

Warga Kudus Padati Alun-Alun Simpang Tujuh, Nobar Piala Dunia 2026
KUDUS – Ribuan warga memadati Alun-alun Simpang Tujuh Kudus pada Jumat (12/6) malam untuk menghadiri kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026. Kegiatan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Kudus, TVRI, dan dukungan PT Sukun Wartono Indonesia itu menjadi momen perdana penyelenggaraan nobar ajang Piala Dunia secara terbuka di Kabupaten Kudus.

Acara ini menghadirkan tayangan resmi yang dapat dinikmati masyarakat secara gratis di ruang publik. Selain menjadi sarana hiburan, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat interaksi sosial masyarakat, menghidupkan ruang publik, serta memberikan dampak positif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kepala Stasiun TVRI Jawa Tengah, Sanny April Linda Damanik, menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kabupaten Kudus atas dukungan yang diberikan dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, kerja sama yang terjalin memungkinkan masyarakat menikmati tayangan pertandingan secara legal dan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kudus yang telah memfasilitasi ruang publik untuk Bola Gembira. TVRI sebagai media pemersatu bangsa siap mendukung kegiatan nonton bareng resmi dengan menyediakan akses tayangan berlisensi secara gratis untuk ruang-ruang publik, sehingga masyarakat dapat menikmati pertandingan dengan nyaman, aman, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Sanny.
Ia menambahkan, kolaborasi antara TVRI, Pemerintah Kabupaten Kudus dan dukungan PT Sukun Wartono menjadi contoh sinergi dalam menghadirkan hiburan yang dapat dinikmati masyarakat luas sekaligus memperkuat kebersamaan.
“Harapan kami, kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi daerah lain. Melalui Bola Gembira, kita tidak hanya menyaksikan pertandingan sepak bola, tetapi juga membangun ruang interaksi yang positif bagi masyarakat menuju semangat bersama menyongsong Piala Dunia,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kudus berharap ruang publik dapat semakin berfungsi sebagai tempat berkumpul masyarakat, memperkuat sportivitas, meningkatkan solidaritas sosial, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku UMKM.
Sejak malam hari, masyarakat mulai berdatangan ke kawasan pusat kota untuk mengikuti rangkaian acara pembukaan. Selain tayangan pertandingan, penyelenggara juga menghadirkan hiburan berupa panggung musik dan berbagai kegiatan pendukung yang menarik perhatian pengunjung.
Suasana Alun-alun Simpang Tujuh terlihat ramai oleh warga dari berbagai kalangan. Tidak hanya orang dewasa, banyak anak-anak yang hadir bersama keluarga mereka untuk menikmati rangkaian kegiatan yang telah disiapkan.

Sejumlah wahana permainan yang tersedia di sekitar lokasi turut menjadi daya tarik bagi pengunjung. Kehadiran fasilitas tersebut menambah semarak suasana acara dan memberikan pilihan hiburan bagi keluarga yang datang ke lokasi nobar.
Selain itu, deretan stan UMKM turut meramaikan kegiatan sebagai bagian dari side event yang diselenggarakan bersamaan dengan nobar. Masyarakat dapat menikmati berbagai pilihan kuliner dan produk lokal selama acara berlangsung.

Ramainya kegiatan tersebut kembali menunjukkan tingginya aktivitas masyarakat di pusat Kota Kudus yang selama ini rutin menjadi lokasi berbagai agenda publik. Nobar Piala Dunia 2026 menjadi salah satu alternatif hiburan bagi warga yang menghabiskan malam akhir pekan bersama keluarga maupun teman.
Salah satu pengunjung, Rika Nadila (25), warga Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo, mengaku tidak memiliki rencana awal untuk menghadiri acara tersebut. Bersama tiga rekannya, ia hanya melintas di kawasan Alun-alun Simpang Tujuh sebelum akhirnya memutuskan untuk berhenti dan menikmati kemeriahan pembukaan.
“Ternyata Kudus memang seramai ini, tidak lelah bikin agenda yang bisa membuat senang masyarakat,” ujar Rika.
Menurutnya, kegiatan serupa layak terus dilaksanakan pada kesempatan mendatang karena mampu menghadirkan hiburan yang dapat dinikmati berbagai kalangan masyarakat.
Meski tidak terlalu mengikuti perkembangan sepak bola, Rika mengaku mengetahui atmosfer Piala Dunia dari berbagai informasi yang banyak beredar di media sosial. Ia menilai acara yang digelar di pusat kota tersebut tidak hanya menghadirkan tontonan olahraga, tetapi juga berbagai aktivitas pendukung yang membuat masyarakat merasa terhibur.
“Pasti senang, ada wahana permainan, stand UMKM dan pemeriksaan gratis juga. Kalau lapar bisa beli makanan di UMKM, ternyata Kudus memang ramai dan semoga acara ke depan semakin maju,” katanya.
Antusiasme serupa disampaikan Irfan (30), warga Desa Japan, Kecamatan Colo. Ia datang bersama istri dan anaknya untuk mengikuti kegiatan nobar Piala Dunia 2026 di Alun-alun Simpang Tujuh.

Meskipun pertandingan utama baru berlangsung pada pukul 02.00 WIB dini hari, Irfan memilih hadir sejak malam untuk menikmati suasana acara bersama masyarakat lainnya.
“Bagus ada acara ini, semoga bisa diagendakan lagi untuk event-event lainnya seperti Piala Asia,” ujarnya.
Pertandingan antara Kanada dan Bosnia Herzegovina menjadi sajian utama dalam agenda nonton bareng tersebut. Irfan mengatakan dirinya memberikan dukungan kepada tim Kanada pada laga itu.
Ia juga menilai kegiatan nonton bareng berpotensi terus menarik perhatian masyarakat, terutama saat tim-tim favorit tampil pada pertandingan berikutnya.
“Kalau bisa setiap hari, sampai gelaran final, supaya masyarakat semakin antusias, karena banyak warga Kudus yang cinta sepak bola,” katanya.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris yang hadir dalam pembukaan acara turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, dukungan dari perusahaan swasta dan stasiun televisi nasional memungkinkan masyarakat memperoleh hiburan yang dapat dinikmati secara bersama-sama.

Sam’ani mengatakan kegiatan nobar tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga menghadirkan suasana yang menyenangkan bagi masyarakat.
“Supaya masyarakat gembira, anak-anak bisa bermain dengan aman dan kita semua kuat menghadapi gejolak ekonomi,” ujar Sam’ani.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan nonton bareng Piala Dunia 2026 juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan konsep sports tourism atau wisata olahraga kepada masyarakat Kudus.

Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga, khususnya sepak bola, sekaligus mendorong dukungan terhadap perkembangan olahraga di Indonesia.
“Alhamdulillah, hari ini kita membuka nobar piala dunia, ini memberikan edukasi dan bentuk hiburan untuk masyarakat,” katanya.
Sam’ani juga menyoroti keberadaan berbagai side event yang digelar selama acara berlangsung. Kehadiran stan UMKM, panggung musik, wahana permainan, serta berbagai aktivitas hiburan lainnya dinilai memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Partisipasi pelaku UMKM dalam kegiatan tersebut membuka peluang usaha sekaligus memperkuat pergerakan ekonomi lokal. Di sisi lain, masyarakat memperoleh ruang rekreasi dan hiburan yang dapat dinikmati bersama keluarga.

Pertandingan Piala Dunia 2026 antara Kanada dan Bosnia Herzegovina berlangsung pada Sabtu (13/6) pukul 02.00 WIB dini hari dan menjadi sajian utama dalam kegiatan nonton bareng yang dipusatkan di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.
Pemerintah Kabupaten Kudus juga berencana memperluas penyelenggaraan kegiatan serupa pada kesempatan mendatang. Salah satu langkah yang disiapkan adalah menjalin kerja sama dengan Polres Kudus untuk menggelar nonton bareng di kantor-kantor kepolisian sektor (Mapolsek) yang berada di setiap kecamatan.
Rencana tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat untuk menikmati pertandingan sepak bola secara bersama-sama tanpa harus datang ke pusat kota.
Menurut Sam’ani, kegiatan berbasis olahraga dapat memberikan manfaat dari berbagai aspek, baik sebagai hiburan masyarakat maupun sebagai pendorong aktivitas ekonomi daerah. Melalui konsep sports tourism, aktivitas olahraga diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus menjadi ruang interaksi sosial bagi warga.
Selain itu, kegiatan tersebut juga dipandang sebagai sarana edukasi untuk menumbuhkan budaya olahraga di tengah masyarakat. Dengan semakin banyak warga yang terlibat dalam berbagai aktivitas olahraga, dukungan terhadap perkembangan dunia olahraga, khususnya sepak bola, diharapkan semakin meningkat.
“Kegiatan ini bisa menumbuhkan ekonomi, menghibur masyarakat dan mengedukasi budaya olahraga di Kudus,” imbuhnya.
Pembukaan nobar Piala Dunia 2026 di Kudus berlangsung meriah dengan kehadiran ribuan warga yang memadati Alun-alun Simpang Tujuh. Antusiasme masyarakat, partisipasi pelaku UMKM, serta keterlibatan berbagai pihak dalam penyelenggaraan acara menjadi gambaran tingginya minat warga terhadap kegiatan olahraga yang dikemas sebagai hiburan publik dan ruang kebersamaan masyarakat. (hsym/mkk)