

Superstore Sediakan Kebutuhan Atlet Panahan Selama Kejurnas Junior 2026
KUDUS – Ketika ratusan atlet muda memadati lintasan panahan di Supersoccer Arena Kudus, perhatian publik memang tertuju pada setiap anak panah yang melesat menuju sasaran. Namun, di kawasan yang sama, terdapat sebuah ruang lain yang tak kalah sibuk. Superstore, toko perlengkapan olahraga yang menjadi bagian dari kawasan Supersoccer Arena, ikut melayani kebutuhan atlet, pelatih, dan orang tua selama Kejuaraan Nasional Panahan Junior 2026 berlangsung. Selain menyediakan berbagai kebutuhan olahraga, Superstore juga menjual berbagai alat dan perlengkapan panahan, mulai dari perlengkapan untuk pemula hingga kebutuhan pendukung yang digunakan atlet saat berlatih maupun bertanding.
Selama 22–29 Juli 2026, Supersoccer Arena menjadi tuan rumah MilkLife Archery Challenge Kejuaraan Nasional Panahan Junior 2026 yang diikuti 906 atlet dari 29 provinsi. Di tengah padatnya jadwal pertandingan, Superstore menjadi salah satu tujuan yang ramai didatangi peserta. Mereka datang untuk mencari perlengkapan yang tertinggal, mengganti peralatan yang rusak, berkonsultasi mengenai spesifikasi alat, hingga membeli cenderamata sebelum kembali ke daerah masing-masing.
Keberadaan toko tersebut memperlihatkan bahwa sebuah arena olahraga tidak hanya berfungsi sebagai tempat bertanding. Di dalam kawasan yang sama, ekosistem pendukung ikut tumbuh untuk menunjang kebutuhan atlet. Superstore menjadi salah satu bagian dari ekosistem itu, menghubungkan penyelenggaraan kejuaraan dengan kebutuhan perlengkapan yang harus selalu siap selama kompetisi berlangsung.
Tempat Singgah di Tengah Jadwal Pertandingan

Toko yang mulai beroperasi sejak 2023 tersebut sejatinya melayani berbagai cabang olahraga, mulai dari sepak bola, atletik, hingga panahan. Namun, selama Kejurnas Panahan Junior berlangsung, sebagian besar aktivitasnya berpusat pada kebutuhan atlet panahan.
Fendi, admin Superstore, mengatakan momentum kejuaraan nasional dimanfaatkan dengan menggandeng Fast Archery dari Surabaya. Kolaborasi itu dilakukan agar kebutuhan perlengkapan atlet yang lebih spesifik dapat dipenuhi selama kejuaraan berlangsung.
Menurutnya, produk yang paling banyak dicari selama kejuaraan adalah finger tab dan tas panahan. Barang-barang tersebut menjadi kebutuhan yang sering dicari atlet ketika sedang menjalani pertandingan maupun latihan resmi.
Dalam kesehariannya, toko tersebut lebih banyak menyediakan perlengkapan panahan untuk pemula. Tingginya minat masyarakat Kudus terhadap olahraga ini membuat kebutuhan perlengkapan dasar terus tersedia. Sementara untuk perlengkapan dengan spesifikasi yang lebih tinggi, kehadiran mitra dari Surabaya menjadi pelengkap selama kejuaraan berlangsung.

Kesibukan di dalam toko pun tidak hanya diwarnai transaksi jual beli. Banyak atlet maupun pendamping yang datang untuk berkonsultasi mengenai ukuran perlengkapan, kecocokan komponen, hingga merek yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Memilih Alat Tidak Bisa Sendiri

Bagi cabang olahraga seperti panahan, memilih perlengkapan bukan perkara sederhana. Setiap busur memiliki ukuran, karakteristik, dan penyesuaian yang berbeda sesuai kemampuan atlet.
Karena itu, Fendi selalu menyarankan agar pembelian dilakukan bersama pelatih. Menurutnya, keinginan atlet belum tentu sesuai dengan kebutuhan teknis yang sebenarnya. Pelatih menjadi pihak yang memahami perkembangan atlet sekaligus mengetahui spesifikasi alat yang paling tepat digunakan.
Hal yang sama juga membuat toko tersebut belum membuka layanan servis busur secara penuh. Perawatan maupun penyetelan alat membutuhkan keahlian khusus sehingga mereka memilih terus mempelajari karakteristik perlengkapan panahan sebelum memperluas layanan.

Di sisi lain, kebutuhan pendukung justru mengalami peningkatan cukup tinggi. Kaos dan jersey bertema panahan menjadi salah satu produk yang banyak diburu peserta kejuaraan. Kehadiran mesin cetak digital atau direct to film (DTF) memungkinkan pembeli mencetak desain secara langsung tanpa harus menunggu lama.

Tamu dari Berbagai Daerah
Ramainya pengunjung membawa pengalaman baru bagi para pegawai toko. Setiap hari mereka bertemu atlet, pelatih, maupun orang tua dari berbagai daerah dengan latar belakang dan kebutuhan yang berbeda.
Fendi mengaku kesempatan itu dimanfaatkan untuk berdialog dengan para tamu. Ia kerap menanyakan pengalaman mereka selama berada di Kudus, termasuk kesan terhadap fasilitas olahraga yang digunakan.

Melalui percakapan sederhana tersebut, ia memperoleh banyak masukan mengenai kebutuhan atlet sekaligus memahami bagaimana penyelenggaraan kejuaraan nasional dirasakan oleh para peserta.
Pertemuan dengan kontingen dari Papua, Kalimantan, Sumatra, Jakarta, Yogyakarta, hingga berbagai daerah lain juga memperluas pengetahuan mereka mengenai perkembangan olahraga panahan di Indonesia.
Ada pula pengalaman yang membekas ketika bertemu pelanggan asal Jakarta yang pernah datang pada kejuaraan sebelumnya. Mereka kembali berkunjung, membeli perlengkapan, sekaligus membawa oleh-oleh dari Kudus. Bagi Fendi, kunjungan ulang itu menjadi tanda bahwa pelayanan yang diberikan mampu meninggalkan kesan baik bagi pelanggan.
Gerai di Sekitar Arena Berperan Penting
Bagi pelatih panahan, perlengkapan memiliki peran yang tidak kalah penting dibanding latihan fisik maupun teknik.
Pelatih asal Solo, Fitra Wibowo Kusuma, yang mendampingi lima atlet Jawa Tengah, menilai kualitas peralatan ikut menentukan hasil yang dapat dicapai seorang atlet. Menurutnya, pelatih memiliki tanggung jawab mengarahkan atlet agar memilih perlengkapan yang sesuai sehingga investasi yang dikeluarkan tidak salah sasaran.

Ia melihat keberadaan toko perlengkapan di sekitar arena pertandingan memberi manfaat yang lebih luas daripada sekadar tempat berbelanja. Atlet dapat melihat perkembangan teknologi terbaru, membandingkan berbagai produk, serta memperoleh referensi sebelum memutuskan melakukan pembaruan alat.
Kejuaraan nasional juga menjadi kesempatan bagi pelatih untuk mengikuti perkembangan perlengkapan yang terus berubah. Merek, material, hingga inovasi terbaru dapat diamati secara langsung tanpa harus datang ke pameran khusus.
Menurut Fitra, keberadaan gerai seperti ini pada akhirnya menjadi media pengenalan produk sekaligus titik temu antara produsen, pelatih, dan atlet. Meskipun pembelian tidak selalu dilakukan saat itu juga, para atlet memiliki rujukan ketika suatu saat membutuhkan perlengkapan baru.
Hoyt, Win&Win, dan Elite Menjadi Rujukan Atlet Panahan
Dalam perkembangannya, atlet dan pelatih tidak hanya mempertimbangkan teknik latihan, tetapi juga mengikuti inovasi yang terus dilakukan produsen perlengkapan panahan. Fitra menyebut beberapa merek yang kerap menjadi rujukan di level kompetisi, di antaranya Hoyt, Win&Win (W&W), dan Elite. Ketiga merek tersebut dikenal luas di dunia panahan karena konsisten mengembangkan teknologi pada berbagai komponen, seperti riser, limb, hingga busur kompetisi yang digunakan dalam berbagai ajang internasional.
Hoyt merupakan produsen perlengkapan panahan asal Amerika Serikat yang telah berdiri sejak 1931. Merek ini dikenal mengembangkan busur dengan tingkat presisi dan stabilitas yang tinggi sehingga banyak digunakan pada nomor recurve maupun compound. Karakter Hoyt identik dengan karakter busur yang stabil dan cukup “forgiving”, sehingga banyak dipilih atlet elite maupun pemanah profesional.

Sementara itu, Win&Win (W&W) dari Korea Selatan berkembang seiring kuatnya tradisi panahan Negeri Ginseng. Produk-produknya banyak dipilih karena memanfaatkan material karbon yang ringan serta mampu meredam getaran saat anak panah dilepaskan. Untuk karakter Win&Win dikenal memiliki desain modern dan bobot ringan. Banyak atlet menyukai sensasi tarikan yang halus serta respons pelepasan anak panah yang cepat.

Adapun Elite, yang juga berasal dari Amerika Serikat, lebih dikenal sebagai salah satu produsen busur compound dengan desain yang mengutamakan kenyamanan saat ditarik dan kemudahan penyetelan sesuai karakter atlet. Berbeda dengan merek Hoyt dan Win&Win, karakter Elite lebih populer di kalangan pemanah compound, baik untuk kompetisi target maupun berburu (di negara yang mengizinkannya).

Menurut Fitra, merek-merek tersebut banyak dipilih atlet bukan semata karena nama besarnya, melainkan karena kualitas dan konsistensi pengembangannya telah teruji di berbagai kompetisi dunia. Peralatan yang presisi membantu atlet memperoleh pelepasan anak panah yang lebih stabil dan konsisten, sementara pilihan spesifikasi yang beragam memungkinkan pelatih menyesuaikan perlengkapan dengan postur, kekuatan tarikan, dan gaya memanah setiap atlet. Itulah sebabnya pelatih selalu mengikuti perkembangan teknologi perlengkapan agar dapat memberikan rekomendasi yang tepat ketika atlet memutuskan untuk memperbarui alat bertandingnya.
Perlengkapan Menentukan Kenyamanan Bertanding

Ketepatan setiap anak panah menuju sasaran tidak hanya ditentukan oleh kemampuan atlet, tetapi juga oleh rangkaian perlengkapan yang saling melengkapi. Seorang atlet panahan tidak cukup hanya membawa busur dan anak panah. Setiap komponen memiliki fungsi yang berbeda, mulai dari menghasilkan tembakan yang akurat hingga menjaga keselamatan atlet selama berlatih maupun bertanding.
Perlengkapan utama dimulai dari busur (bow), yaitu alat yang menyimpan energi ketika tali busur ditarik sebelum akhirnya melepaskannya untuk melontarkan anak panah. Energi tersebut diteruskan melalui tali busur (string) menuju anak panah (arrow) yang menjadi proyektil utama untuk mencapai titik tengah target. Ketiga komponen ini menjadi satu kesatuan yang menentukan kualitas tembakan seorang atlet.

Selain perlengkapan utama, atlet juga wajib menggunakan sejumlah alat pelindung diri. Salah satunya adalah finger tab, pelindung yang dikenakan pada tiga jari penarik tali busur. Peralatan ini berfungsi mengurangi tekanan tali busur terhadap jari sehingga membantu atlet melepaskan anak panah dengan lebih nyaman dan konsisten sekaligus mengurangi risiko lecet atau cedera akibat penggunaan berulang.

Perlengkapan berikutnya adalah arm guard, pelindung yang dipasang pada lengan yang memegang busur. Alat ini berfungsi melindungi lengan dari benturan atau gesekan tali busur saat dilepaskan. Sementara itu, chest guard dikenakan pada bagian dada untuk menjaga pakaian tetap menempel pada tubuh sehingga tidak mengganggu lintasan tali busur ketika anak panah dilepaskan. Dengan perlengkapan yang tepat, atlet dapat menjaga keamanan sekaligus mempertahankan konsistensi performa sepanjang pertandingan.

Memberi Rasa Tenang Saat Bertanding
Bagi atlet, keberadaan toko perlengkapan di dekat arena pertandingan menghadirkan rasa aman yang sulit digantikan.
Bagus Aditya Santoso, atlet panahan dari kontingen Jawa Tengah, menjadi salah satu yang memanfaatkan keberadaan toko tersebut. Di sela jadwal pertandingan, ia membeli finger tab dan gantungan kunci.

Menurutnya, alasan memilih berbelanja di sana cukup sederhana karena produk yang tersedia sesuai dengan kebutuhannya. Ia juga sempat berkonsultasi mengenai harga maupun spesifikasi perlengkapan.
Yang paling penting, toko tersebut berada tidak jauh dari lokasi pertandingan. Jika sewaktu-waktu terjadi kerusakan alat, atlet tidak perlu mencari perlengkapan hingga ke kota lain.

Bagus juga menilai pilihan produk yang tersedia cukup beragam, mulai dari limb hingga berbagai jenis anak panah. Ketersediaan itu membantu atlet yang membutuhkan penggantian perlengkapan dalam waktu singkat tanpa mengganggu fokus menghadapi pertandingan.
Toko Perlengkapan Olahraga Bagian dari Ekosistem Sports Tourism

Selama penyelenggaraannya, Kejurnas Junior Archery tidak hanya menghadirkan persaingan antar atlet, tetapi juga menghidupkan berbagai aktivitas di sekitarnya.
Toko perlengkapan olahraga menjadi salah satu bagian dari rantai tersebut. Kehadirannya membantu atlet menjaga kesiapan bertanding, memudahkan pelatih memperoleh referensi perlengkapan, sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan komunitas panahan dari berbagai daerah.
Bagi Kudus, situasi ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan sebuah kejuaraan tidak hanya menghadirkan pertandingan, tetapi juga memperkuat ekosistem olahraga yang tumbuh bersama. Di balik setiap anak panah yang meluncur menuju sasaran, ada banyak pihak yang bekerja agar para atlet dapat bertanding dengan perlengkapan terbaik yang mereka miliki.
Ketika kejuaraan usai dan para kontingen kembali ke daerah masing-masing, arena pertandingan mungkin akan kembali lengang. Namun, hubungan yang terbangun antara atlet, pelatih, pelaku usaha, dan kota penyelenggara dapat terus berlanjut. Dari sebuah toko perlengkapan olahraga di sudut Kudus, perjalanan menuju prestasi ternyata juga dirawat melalui pelayanan, pengetahuan, dan kesiapan memenuhi kebutuhan para atlet di saat yang paling mereka perlukan. (JMY/HNR/mainkekudus)