

KUDUS – Di kawasan Alas Jati Sewu, Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, ada pasar tradisional yang hanya dapat dikunjungi setiap 35 hari sekali. Pasar Sarwono hadir mengikuti Minggu Legi dalam kalender Jawa dan berlangsung selama beberapa jam pada pagi hari.
Lokasinya yang berada di tengah hutan jati serta waktu penyelenggaraannya yang terbatas membuat Pasar Sarwono kerap disebut “pasar gaib”. Sebutan tersebut bukan berkaitan dengan cerita mistis, melainkan menggambarkan pasar yang hanya muncul pada waktu tertentu sebelum kawasan Alas Jati Sewu kembali seperti hari biasa.
Karena tidak buka setiap akhir pekan, pengunjung perlu mengetahui jadwal penyelenggaraan sebelum datang. Rute perjalanan, waktu kunjungan, tiket masuk, hingga sistem transaksi menggunakan koin kayu juga menjadi beberapa hal yang perlu diketahui sebelum menuju Pasar Sarwono.

Pasar Sarwono mulai dirintis pada 2022 setelah aktivitas wisata Wonosoco terdampak pandemi. BUMDes Wonorekso kemudian mengembangkan pasar kuliner tradisional di kawasan hutan jati sebagai upaya menghidupkan kembali kegiatan wisata sekaligus membuka ruang bagi produk warga.
Nama Sarwono berasal dari kata “sar” yang berarti pasar dan “wono” yang berarti alas atau hutan. Konsep tersebut diwujudkan di kawasan Alas Jati Sewu, dekat Sendang Dewot, dan menjadi salah satu atraksi yang melengkapi potensi wisata alam dan budaya Desa Wonosoco.

Bagi pengunjung dari pusat Kota Kudus, perjalanan menuju Pasar Sarwono dapat dimulai dari kawasan Simpang Tujuh. Jaraknya sekitar 22 kilometer dengan waktu tempuh berkendara kurang lebih 45–50 menit.
Perjalanan menuju Wonosoco melewati jalur selatan Kudus dan kawasan persawahan Undaan. Setelah melewati wilayah Babalan, perjalanan dilanjutkan melalui Jalan Babalan-Prawoto hingga mendekati kawasan perbatasan Grobogan.
Dari jalur tersebut, pengunjung dapat mengikuti petunjuk menuju Desa Wisata Wonosoco. Pasar Sarwono berada di kawasan Alas Jati Sewu, dekat Sendang Dewot, dengan akses yang dapat dilalui sepeda motor maupun mobil pribadi.

Pasar Sarwono dibuka setiap Minggu Legi atau 35 hari sekali, mulai sekitar pukul 07.00 hingga 10.00 WIB. Sepanjang sisa 2026, Minggu Legi jatuh pada 11 Oktober, 15 November, dan 20 Desember. Pengunjung dapat memilih salah satu tanggal tersebut untuk merencanakan perjalanan ke Wonosoco.
Jadwal penyelenggaraan tetap disarankan untuk dikonfirmasi melalui informasi terbaru dari pengelola sebelum berangkat.
Tiket masuk Pasar Sarwono tercatat Rp5.000 per orang. Untuk parkir sepeda motor, informasi dari BUMDes Wonorekso mencatat tarif Rp2.000.
Pengunjung juga perlu menyiapkan uang tunai untuk ditukarkan dengan koin kayu sebelum berbelanja. Sistem transaksi di dalam pasar tidak menggunakan uang rupiah secara langsung. Satu keping koin kayu bernilai Rp2.000 dan dapat digunakan untuk membeli makanan atau minuman dari pedagang.

Karena pasar berada di kawasan hutan jati, pakaian yang nyaman serta alas kaki yang sesuai untuk berjalan di area terbuka dapat menjadi pilihan. Sebelum berangkat, pengunjung juga disarankan memeriksa jadwal penyelenggaraan terbaru serta informasi mengenai cuaca, tiket, parkir, dan fasilitas dari pengelola.

Sesampainya di area pasar, pengunjung dapat menemukan berbagai kuliner tradisional yang dijajakan warga. Nasi jagung, nasi karak, getuk, tiwul, bubur sumsum, dan jajanan tradisional lainnya menjadi bagian dari pilihan makanan yang ditemukan dalam sejumlah penyelenggaraan Pasar Sarwono.
Ada pula minuman tradisional seperti wedang coro. Makanan dan minuman disajikan dengan nuansa pasar tradisional, termasuk menggunakan daun jati atau daun pisang sebagai wadah.

Selain kuliner, suasana pasar dibentuk oleh lapak warga, pakaian tradisional Jawa, serta pepohonan jati yang mengelilingi lokasi. Aktivitas budaya Wonosoco, termasuk Wayang Klitik, juga menjadi bagian dari potensi budaya yang melengkapi kawasan desa wisata tersebut.

Bagi warga Wonosoco, Pasar Sarwono juga membuka ruang bagi produk kuliner lokal untuk bertemu langsung dengan pengunjung sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Pasar Sarwono tidak buka setiap akhir pekan karena hanya beroperasi setiap Minggu Legi (siklus 35 hari sekali). Datanglah sejak pagi agar leluasa menyusuri lapak di bawah pohon jati, menikmati kuliner tradisional, dan bertransaksi dengan koin kayu.
Karena jadwal dan ketentuan dapat berubah, pastikan mengecek informasi terbaru dari pengelola Wonosoco sebelum berkunjung, sebab pasar akan tutup setelah beberapa jam beroperasi hingga siklus Minggu Legi berikutnya. (redaksiMKK)