

KUDUS – Hari terakhir Audisi Umum PB Djarum 2026 Kudus, Minggu (13/9), menjadi tahap penting bagi peserta yang masih bertahan dalam persaingan. Sebagian harus menyelesaikan pertandingan hingga babak akhir, sementara peserta lain masih memiliki kesempatan mendapat perhatian Tim Pencari Bakat PB Djarum.
Sebanyak 1.601 peserta mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2026 Kudus. Dari jumlah tersebut, 36 atlet memperoleh Super Tiket. Sebanyak 18 atlet mendapatkannya melalui jalur turnamen, sedangkan 18 lainnya dipilih berdasarkan pemantauan langsung Tim Pencari Bakat.
Pertandingan menjadi bagian dari proses pencarian tersebut. Tim tidak hanya melihat skor akhir, tetapi juga memperhatikan kemampuan teknik, cara bermain, daya juang, postur, serta kemampuan peserta menghadapi tekanan pertandingan.

Pada kelompok putra, pertandingan Final Day dimulai dari babak 16 besar, kemudian berlanjut ke delapan besar hingga semifinal. Pertandingan berhenti di semifinal karena empat pemain yang mencapai babak tersebut dari setiap kelompok usia, yakni U-11, KU 11, dan KU 12, langsung mendapatkan Super Tiket. Tidak ada pertandingan lanjutan untuk menentukan juara.
Sementara kelompok putri memulai persaingan dari babak delapan besar, kemudian semifinal hingga final. Namun, partai final tidak dimainkan. Dua pemain yang mencapai final dari setiap kelompok usia menjadi penerima Super Tiket melalui jalur turnamen.
Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum, Sigit Budiarto, menjelaskan Final Day menjadi fase penting untuk menentukan peserta yang memperoleh Super Tiket.

Dengan format tersebut, jalur turnamen menghasilkan 18 penerima Super Tiket, terdiri atas 12 pemain putra dan enam pemain putri. Di luar jalur turnamen, Tim Pencari Bakat tetap mengamati peserta selama rangkaian audisi untuk menentukan penerima Super Tiket berdasarkan hasil pemantauan.
Peserta yang dipantau datang dari berbagai daerah di Indonesia. Mayoritas berasal dari Pulau Jawa, tetapi terdapat pula atlet dari luar Jawa yang datang mengikuti audisi di Kudus.
Menurut Sigit, hasil pertandingan bukan satu-satunya dasar penilaian. Potensi peserta juga menjadi bagian yang diperhatikan ketika tim menentukan penerima Super Tiket tambahan.
Ketatnya persaingan membuat tim pencari bakat harus melihat peserta dari berbagai sisi. Pelatih PB Djarum sekaligus anggota Tim Pencari Bakat, Andreas Aditya Warman, mengatakan teknik bermain dan daya juang lebih terlihat pada Final Day dibandingkan tahap awal.
Kemampuan teknis tetap menjadi bagian utama dalam pertandingan. Namun, peserta juga dinilai dari kemauan untuk terus berjuang ketika menghadapi situasi sulit.

Menurut Andreas, kemampuan teknis para peserta usia muda relatif berimbang. Karena itu, daya juang, kerja keras, dan keinginan memenangkan pertandingan dapat menjadi pembeda.
Cara peserta menghadapi kesalahan juga menjadi perhatian. Pengendalian emosi dinilai karena seorang atlet harus mampu tetap bermain ketika berada dalam tekanan.
Peserta yang mudah marah kepada diri sendiri ketika melakukan kesalahan tetap menjadi bagian dari pengamatan. Bagi tim pencari bakat, sikap di lapangan memberikan gambaran mengenai kesiapan seorang atlet menghadapi pertandingan.
Peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 sekaligus anggota Tim Pencari Bakat, Liliyana Natsir, melihat teknik sebagai salah satu penilaian utama untuk peserta usia di bawah 13 tahun.
Namun, penilaian tidak berhenti pada teknik. Liliyana mengatakan footwork, fighting spirit, dan postur juga diperhatikan karena atlet pada usia tersebut masih dapat dikembangkan.

Liliyana juga menilai kualitas peserta di Kudus terlihat meningkat dibandingkan peserta pada audisi sebelumnya di Pekanbaru dan Makassar. Menurut dia, atlet di Pulau Jawa memiliki kesempatan bertanding lebih banyak sehingga pengalaman kompetisinya dapat berbeda dengan peserta dari luar pulau.
Meski demikian, perbedaan kesempatan bertanding tersebut tidak menutup peluang peserta dari luar Jawa. Penilaian dilakukan dari berbagai aspek sehingga peserta dari berbagai daerah tetap memiliki kesempatan menunjukkan potensinya.
Anggota Tim Pencari Bakat sekaligus pelatih tunggal putri U-15 PB Djarum, Nimas Rani Wijayanti, juga melihat banyak pilihan peserta yang dapat dikembangkan, terutama pada kelompok U-11 putri.

Rani menjelaskan bahwa audisi pada awalnya mencari pemain untuk nomor tunggal. Setelah masuk dalam proses pembinaan, perkembangan atlet akan dilihat untuk menentukan kesesuaiannya di nomor tunggal atau ganda.

Proses tersebut dirasakan langsung Muhammad Ramdani Mubarok. Peserta asal Bandung yang memperkuat PB Victory Bandung itu sudah empat kali mengikuti Audisi Umum PB Djarum.
Pada audisi sebelumnya, Ramdani sempat mencapai tahap karantina, tetapi belum berhasil melanjutkan perjalanan. Tahun ini, ia kembali datang dengan pengalaman dari keikutsertaan sebelumnya.
Perjalanan kali ini berakhir dengan keberhasilan mencapai final dan memperoleh Super Tiket melalui jalur turnamen. Ramdani mengatakan tantangan selama audisi adalah menjaga kondisi fisik sekaligus mempertajam teknik karena setiap lawan memiliki kemampuan yang harus dihadapi.

Persiapannya dilakukan melalui latihan rutin setiap hari. Dalam kondisi tertentu, latihan bahkan dilakukan dua kali sehari.

Ayah Ramdani, Asep Nugraha, turut mendukung persiapan anaknya. Keluarga berusaha menjaga agar Ramdani tetap disiplin dan bekerja keras selama mengikuti audisi.
Persiapan tahun ini juga berlangsung bersamaan dengan agenda lain. Sebelum menuju Kudus, Ramdani mengikuti Olimpiade Sains Nasional di Jakarta. Asep tiba di Kudus pada Senin, sedangkan Ramdani mulai bertanding pada Rabu (9/9).
Rangkaian pertandingan hingga Final Day membuat Ramdani menjalani lima hari persaingan. Menurut Asep, lawan yang dihadapi memiliki kemampuan yang baik.
Bagi keluarga, audisi tidak hanya mengenai hasil akhir. Ramdani juga mendapatkan pengalaman bertanding melawan peserta dari berbagai daerah.
Ramdani sendiri membawa pelajaran mengenai mental bertanding. Lawan-lawan yang dihadapinya membuat ia belajar untuk tetap bertahan dan berjuang ketika pertandingan berjalan sulit.

Sebanyak 36 atlet memperoleh Super Tiket. Berikut daftar lengkap berdasarkan jalur dan kategori.
Super Tiket Jalur Turnamen
U-11 Putri
KU 11 Putri
KU 12 Putri
U-11 Putra
KU 11 Putra
KU 12 Putra
Super Tiket Pilihan Tim Pencari Bakat
U-11 Putri
KU 11 Putri
KU 12 Putri
U-11 Putra
KU 11 Putra
KU 12 Putra
Bagi 36 penerima Super Tiket, hasil Final Day bukan akhir dari proses. Mereka akan menjalani karantina selama empat pekan di Asrama PB Djarum.
Selama karantina, peserta akan menghadapi dua kali fase eliminasi. Proses tersebut digunakan untuk melihat lebih jauh bakat dan mentalitas para atlet.
Peserta yang berhasil melewati tahap karantina akan mendapatkan Djarum Beasiswa Bulutangkis dari Bakti Olahraga Djarum Foundation dan bergabung sebagai atlet binaan PB Djarum.
Sementara itu, peserta yang belum memperoleh Super Tiket masih dapat membawa pengalaman dari audisi sebagai bahan evaluasi.
Andreas menyarankan atlet muda untuk terus berlatih dengan sungguh-sungguh. Kemampuan teknik perlu ditingkatkan, tetapi daya juang dan kemauan bekerja keras juga harus dibangun.
Sigit mengingatkan agar persiapan dilakukan jauh sebelum pendaftaran audisi dibuka. Fisik dan mental perlu dipersiapkan melalui latihan yang disiplin.
Dari sisi orang tua, Asep menilai persiapan atlet muda perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari latihan, mental, disiplin, kesehatan, makanan, hingga stamina.
Bagi Ramdani, pesan untuk calon peserta berikutnya sederhana: rajin berlatih, menjaga kondisi fisik, dan mempersiapkan mental bertanding.
Final Day Audisi Umum PB Djarum 2026 Kudus menghasilkan 36 penerima Super Tiket dari berbagai daerah dan kelompok usia. Sebanyak 18 atlet mendapatkannya melalui jalur turnamen, sedangkan 18 lainnya dipilih Tim Pencari Bakat.
Bagi 36 atlet tersebut, perjalanan berlanjut ke karantina. Mereka masih harus melewati dua fase eliminasi sebelum memperoleh kesempatan menjadi bagian dari atlet binaan PB Djarum.
Bagi peserta lain, pengalaman di Kudus menjadi bagian dari proses untuk memahami kemampuan dan kekurangan masing-masing. Pertandingan yang telah dijalani memberikan pengalaman menghadapi lawan dari berbagai daerah sekaligus memperlihatkan aspek yang masih perlu diperbaiki.
Perjalanan Ramdani menunjukkan bahwa satu kesempatan belum tentu menjadi akhir. Setelah empat kali mengikuti audisi, ia akhirnya memperoleh Super Tiket melalui jalur turnamen dan kembali mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan proses pembinaan.
Final Day pun selesai, tetapi perjalanan para atlet muda belum berhenti. Sebagian melanjutkan ke karantina, sementara lainnya kembali berlatih untuk mempersiapkan pertandingan dan kesempatan berikutnya. (DN/mainkekudus)