Logo Kudus

Turnamen Olahraga Bikin Kota Kudus Semakin Menarik Dikunjungi

7 Juli 2026Saldy Nurzaman

KUDUS – Bergulirnya HYDROPLUS Soccer League (HPSL) All Stars 2025/2026 tidak hanya menghadirkan persaingan di atas lapangan hijau. Turnamen ini juga membawa ribuan atlet, ofisial, keluarga pemain, dan suporter dari berbagai daerah ke Kota Kudus. Kehadiran mereka membuat suasana di sekitar Supersoccer Arena Kudus semakin hidup, sekaligus menggerakkan aktivitas di berbagai sudut kota.

(Foto: DN/mainkekudus)

Selama pertandingan berlangsung, para tamu tidak hanya datang untuk menyaksikan laga. Mereka juga memanfaatkan waktu untuk berkeliling kota, mencicipi kuliner khas, membeli oleh-oleh, hingga menikmati suasana Kudus. Perjalanan itu menghadirkan pengalaman baru sekaligus memberi dampak positif bagi masyarakat setempat.

Salah satu pengunjung yang merasakan pengalaman tersebut adalah Dian Ayu Novitasari, pendukung tim Putri Batang yang datang dari Bali untuk mendampingi putrinya berlaga di kategori U-18. Meski baru dua hari berada di Kudus, ia mengaku mulai mengenal kota ini melalui berbagai pengalaman sederhana.

Dian Ayu Novitasari, pendukung tim Putri Batang yang datang dari Bali. (Foto: DN/mainkekudus)

“Kami datang karena anak ikut HYDROPLUS Soccer League. Memang belum sempat jalan-jalan jauh, baru keliling Pasar Kliwon dan mencoba es dawet. Rencananya masih ingin mencari Soto Kudus. Yang paling saya suka, kotanya bersih, tertib, dan tidak macet. Pedagangnya juga ramah,” ungkapnya.

Kesan itu membuat Dian ingin kembali berkunjung bersama keluarganya pada kesempatan lain.

“Saya ingin datang lagi. Kota ini nyaman dan cocok untuk liburan sekaligus olahraga,” tambahnya.

Cerita serupa datang dari Ertitawati, pendukung asal Bandung yang mendampingi dua tim Jawa Barat, yakni Mojang Priangan dan Akademi Persib. Di sela-sela menyaksikan pertandingan, ia menyempatkan diri berburu kuliner dan oleh-oleh khas Kudus.

Ertitawati (Baju Kuning) , pendukung asal Bandung yang datang mendampingi dua tim dari Jawa Barat, yakni Mojang Priangan dan Akademi Persib. (Foto: DN/mainkekudus)

“Kami sudah ke Mubarok, beli jenang, lalu kuliner di sekitar alun-alun. Saya juga mencoba nasi tahu telur yang rasanya enak sekali dan berbeda dengan di Bandung,” bebernya.

Menurutnya, Kudus merupakan kota yang semakin maju dan modern, tetapi tetap memberikan rasa nyaman bagi para tamu yang datang.

Ramainya pengunjung turut disambut para pelaku UMKM yang membuka tenant di area Supersoccer Arena Kudus. Berbagai gerai makanan dan minuman menjadi tempat persinggahan atlet, keluarga pemain, maupun suporter yang ingin beristirahat di sela-sela pertandingan.

Aktivitas di Tenant UMKM di dalam Area Stadion Supersoccer Arena Kudus. (Foto: DN/mainkekudus)

Salah satunya adalah Debby, pelaku UMKM yang mulai berjualan sejak hari pertama HYDROPLUS Soccer League All Stars berlangsung. Ia menyediakan beragam minuman dan camilan, mulai dari es taro, karamel, matcha, bubble gum, hingga coin cheese yang banyak diminati anak-anak. 

Debby, Pelaku UMKM di Area tenant Supersoccer Arena Kudus. (Foto: DN/mainkekudus)

“Kalau pagi memang masih agak sepi karena atlet belum datang. Biasanya mulai ramai siang sampai sore setelah pertandingan berlangsung. Yang paling banyak dicari anak-anak itu minuman dingin dan coin cheese,” ujarnya, Senin (6/7/2026).

Debby mengatakan, usahanya memang lebih sering beroperasi ketika Supersoccer Arena Kudus menjadi tuan rumah berbagai agenda besar. Karena itu, setiap penyelenggaraan turnamen olahraga selalu membawa harapan baru bagi pelaku UMKM. “Kalau ada event seperti HYDROPLUS Soccer League ini sangat membantu. Kami diberi kesempatan menambah pendapatan,” ucapnya.

Ia berharap kegiatan serupa semakin sering digelar dan promosinya semakin luas sehingga lebih banyak masyarakat yang datang berkunjung, bukan hanya atlet dan para pendukung.

Pengalaman para pengunjung dan pelaku UMKM menunjukkan bahwa HYDROPLUS Soccer League All Stars menghadirkan manfaat yang melampaui pertandingan sepak bola. Kehadiran atlet, official, keluarga pemain, dan suporter ikut menggerakkan aktivitas ekonomi lokal melalui kuliner, oleh-oleh, dan berbagai usaha kecil di sekitar arena pertandingan.

Pengunjung membeli makanan di stand UMKM.(Foto: DN/mainkekudus)

Di sisi lain, para tamu membawa pulang pengalaman positif tentang Kudus sebagai kota yang bersih, nyaman, ramah, dan kaya kuliner. Perputaran aktivitas selama turnamen menjadi gambaran bahwa sebuah ajang olahraga tidak hanya melahirkan kompetisi, tetapi juga membuka peluang bagi perkembangan ekonomi daerah sekaligus memperkuat daya tarik Kudus sebagai destinasi sports tourism. (ITN/DN/mainkekudus)