba Catalyst Vision V6 K-Lea berbahan kulit kanguru. Sementara itu, rombongan Yordania yang semula mencari merek global akhirnya membawa delapan pasang Hyperblast 2.1 serta beberapa walking shoes.
Di luar tiga kontingen mancanegara tersebut, pemain Indonesia, staf pelatih, perangkat pertandingan, dan penonton dari daerah sekitar juga ikut menjadi bagian dari aktivitas pembeli selama turnamen.
Cerita dari Rank Sport memperlihatkan sisi lain dari sebuah agenda olahraga internasional. Pertandingan tetap berlangsung di lapangan, tetapi kehadiran peserta dan penonton menciptakan kebutuhan yang berjalan di luar arena.
Bagi usaha lokal, kebutuhan itu hadir dalam bentuk kunjungan dan transaksi. Bagi Kudus, pergerakan tersebut menjadi bagian dari aktivitas yang muncul ketika sebuah kota menerima peserta dari berbagai daerah dan negara.
Setelah pertandingan selesai, sepatu dan perlengkapan yang dibeli para peserta tentu ikut meninggalkan Kudus bersama pemiliknya. Sementara bagi Rank Sport, kunjungan tersebut menyisakan catatan lain: sebuah turnamen internasional dapat mempertemukan toko lokal dengan konsumen yang datang dari luar negeri dan memperluas aktivitas ekonomi yang terjadi selama mereka berada di Kudus. (JMY/mainkekudus)