Muhammad Daffa Nugraha, Menjaga Semangat Atlet dalam Dunia Pendidikan
Kudus – Perjalanan karier seseorang tidak selalu berjalan sesuai dengan cita-cita awal yang pernah dibayangkan. Hal itu tergambar dalam perjalanan Muhammad Daffa Nugraha. Lulusan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) Universitas Negeri Semarang yang lahir di Kudus ini menempuh proses panjang dari dunia olahraga menuju dunia pendidikan. Pengalaman sebagai atlet dan pelatih menjadi bekal penting yang membentuk perjalanan profesionalnya hingga akhirnya berkarier sebagai guru PJOK.

Di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, Daffa juga dikenal sebagai guru yang aktif memanfaatkan ruang digital melalui aktivitas pembuatan konten edukatif. Namun, di balik aktivitas tersebut, dunia olahraga tetap menjadi fondasi utama yang mengiringi perjalanan hidupnya sejak usia sekolah hingga sekarang.
Awal Perjalanan dari Lapangan Bulu Tangkis

Kedekatan Daffa dengan dunia olahraga bermula sejak duduk di bangku sekolah dasar. Ia mulai menekuni bulu tangkis saat kelas 4 SD dan terus melanjutkan aktivitas tersebut hingga sekarang.

Ketertarikannya terhadap olahraga kemudian berkembang menjadi perjalanan yang lebih serius melalui berbagai kompetisi yang diikuti sejak tingkat sekolah. Setelah melanjutkan pendidikan di Universitas Negeri Semarang pada program studi PJOK, keterlibatannya dalam dunia olahraga semakin luas melalui berbagai pertandingan dan kompetisi yang diikuti selama masa kuliah.
Pengalaman sebagai atlet menjadi tahap awal yang membentuk karakter serta kedisiplinan dalam kehidupannya. Dari arena pertandingan, Daffa belajar mengenai proses latihan, persiapan fisik, konsistensi, dan upaya untuk terus meningkatkan kemampuan diri.

Perjalanan tersebut kemudian berkembang ketika dirinya tidak hanya berperan sebagai atlet, tetapi juga menjalani peran sebagai pelatih. Pergeseran peran itu memperluas pengalaman yang dimiliki sebelum akhirnya memasuki dunia pendidikan secara formal sebagai seorang guru. Daffa menyebut bahwa profesi guru bukanlah cita-cita awal yang direncanakannya. Namun seiring berjalannya waktu, ia menemukan ketertarikan dan panggilan untuk terlibat dalam proses pendidikan generasi muda.
Dari Atlet Menjadi Guru PJOK
Perubahan dari dunia olahraga menuju dunia pendidikan tidak berlangsung secara instan. Pengalaman sebagai atlet dan pelatih menjadi bekal yang kemudian dibawa ke lingkungan sekolah.
Sebagai guru PJOK, Daffa melihat profesi tersebut sebagai ruang untuk menyalurkan pengalaman dan pengetahuan yang telah diperolehnya selama bertahun-tahun di dunia olahraga. Baginya, ilmu yang dimiliki tidak hanya digunakan untuk kepentingan pribadi, tetapi juga dapat dibagikan kepada peserta didik.
“ Saya berharap ilmu yang saya miliki tidak hanya saya gunakan sendiri, tetapi juga bisa bermanfaat bagi anak-anak muda. Menjadi guru memberi kesempatan untuk berbagi pengalaman sekaligus memotivasi mereka agar terus aktif dan berkembang,” ujar Daffa.

Perjalanan dari atlet, pelatih, hingga guru memperlihatkan perubahan tanggung jawab yang terus berkembang. Jika saat menjadi atlet fokus utamanya adalah pengembangan kemampuan diri, maka ketika menjadi pelatih perhatian bergeser kepada pembinaan orang lain. Sebagai guru, peran tersebut menjadi lebih luas karena tidak hanya berkaitan dengan olahraga, tetapi juga proses pendidikan secara menyeluruh.
Daffa menyebut bahwa menjadi bagian dari proses tumbuh kembang peserta didik merupakan kehormatan yang tidak pernah dibayangkannya sebelumnya. Perjalanan yang dilaluinya menunjukkan proses pembelajaran dan adaptasi terhadap berbagai peran yang berbeda sepanjang kariernya.
Menjaga Identitas sebagai Atlet
Meskipun kini berprofesi sebagai guru, Daffa tetap aktif menjalani aktivitas olahraga kompetitif. Ia masih menekuni bulu tangkis dan mengikuti berbagai kejuaraan.
Aktivitas latihan menjadi bagian rutin yang dijalani setiap pekan. Bersama komunitas PB Sahabat yang diikutinya sejak awal 2025, ia menjalani latihan rutin setiap Rabu malam dan Minggu pagi.
Pada sesi Rabu pukul 19.00–21.00 WIB, latihan difokuskan pada program beban atau gym yang kemudian dilanjutkan dengan drilling dan latihan teknik. Sementara pada Minggu pukul 07.00–09.00 WIB, latihan lebih banyak diisi dengan permainan atau game.

Di luar latihan bersama komunitas, Daffa juga menjalani latihan tambahan secara mandiri. Bentuk latihan yang dilakukan meliputi gym pribadi, jogging, bersepeda, latihan angkat beban, hingga olahraga bela diri seperti muay thai dan boxing.
Menurutnya, tantangan terbesar dalam menjalani latihan bukan hanya aspek fisik, melainkan menjaga niat, komitmen, dan konsistensi. Latihan beban maupun drilling membutuhkan energi yang besar sehingga tidak jarang menimbulkan rasa lelah maupun penurunan motivasi.
“Yang paling sulit sebenarnya menjaga niat, komitmen, dan konsistensi. Latihan beban maupun drilling membutuhkan usaha yang besar. Kadang rasa lelah dan mood turun, tetapi target yang ingin dicapai membuat saya terus berusaha menjaga latihan tetap berjalan,” kata Daffa.
Untuk menjaga semangat, ia memilih tetap aktif mengikuti kompetisi serta terus meningkatkan kualitas latihan fisik yang dijalani.
Bersama PB Sahabat
Keterlibatan Daffa di PB Sahabat menjadi salah satu bagian penting dalam aktivitas olahraganya saat ini. Ia bergabung dengan komunitas tersebut pada awal 2025 dan masih aktif hingga sekarang.
Menurut Daffa, salah satu faktor yang membuatnya bertahan adalah suasana kebersamaan yang terbangun di dalam komunitas. Selain itu, fleksibilitas jadwal latihan juga memungkinkan para anggota tetap aktif berolahraga di tengah kesibukan masing-masing.
“Teman-teman di PB Sahabat seru dan saling mendukung. Jadwal latihan juga cukup fleksibel sehingga tetap bisa menyesuaikan dengan aktivitas masing-masing. Kami juga mendapat dukungan fasilitas yang membantu proses latihan,” tuturnya.

Komunitas tersebut juga mendapatkan dukungan fasilitas dari Bapak Ismail yang membantu penyediaan lapangan, gym, maupun berbagai kebutuhan latihan lainnya. Dukungan tersebut menjadi salah satu faktor yang membantu anggota komunitas menjalani program latihan secara rutin.
PB Sahabat tidak hanya beraktivitas di Kudus, tetapi juga mengikuti berbagai kegiatan dan kompetisi di daerah lain. Keikutsertaan dalam turnamen menjadi bagian dari upaya menjaga semangat latihan sekaligus mengukur perkembangan kemampuan para anggota.

Daffa menilai bahwa keberadaan teman-teman latihan turut memberikan dorongan positif melalui persaingan yang sehat. Lingkungan seperti itu membantu setiap anggota untuk terus berkembang dan memperbaiki kemampuan masing-masing.
Prestasi dan Target Kompetisi
Aktivitas latihan yang dijalani secara konsisten membuahkan hasil melalui sejumlah pencapaian yang diraih. Salah satu prestasi yang disebutkan Daffa adalah keberhasilannya menjadi juara nasional PGRI pada tahun 2025.

Selain itu, ia juga memiliki latar belakang sebagai atlet yang pernah meraih juara pertama Tarung Muay Thai Senior kelas 69 kilogram pada Kejuaraan Asta Forda Jawa Tengah 2023 serta juara ketiga beregu bulu tangkis pada Kejuaraan PGRI Jawa Tengah 2024.
Meski telah memperoleh sejumlah hasil kompetisi, Daffa memandang kemenangan maupun kekalahan sebagai bagian dari proses evaluasi. Setiap hasil pertandingan digunakan sebagai bahan pembelajaran untuk memperbaiki aspek teknis maupun kondisi fisik.
“Kemenangan maupun kekalahan selalu ada pelajarannya. Dari situ saya bisa melihat apa yang perlu diperbaiki, baik dari sisi teknik maupun kondisi fisik untuk menghadapi pertandingan berikutnya,” ujarnya.
Dalam waktu dekat, Daffa menargetkan untuk mengikuti kejuaraan badminton di Demak pada Juli 2026 dan kejuaraan badminton di Kudus pada Agustus 2026. Target tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga konsistensi latihan yang terus dilakukan bersama komunitas maupun secara mandiri.
Adaptasi di Tengah Perkembangan Dunia Digital
Selain aktif sebagai guru PJOK, Daffa juga dikenal sebagai guru konten kreator. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari perjalanan profesionalnya di tengah perkembangan teknologi digital yang terus berubah.
Aktivitas membuat konten bermula dari keinginannya mendokumentasikan kegiatan pembelajaran dan latihan olahraga siswa sebagai bentuk apresiasi. Seiring waktu, ia melihat media sosial sebagai sarana yang dapat digunakan untuk menyampaikan materi pendidikan kepada audiens yang lebih luas.
Peran sebagai guru konten kreator berjalan berdampingan dengan profesinya sebagai pendidik. Melalui aktivitas tersebut, Daffa membagikan berbagai materi yang berkaitan dengan pendidikan jasmani, motivasi, dan pengalaman dalam dunia pendidikan.

Kehadiran guru di ruang digital menjadi salah satu gambaran perubahan yang terjadi dalam dunia pendidikan. Perkembangan teknologi membuka berbagai saluran komunikasi baru yang memungkinkan proses berbagi pengetahuan berlangsung melampaui ruang kelas.
Meski demikian, aktivitas digital tersebut tidak mengubah fokus utama perjalanan Daffa sebagai seorang pendidik. Dalam berbagai aktivitas yang dijalaninya, pendidikan tetap menjadi bidang utama yang ditekuni setelah melalui perjalanan panjang dari dunia olahraga.
Dukungan dan Motivasi
Dalam perjalanan karier maupun aktivitas olahraganya, Daffa mengakui bahwa dukungan dari berbagai pihak memiliki peran penting.
Ia menyebut orang tua sebagai sumber dukungan utama yang telah mendampingi sejak awal dirinya menekuni olahraga. Selain itu, dukungan juga datang dari Bapak Ismail yang membantu penyediaan fasilitas latihan sekaligus memberikan motivasi kepada para atlet.
“Orang tua selalu mendukung sejak awal saya berolahraga. Di komunitas, kami juga saling memotivasi. Persaingan yang sehat membuat kami terus berkembang,” kata Daffa.
Teman-teman latihan juga menjadi bagian dari lingkungan yang membantu menjaga semangat untuk terus berkembang. Melalui persaingan yang sehat dan latihan bersama, setiap anggota komunitas didorong untuk meningkatkan kemampuan masing-masing.
Pengalaman tersebut kemudian dibawa ke dunia pendidikan. Sebagai guru PJOK, Daffa berharap dapat memberikan motivasi kepada generasi muda agar aktif berolahraga dan terus mengembangkan potensi yang dimiliki.
Ketika menghadapi keterbatasan sarana maupun menurunnya semangat peserta didik, Daffa berusaha memandang kondisi tersebut sebagai kesempatan untuk mencari pendekatan yang berbeda dan lebih sesuai dengan kebutuhan siswa.
Menjadikan Pendidikan sebagai Ruang Pengabdian

Perjalanan Muhammad Daffa Nugraha menunjukkan bagaimana pengalaman dari dunia olahraga dapat menjadi bekal untuk menjalani profesi di bidang pendidikan. Berawal dari atlet bulu tangkis sejak masa sekolah, kemudian menjalani peran sebagai pelatih, hingga akhirnya menjadi guru PJOK, setiap tahap memberikan pengalaman yang saling melengkapi.
Di tengah aktivitasnya sebagai atlet aktif, anggota komunitas PB Sahabat, dan guru yang memanfaatkan ruang digital, pendidikan tetap menjadi bidang yang kini menempati posisi penting dalam perjalanan hidupnya. Melalui profesi tersebut, Daffa melanjutkan proses belajar sekaligus berbagi pengalaman kepada generasi muda, sambil tetap menjaga keterlibatannya dalam dunia olahraga yang telah menjadi bagian dari kehidupannya sejak kecil.
Kepada para atlet muda dan peserta didik yang sedang mengembangkan potensinya, Daffa berpesan agar tidak mudah menyerah dalam menjalani proses.
“Jangan putus semangat. Jaga konsistensi, komitmen, dan mood saat berlatih. Dengarkan arahan pelatih maupun senior, lalu tambah latihan di luar sesi rutin agar kemampuan terus meningkat,” pesannya. (sns/mkk)









