Della Citra Ayu, Talenta Muda Kudus yang Menembus Timnas Putri U-17 dan Berlatih di Prancis
Kudus – Dari lapangan sepak bola di Kudus hingga pusat pelatihan sepak bola di Prancis, perjalanan Della Citra Ayu Anggraeni menunjukkan bagaimana proses panjang dan konsistensi dapat membawa seorang atlet muda ke panggung yang lebih luas. Pesepak bola berusia 14 tahun yang berposisi sebagai gelandang bertahan sekaligus kapten tim Spegaku Balistha (SMP Negeri 3 Kudus) ini berhasil menembus skuad Timnas Putri Indonesia U-17. Kesempatan mengikuti pemusatan latihan serta rangkaian pertandingan uji coba di Prancis menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan kariernya. Capaian tersebut tidak hanya membanggakan keluarga dan lingkungan sekolahnya, tetapi juga mencerminkan perkembangan sepak bola putri di Kudus yang mampu melahirkan pemain untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Della yang masih duduk di bangku kelas VIII SMP Negeri 3 Kudus menjadi salah satu representasi lahirnya talenta muda dari daerah yang mampu bersaing di tingkat nasional. Bersama rekan sekolahnya, Asyifa Sholawa Farizqi, ia terpilih mengikuti program pembinaan yang membawanya berlatih di The Clairefontaine Academy, Prancis, pusat pelatihan sepak bola yang dikenal sebagai tempat pengembangan pemain muda.


Perjalanan Della menuju level tersebut tidak berlangsung dalam waktu singkat. Proses yang dijalaninya dimulai sejak usia sekolah dasar, didukung lingkungan keluarga, sekolah, pelatih, serta kesempatan mengikuti berbagai kompetisi sepak bola putri usia muda.
Mengenal Sepak Bola Sejak Sekolah Dasar

Della Citra Ayu Anggraeni lahir pada 27 April 2012. Sejak kecil, ia telah menunjukkan ketertarikan terhadap aktivitas olahraga. Selain sepak bola, ia juga menyukai renang dan berbagai kegiatan bersama teman-temannya di luar sekolah.
Ketertarikannya terhadap sepak bola mulai tumbuh ketika masih duduk di kelas V sekolah dasar. Menurut pengakuannya, sepak bola dipilih karena memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus membuka kesempatan untuk mengenal banyak teman baru.
Meski demikian, berdasarkan cerita keluarga, kebiasaannya bermain bola sudah terlihat sejak kelas IV sekolah dasar. Di lingkungan rumah, Della kerap bermain bersama teman-temannya, yang sebagian besar merupakan anak laki-laki. Aktivitas bermain dilakukan di halaman rumah maupun ruang terbuka di sekitar tempat tinggalnya.
Ayah Della, Mashadi, mengenang putrinya sebagai anak yang cenderung pendiam dalam keseharian. Namun ketika bermain sepak bola, Della menunjukkan antusiasme yang berbeda. Hal serupa disampaikan ibunya, Eni Kusrini, yang melihat sepak bola menjadi ruang bagi putrinya untuk lebih bebas mengekspresikan diri.


Menurut keluarga, kebiasaan bermain bola yang dilakukan sejak kecil menjadi bagian dari keseharian Della sebelum kemudian berkembang menjadi aktivitas yang lebih terarah melalui latihan dan kompetisi.
Dukungan Keluarga dalam Perjalanan Karier

Di balik perjalanan Della sebagai atlet muda, dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting yang terus menyertainya. Della menyebut orang tua sebagai sumber dukungan terbesar yang membuatnya tetap bertahan saat menghadapi berbagai tantangan.
Ia mengaku pernah mengalami kesulitan, terutama pada tahap awal menjalani latihan dan kompetisi. Hambatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik, tetapi juga mental, termasuk keinginan untuk menyerah ketika menghadapi situasi yang berat.
Dorongan dan semangat dari orang tua menjadi alasan yang membuatnya terus melanjutkan proses latihan. Della bahkan secara khusus menyebut dukungan keluarga sebagai faktor utama yang membantunya tetap konsisten menekuni sepak bola.
Peran keluarga juga terlihat dalam keterlibatan mereka pada berbagai kegiatan pertandingan. Ayah dan ibu Della kerap mengantarkan serta mendampingi putrinya saat mengikuti kompetisi. Mereka mengaku merasa senang ketika melihat Della bermain di lapangan dan terus memberikan dukungan terhadap pilihan karier olahraga yang dijalani putrinya.
Harapan keluarga terhadap Della juga berkembang seiring perjalanan kariernya. Sejak awal, orang tua berharap Della dapat terus berkembang dalam sepak bola dan memperoleh kesempatan bermain di level yang lebih tinggi.
Menempuh Jalur Pembinaan di SMP Negeri 3 Kudus
Perkembangan kemampuan Della tidak terlepas dari lingkungan pembinaan yang ditemuinya di SMP Negeri 3 Kudus. Sekolah tersebut memiliki Kelas Khusus Olahraga (KKO) yang menjadi wadah pembinaan siswa dengan minat dan bakat di bidang olahraga.
Menurut Kepala SMP Negeri 3 Kudus, Sunaryo, program KKO mulai berjalan pada 2019 dan menjadi salah satu sarana pembibitan atlet di lingkungan sekolah. Melalui program tersebut, siswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan olahraga sambil tetap menjalani pendidikan formal.
Della merupakan salah satu siswa yang menempuh jalur tersebut. Setelah masuk dalam program pembinaan olahraga, ia mengikuti seleksi KKO dan kemudian bergabung dengan kelas olahraga di SMP Negeri 3 Kudus.
Head Coach Spegaku Balistha, Cucun Sulistyo, menjelaskan bahwa proses pembinaan dilakukan melalui sistem latihan tim tanpa perlakuan khusus terhadap individu tertentu. Pendekatan tersebut diterapkan untuk membangun motivasi, mentalitas, dan kemampuan beradaptasi dalam permainan.
Program latihan mencakup adaptasi bermain di lapangan besar maupun lapangan kecil. Menurut Cucun, salah satu tantangan yang pernah dihadapi pemain muda adalah penyesuaian terhadap permainan 11 lawan 11 yang membutuhkan pemahaman ruang lebih luas dibanding pertandingan di lapangan kecil. Karena itu, latihan adaptasi menjadi bagian penting dalam pembinaan yang dijalankan.
Peran sebagai Gelandang Bertahan
Di lapangan, Della dikenal berposisi sebagai gelandang bertahan. Posisi tersebut menuntut kemampuan membaca permainan, menjaga keseimbangan tim, serta mendistribusikan bola kepada rekan setim.
Pelatih sepak bola SMP Negeri 3 Kudus, Ahmad Riza Aftoni, menilai Della memiliki kemampuan distribusi bola yang baik serta pemahaman permainan yang mendukung perannya sebagai penghubung antar lini.
Selain aspek teknis, ia juga melihat Della memiliki kemauan kuat dalam berlatih dan bertanding. Menurutnya, pemain muda tersebut mampu beradaptasi dengan berbagai kebutuhan tim serta dapat dimainkan di beberapa posisi ketika diperlukan.
Dalam lingkungan tim, Della juga dinilai memiliki kemampuan berinteraksi yang baik dengan rekan-rekannya. Karakter tersebut dianggap membantu proses adaptasi baik di tingkat sekolah maupun saat mengikuti program pembinaan yang lebih tinggi.
Prestasi di Level Junior
Sebelum mendapat kesempatan memperkuat Timnas Putri Indonesia U-17, Della terlebih dahulu mencatatkan sejumlah pencapaian di level usia muda.
Salah satu prestasi yang diraihnya adalah gelar Pemain Terbaik pada ajang MilkLife Soccer Challenge 2023. Penghargaan tersebut menjadi bagian dari perjalanan kompetitif yang dijalaninya dalam berbagai turnamen sepak bola putri tingkat junior.
Pengalaman bertanding secara berkelanjutan memberikan kesempatan bagi Della untuk mengembangkan kemampuan teknis dan memahami dinamika pertandingan. Dari berbagai kompetisi tersebut, ia kemudian memperoleh peluang mengikuti proses seleksi yang membawanya ke level tim nasional.
Bagi lingkungan sekolah dan pembinaan sepak bola di Kudus, pencapaian tersebut menjadi salah satu contoh hasil dari proses pengembangan pemain usia muda yang berlangsung dalam beberapa tahun terakhir.
Pengalaman Berlatih di Prancis

Salah satu pengalaman penting dalam perjalanan Della adalah kesempatan mengikuti pemusatan latihan dan uji coba di The Clairefontaine Academy, Prancis bersama Timnas Putri Indonesia U-17.
Dalam keterangannya, Della menyebut dirinya berada di Prancis selama sekitar satu pekan. Selama periode tersebut, ia mengikuti rangkaian kegiatan latihan sekaligus bertemu dengan pemain-pemain yang lebih senior.
Pengalaman internasional tersebut memberikan kesempatan baginya untuk melihat lingkungan sepak bola yang berbeda dari yang biasa ditemui di Indonesia. Menurut Della, pengalaman tersebut turut menambah motivasi, keterampilan, dan rasa percaya diri dalam menjalani karier sebagai pemain sepak bola.
Ia juga mengaku memperoleh banyak pelajaran yang ingin diterapkan dalam perjalanan pengembangannya sebagai atlet di masa mendatang.
Keikutsertaan dalam program latihan di The Clairefontaine Academy, Prancis menjadi bagian dari pengalaman berharga yang memperluas wawasan Della mengenai sepak bola di level internasional.
Menjaga Mimpi dan Menjadi Inspirasi bagi Lingkungan Sekitar
Meski masih berada pada jenjang pendidikan menengah pertama, Della telah memiliki target yang ingin dicapai dalam karir sepak bolanya. Ia menyampaikan keinginannya untuk dapat bermain di Eropa pada masa depan.

Menurut Della, pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kegiatan di Prancis menjadi salah satu sumber motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan. Mimpi tersebut menjadi arah yang ingin dikejar melalui proses latihan dan pengembangan diri yang berkelanjutan.
Di sisi lain, keberadaan Della juga mulai memberikan dampak di lingkungan sekitar. Ahmad Riza Aftoni menilai perjalanan Della sejak tingkat sekolah dasar hingga mampu menembus Timnas Putri U-17 menjadi contoh bagi pemain-pemain muda lain di Kudus.
Kepala sekolah Sunaryo juga berharap capaian yang diraih Della dapat mendorong siswa lain untuk terus mengembangkan potensi mereka, baik di bidang olahraga maupun bidang lainnya.
Bagi Della sendiri, perjalanan yang telah dilalui menjadi bukti bahwa kesempatan dapat diraih melalui proses yang panjang. Ia menyampaikan apresiasi kepada teman-teman yang selama ini memberikan dukungan dan semangat selama menjalani aktivitas sebagai pelajar sekaligus atlet.
Perjalanan Della Citra Ayu Anggraeni menggambarkan proses pembinaan atlet usia muda yang tumbuh dari lingkungan sekolah, keluarga, dan komunitas olahraga daerah. Dari kebiasaan bermain bola di masa sekolah dasar hingga memperoleh kesempatan berlatih bersama Timnas Putri Indonesia U-17 di Prancis, setiap tahap menjadi bagian dari perkembangan seorang pemain muda yang masih terus membangun pengalaman dan kemampuan. Dengan usia yang masih belia, Della kini melanjutkan langkahnya sebagai pelajar sekaligus pesepak bola yang telah menorehkan jejak di tingkat nasional. (sns/mkk)



