Logo Kudus

Sukseskan Kudus Sports Tourism, Hotel Bintang 3 dan 4 Terus Berbenah

28 Juli 2026Saldy Nurzaman

KUDUS – Datangnya ratusan hingga ribuan atlet ke Kudus setiap kali kejuaraan berlangsung selalu menghadirkan suasana yang berbeda. Lobi hotel yang biasanya tenang berubah menjadi lebih sibuk. Rombongan kontingen datang bergantian, koper tersusun rapi menunggu proses check-in, sementara keluarga atlet mulai mencari informasi mengenai tempat makan, pusat oleh-oleh, atau destinasi wisata yang bisa dikunjungi setelah pertandingan usai.

Pemandangan tersebut menunjukkan bahwa sebuah kejuaraan olahraga tidak hanya berlangsung di dalam arena pertandingan. Di luar venue, roda perekonomian ikut bergerak melalui hotel, restoran, transportasi, hingga sektor pariwisata. Bagi Kabupaten Kudus, meningkatnya agenda olahraga dalam beberapa tahun terakhir perlahan membentuk sebuah ekosistem yang mempertemukan olahraga, industri perhotelan, dan aktivitas ekonomi masyarakat dalam satu rantai yang saling mendukung.

Event Olahraga Berdampak Positif pada Industri Perhotelan 

Dalam beberapa tahun terakhir, Kabupaten Kudus semakin rutin menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan olahraga, mulai dari turnamen kelompok usia hingga kompetisi tingkat nasional. Setiap penyelenggaraan menghadirkan atlet, pelatih, official, perangkat pertandingan, suporter, hingga keluarga peserta yang menetap selama beberapa hari di Kota Kretek. Kehadiran mereka mendorong meningkatnya kebutuhan akan akomodasi dan memberikan dampak langsung terhadap tingkat hunian hotel.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Kudus, Muhammad Qirom, mengatakan perkembangan sports tourism membawa pengaruh nyata bagi industri perhotelan. Menurutnya, hampir setiap kejuaraan olahraga mendatangkan tamu dari luar daerah yang membutuhkan tempat menginap selama berada di Kudus.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Kudus, Muhammad Qirom. (Foto: ITN/mainkekudus)

Sports tourism membawa kontingen, peserta, official, maupun suporter yang membutuhkan penginapan selama berada di Kudus. Dampaknya sangat signifikan terhadap tingkat hunian hotel,” ujarnya.

Meningkatnya mobilitas tamu tersebut menjadi salah satu indikator berkembangnya industri perhotelan di Kudus. Qirom menilai tren itu turut mendorong masuknya investasi baru di sektor perhotelan sebagai respons terhadap kebutuhan akomodasi yang terus meningkat.

“Perkembangan hotel di Kudus beberapa tahun terakhir cukup positif, dibuktikan dengan adanya investor yang ingin mendirikan hotel-hotel di Kudus. Di antaranya yang terbaru tahun ini adalah Hotel Horison IJ dan nanti akan menyusul hotel-hotel bintang lainnya. Ini menunjukkan Kudus sangat potensial karena mobilitas masyarakat meningkat dan frekuensi kunjungan juga semakin tinggi,” katanya.

Seiring berkembangnya sektor perhotelan, PHRI Kabupaten Kudus mencatat saat ini terdapat dua hotel berbintang empat dan tiga hotel berbintang tiga yang direkomendasikan untuk melayani kebutuhan atlet, official, keluarga peserta, maupun wisatawan yang datang dalam berbagai agenda olahraga berskala regional hingga nasional. Seluruh hotel tersebut dinilai memiliki fasilitas yang memadai, pelayanan profesional, serta lokasi yang strategis dengan akses menuju berbagai venue olahraga.

Bertambahnya jumlah hotel tidak hanya memperluas pilihan akomodasi bagi para tamu, tetapi juga mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek Kudus sebagai daerah penyelenggara event olahraga. Konsistensi menghadirkan berbagai kejuaraan sepanjang tahun menciptakan arus kunjungan yang berkelanjutan, sehingga industri perhotelan memiliki peluang untuk terus tumbuh seiring berkembangnya ekosistem sports tourism di Kabupaten Kudus.

Kejuaraan Internasional Bawa Peluang Semakin Besar

Perkembangan sports tourism di Kudus tidak berhenti pada penyelenggaraan berbagai kejuaraan tingkat nasional. Ekosistem yang mulai terbentuk itu akan kembali memasuki babak baru ketika Kabupaten Kudus dipercaya menjadi tuan rumah Srikandi Merdeka Cup 2026 yang berlangsung pada 14–23 Agustus 2026.

(Foto poster resmi Srikandi Merdeka Cup 2026)

Turnamen sepak bola putri usia muda U-17 berskala internasional tersebut akan diikuti delapan tim dari tujuh negara, yakni Indonesia melalui Tim Garuda Pertiwi dan Tim Putri Nusantara, serta Hong Kong, Yordania, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Saudi Arabia. Selama lebih dari sepekan, kehadiran atlet, pelatih, official, perangkat pertandingan, media, hingga keluarga pemain dari berbagai negara diperkirakan kembali meningkatkan mobilitas kunjungan ke Kabupaten Kudus.

Ajang tersebut menjadi kelanjutan dari rangkaian event olahraga yang selama ini memperkuat posisi Kudus sebagai salah satu destinasi sports tourism. Tidak hanya menghadirkan pertandingan, kejuaraan internasional juga membawa peluang bagi berbagai sektor untuk berkembang karena meningkatnya kebutuhan akan akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga aktivitas wisata.

Pelayanan Menjadi Bagian Penting

PHRI terus memberikan pendampingan kepada pengelola hotel untuk meningkatkan pelayanan dan kualitas. (Foto dok.mainkekudus)

Meningkatnya jumlah tamu yang datang melalui berbagai kejuaraan olahraga tidak hanya menjadi peluang bagi industri perhotelan, tetapi juga menghadirkan tantangan untuk menjaga kualitas pelayanan. Bagi atlet, official, maupun keluarga peserta, hotel bukan sekadar tempat bermalam. Akomodasi menjadi ruang untuk memulihkan kondisi setelah menjalani aktivitas yang padat, sekaligus menjadi kesan pertama yang mereka rasakan ketika tiba di Kudus.

Pertumbuhan agenda olahraga di Kudus juga didukung oleh ketersediaan akomodasi yang mampu melayani kebutuhan atlet, ofisial, hingga wisatawan. Pilihan penginapan di Kabupaten Kudus cukup beragam, mulai dari hotel bintang 3 hingga bintang 4 yang tersebar di sejumlah titik strategis. Pada kategori hotel bintang 4, Hotel Griptha di Jalan AKBP Agil Kusumadya, Jati Wetan, menyediakan kolam renang luar ruang, pusat kebugaran, area bermain anak, ruang pertemuan, dan restoran. Sementara Horison IJ Kudus di Jalan Kepodang, Wergu Kulon, menawarkan fasilitas seperti kolam renang, restoran, layanan kamar selama 24 jam, serta lokasi yang berada di kawasan pusat kota.

Di kelas hotel bintang 3, tersedia sejumlah pilihan yang kerap dimanfaatkan wisatawan maupun pelaku perjalanan bisnis. @HOM Hotel Kudus by Horison berada di Jalan Tanjung, tidak jauh dari Alun-Alun Kudus dan kawasan kuliner khas kota, dengan fasilitas restoran, WiFi, sarapan prasmanan, serta layanan antar-jemput bandara. Sementara itu, Sapphire Boutique Hotel Kudus di Jalan Lingkar Barat menawarkan kolam renang luar ruang, kafe, restoran, serta suasana yang menghadap hamparan persawahan. Hotel Kenari Asri bisa jadi salah satu alternatif pilihan akomodasi hotel bintang tiga yang ada di Kudus. Dengan tarif yang relatif terjangkau bagi atlet, official, keluarga peserta, maupun wisatawan. Hotel berbintang tiga berlokasi di Jalan Kenari No. 2, Panjunan, Kudus

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Kudus, Muhammad Qirom, mengatakan pihaknya terus memberikan pendampingan kepada pengelola hotel agar kualitas pelayanan berkembang seiring meningkatnya penyelenggaraan event olahraga.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Kudus, Muhammad Qirom. (Foto: ITN/mainkekudus)

“PHRI memberikan pendampingan dan edukasi kepada seluruh anggota agar Kudus sebagai tuan rumah sports tourism mampu memberikan pelayanan maksimal. Kami ingin para tamu memberikan kesan positif sehingga suatu saat kembali lagi ke Kudus, baik untuk berwisata maupun mengikuti kegiatan lainnya,” jelasnya.

Menurut Qirom, pelayanan yang baik tidak hanya diukur dari kebersihan kamar, kelengkapan fasilitas, atau keramahan petugas. Hotel juga dapat berperan sebagai pintu pertama bagi tamu untuk mengenal Kudus lebih dekat. Informasi mengenai destinasi wisata, pusat oleh-oleh, hingga rekomendasi kuliner lokal menjadi nilai tambah yang mampu memperkaya pengalaman tamu selama berada di Kota Kretek.

“Hotel harus lebih jeli memberikan informasi paket wisata atau destinasi di Kudus agar atlet maupun official dapat melakukan refreshing setelah bertanding. Hal itu menjadi nilai tambah dalam pelayanan,” tuturnya.

Pendekatan tersebut membuat pengalaman tamu tidak berhenti pada aktivitas pertandingan. Di sela-sela jadwal kompetisi, mereka memiliki kesempatan menjelajahi sudut-sudut kota, menikmati kuliner khas, atau membawa pulang produk lokal sebagai buah tangan. Semakin lengkap pengalaman yang diperoleh, semakin besar pula peluang mereka untuk kembali berkunjung pada kesempatan berikutnya.

Jarak Dekat Venue Menjadi Keunggulan

Selain ketersediaan akomodasi, kemudahan mobilitas menjadi faktor lain yang mendukung penyelenggaraan event olahraga di Kudus. Sebagian besar hotel berbintang berada dalam jarak yang relatif dekat dengan venue pertandingan maupun pusat kota sehingga waktu tempuh menuju berbagai lokasi dapat dilakukan dengan lebih efisien.

Suasana jalanan di kota Kudus, Jawa Tengah. (Sumber foto: Vega Maarijil Ula/kumparan)

“Kudus ini kota yang mudah dijangkau. Jarak dari hotel menuju venue pertandingan atau pusat kota relatif dekat, didukung transportasi yang memadai sehingga sangat memudahkan tamu,” ujar Qirom.

Bagi atlet dan official, kondisi tersebut membantu mengurangi waktu perjalanan menuju arena pertandingan sehingga mereka dapat lebih fokus mempersiapkan diri. Sementara bagi keluarga peserta, kedekatan antara hotel, venue, pusat kuliner, dan destinasi wisata memberikan keleluasaan untuk menikmati suasana kota tanpa harus menghabiskan banyak waktu di perjalanan.

Kemudahan akses juga mempermudah penyelenggara dalam mengatur mobilitas kontingen selama kejuaraan berlangsung. Jarak yang relatif singkat antara hotel dan venue menjadi salah satu faktor yang mendukung kelancaran pelaksanaan event berskala nasional maupun internasional.

Hotel-Hotel Mendukung Sports Tourism

Meningkatnya penyelenggaraan event olahraga di Kudus turut mendorong hotel-hotel setempat menyesuaikan fasilitas dan layanan sesuai kebutuhan tamu. Atlet membutuhkan tempat beristirahat yang nyaman untuk menjaga kebugaran, official memerlukan ruang koordinasi dan akses yang efisien, sementara keluarga peserta menginginkan akomodasi yang nyaman sekaligus dekat dengan pusat aktivitas kota. Karena itu, pilihan hotel di Kudus tidak hanya menawarkan variasi tarif, tetapi juga fasilitas yang mendukung penyelenggaraan kejuaraan olahraga.

Kehadiran berbagai kategori hotel, mulai dari hotel berbintang hingga penginapan yang lebih ekonomis, memberikan fleksibilitas bagi setiap rombongan. Kontingen besar umumnya mempertimbangkan kapasitas kamar, area parkir untuk bus, ruang pertemuan, hingga kemudahan proses check-in bagi banyak tamu dalam waktu bersamaan. Di sisi lain, keluarga atlet dan wisatawan lebih mengutamakan lokasi yang strategis agar mudah menjangkau venue pertandingan sekaligus mengunjungi destinasi wisata maupun pusat kuliner di Kudus.

Tidak hanya menjadi tempat bermalam, hotel juga berperan sebagai bagian dari ekosistem penyelenggaraan olahraga. Akomodasi yang nyaman membantu atlet memulihkan kondisi setelah bertanding, sementara pelayanan yang baik memudahkan mobilitas pelatih, perangkat pertandingan, dan tamu lainnya. Dukungan tersebut membuat pengalaman mengikuti kejuaraan di Kudus menjadi lebih praktis, sekaligus memperkuat kesiapan daerah dalam menyambut penyelenggaraan berbagai event olahraga berskala regional maupun nasional.

Griptha Hotel Kudus, Hotel Bintang Empat dengan Fasilitas Lengkap

Griptha Hotel Kudus salah satu hotel dengan kapasitas terbesar di Kabupaten Kudus. (Sumber foto: emintennews)

Sementara itu, Griptha Hotel Kudus menjadi salah satu hotel bintang empat dengan kapasitas terbesar di Kabupaten Kudus. Hotel berbintang empat ini memiliki sekitar 118 kamar yang didukung berbagai fasilitas, seperti The Flamingoooooal’e Restaurant, Teman Canda Cafe, Majesty Palace Grand Ballroom, tujuh ruang pertemuan, kolam renang, pusat kebugaran, area parkir yang luas, serta akses Wifi gratis.

Fasilitas kolam renang Griptha Hotel, Kudus, Jawa Tengah. (Sumber foto: griptha.com)
Fasilitas kebugaran Griptha Hotel, Kudus, Jawa Tengah. (Sumber foto: griptha.com)

Kapasitas kamar yang besar dan fasilitas yang lengkap membuat Griptha Hotel kerap dipilih sebagai tempat menginap bagi kontingen olahraga maupun penyelenggaraan kegiatan berskala nasional yang melibatkan banyak peserta. Lokasinya juga cukup strategis, hanya sekitar 10 menit dari pusat Kota Kudus dan sekitar 50 menit dari Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang.

Salah satu tipe kamar Griptha Hotel, Kudus, Jawa Tengah. (Sumber foto: jatengtravelguide.info)

Tarif kamar berkisar antara Rp 700 ribu hingga Rp 1,8 juta per malam, bergantung pada tipe kamar dan waktu pemesanan.

Dari Griptha Hotel, tamu juga dapat dengan mudah mengunjungi sejumlah destinasi wisata unggulan di Kudus. Masjid Al-Aqsa Menara Kudus dan Museum Kretek dapat ditempuh dalam waktu sekitar 10 hingga 15 menit berkendara. Bagi yang ingin menikmati ruang terbuka hijau, Oasis Djarum Park juga berada tidak jauh dari hotel dan menjadi tempat favorit untuk berjalan santai maupun berolahraga.

Pilihan kuliner di sekitar Griptha Hotel pun cukup beragam. Selain menikmati hidangan di The Flamingoooooal’e Restaurant dan Teman Canda Cafe yang berada di area hotel, tamu dapat mengunjungi Taman Bojana Culinary Center di kawasan Simpang Tujuh untuk mencicipi aneka kuliner khas Kudus, seperti soto kerbau, nasi pindang, dan lentog tanjung.

Griptha Hotel The Flamingoooooal’e Restaurant. (Sumber foto: IG Flamingoooooal’e Restaurant)

Berbagai rumah makan khas Kudus di sepanjang Jalan Ahmad Yani dan Jalan Sunan Kudus juga dapat dijangkau dalam waktu sekitar 10 menit berkendara, sehingga memudahkan wisatawan menikmati cita rasa lokal selama berada di Kota Kudus.

Horison IJ Kudus Memadukan Akomodasi dan Mobilitas 

Salah satu pilihannya adalah Horison IJ Kudus di Jalan Kepodang, Wergu Kulon. Hotel bintang empat yang mulai beroperasi pada 2026 ini mengusung konsep contemporary business hotel dengan fasilitas yang mendukung kebutuhan tamu bisnis maupun rombongan olahraga. Kehadiran Horison IJ juga menjadi respons terhadap meningkatnya kebutuhan akomodasi di Kudus seiring semakin banyaknya penyelenggaraan ajang olahraga. Tingginya okupansi hotel saat berbagai event olahraga berlangsung menjadi salah satu pertimbangan pengembangan hotel baru tersebut, sekaligus memperkuat kesiapan Kudus sebagai destinasi sports tourism

Horison IJ Kudus termasuk hotel baru yang hadir di Kudus, Jawa Tengah. (Foto dok.mainkekudus)

Selain kolam renang dan restoran, hotel ini dilengkapi ruang pertemuan, akses internet, serta area kerja di dalam kamar. Lokasinya yang berada sekitar 400 meter dari Alun-Alun Simpang Tujuh dan berjarak sekitar enam menit atau 2,4 kilometer dari Supersoccer Arena membuat mobilitas menuju venue pertandingan maupun pusat kota menjadi lebih mudah. 

Area kolam renang Horison IJ, Kudus, Jawa Tengah. (Foto: ITN/mainkekudus)
Salah satu tipe kamar di Horison IJ Kudus, Jawa Tengah. (Foto: ITN/mainkekudus)

Tarif kamar berkisar mulai sekitar Rp 600 ribu hingga Rp 1,5 juta per malam, bergantung pada tipe kamar dan periode menginap.

Selain menawarkan fasilitas yang lengkap, Horison IJ Kudus juga memiliki lokasi yang strategis untuk menjelajahi berbagai destinasi di pusat kota. 

Rooftop Horison IJ Hotel, Kudus, Jawa Tengah. (Foto: ITN/mainkekudus)

Hanya sekitar lima menit berkendara, tamu dapat mengunjungi Masjid Al-Aqsa Menara Kudus, ikon wisata religi dan sejarah yang menjadi salah satu landmark utama Kabupaten Kudus. Museum Kretek juga dapat dijangkau dalam waktu sekitar tujuh menit sebagai destinasi edukasi yang mengangkat sejarah industri kretek di Indonesia.

Bagi tamu yang ingin bersantai di ruang terbuka, Oasis Djarum Park dapat dicapai dalam waktu sekitar delapan menit berkendara. Sementara itu, kawasan Alun-Alun Simpang Tujuh yang hanya berjarak sekitar 400 meter dari hotel menawarkan berbagai pilihan kuliner kaki lima dan suasana kota yang ramai pada malam hari. Pengunjung juga dapat menikmati berbagai pilihan restoran, salah satunya Katsuyame Udon & Tempura yang berlokasi sekitar lima menit dari hotel, sehingga pengalaman menginap dapat dipadukan dengan wisata kuliner maupun kunjungan ke destinasi unggulan di Kudus.

@Hom Hotel Kudus dengan Lokasi Strategis  

Pilihan lain adalah @Hom Hotel Kudus di Jalan Tanjung. Hotel bintang tiga dengan 87 kamar ini mengusung konsep yang fungsional dengan fasilitas restoran, ruang pertemuan, serta akses Wi-Fi di seluruh area hotel. Sebagai bagian dari jaringan Horison Group, @Hom Hotel telah berpengalaman melayani pemesanan rombongan sehingga mendukung kebutuhan atlet, ofisial, maupun keluarga peserta yang datang dalam jumlah besar.

Dari @Hom Hotel Kudus hanya 1,5 km menuju Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. (Sumber foto: Tripadvisor)

Lokasinya hanya sekitar lima menit atau 1,5 kilometer dari Supersoccer Arena dengan kisaran tarif Rp 350 ribu hingga Rp 700 ribu per malam. Keunggulan lainnya adalah letaknya yang strategis di pusat kota, dikelilingi berbagai kuliner khas Kudus yang ramai pada malam hari. Pengunjung dapat menikmati aneka hidangan lokal hanya dengan berjalan kaki dari hotel, termasuk Rumah Makan Garang Asem Sari Rasa (Gasasa) di Jalan Tanjung yang berjarak sekitar 50 hingga 200 meter dari hotel.

Selain kuliner, lokasi @Hom Hotel juga memudahkan tamu untuk mengunjungi sejumlah destinasi wisata unggulan di Kudus. Masjid Al-Aqsa Menara Kudus yang menjadi ikon wisata religi dan sejarah hanya berjarak sekitar dua kilometer dari hotel. Museum Jenang Kudus dapat ditempuh sekitar 2,5 kilometer untuk mengenal sejarah sekaligus mencicipi jenang khas Kudus, sementara Museum Kretek yang berjarak sekitar tiga kilometer menyajikan perjalanan sejarah industri kretek yang telah menjadi bagian penting dari identitas Kabupaten Kudus.

Sapphire Boutique Hotel Menawarkan Vibes Bali

Bagi tamu yang menginginkan suasana berbeda, Sapphire Boutique Hotel menawarkan konsep hotel butik dengan ruang terbuka yang ramah keluarga.

Suite Room Sapphire Boutique Hotel, Kudus, Jawa Tengah. (Foto: Arpan Jayadi/mainkekudus)

Hotel yang masuk kategori bintang tiga ini dilengkapi kolam renang outdoor, restoran, kafe, serta ballroom berkapasitas besar yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan. 

Fasilitas kolam renang outdoor Sapphire Boutique Hotel, Kudus, Jawa Tengah. (Foto: Arpan Jayadi/mainkekudus)

Berlokasi di kawasan Lingkar Barat, Sapphire Boutique Hotel juga memberikan akses yang relatif mudah menuju kawasan olahraga di wilayah Jati maupun jalur utama keluar masuk Kabupaten Kudus. Tarif kamar berkisar Rp 450 ribu hingga Rp 900 ribu per malam, bergantung pada tipe kamar dan waktu pemesanan.

Untuk konsep hotel butik bisa ditemukan Sapphire Boutique Hotel. (Foto dok.mainkekudus)

Memasuki 2026, Sapphire Boutique Hotel terus mengembangkan fasilitas untuk menghadirkan pengalaman menginap yang berbeda. Mengusung konsep The Best Hotel in Kudus with Bali Vibes, hotel ini menghadirkan villa eksklusif serta rencana pembangunan grand ballroom berkapasitas besar sebagai bagian dari upaya melengkapi pilihan akomodasi premium di Kudus bagi wisatawan, pelaku bisnis, maupun rombongan yang mengikuti berbagai kegiatan dan event.

Sapphire Boutique Hotel Deluxe Room. (Foto dok.mainkekudus)

Villa yang berada dalam satu bangunan ini terdiri atas enam kamar dengan dua tipe, yaitu Business Villa dan Suite Villa. Setiap unit memiliki luas sekitar 30 hingga 50 meter persegi dan dilengkapi kitchen set, kamar mandi dengan bathtub, tempat tidur berukuran lebih besar, ruang kerja yang nyaman, serta complimentary snack bar. Fasilitas tersebut menjadikan villa sebagai pilihan bagi tamu yang mengutamakan kenyamanan, privasi, dan pengalaman menginap yang lebih eksklusif selama berada di Kudus. 

Fasilitas Suite Room Sapphire Boutique Hotel, Kudus, Jawa Tengah. (Sumber foto: TikTok onlynavin)
Fasilitas mini pantry Suite Room Sapphire Boutique Hotel, Kudus, Jawa Tengah. (Sumber foto: TikTok onlynavin)

Selain fasilitasnya yang lengkap, Sapphire Boutique Hotel juga menawarkan akses menuju berbagai destinasi wisata dan kuliner di Kudus. Oasis Djarum Park yang berjarak sekitar empat kilometer atau 10 menit berkendara menjadi pilihan ruang terbuka hijau untuk bersantai, berjalan kaki, maupun berolahraga ringan.

Salah satu spot bersantai di Sapphire Boutique Hotel, Kudus, Jawa Tengah. (Foto: Arpan Jayadi/mainkekudus)

Bagi pecinta kuliner, tamu dapat menikmati hidangan di Wolu Watu Cafe & Resto yang berada dalam satu kawasan hotel dengan suasana bernuansa Bali. Pilihan lainnya adalah Selat Solo “Mami” di kawasan Tumpangkrasak yang berjarak sekitar 11 menit berkendara, serta Taman Bojana Culinary Center di dekat Simpang Tujuh Kudus yang menyajikan beragam kuliner khas, seperti soto kerbau dan nasi pindang, sekitar 17 menit dari hotel. 

Hotel Kenari Asri Menjadi Pilihan Kompetitif

PHRI Kabupaten Kudus merekomendasikan Hotel Kenari Asri sebagai salah satu alternatif akomodasi dengan tarif yang relatif terjangkau bagi atlet, official, keluarga peserta, maupun wisatawan. Hotel bintang tiga yang berlokasi di Jalan Kenari No. 2, Panjunan, Kudus, ini memiliki 40 kamar dan dilengkapi berbagai fasilitas, seperti restoran, ruang pertemuan, akses Wi-Fi gratis, area parkir, serta layanan resepsionis 24 jam. Tarif 

 menginap berkisar antara Rp320 ribu hingga Rp740 ribu per malam, sehingga menjadi pilihan yang kompetitif bagi rombongan yang mengikuti berbagai agenda olahraga di Kudus.

Hotel Kenari Asri jadi salah satu alternatif akomodasi dengan tarif yang lebih terjangkau. (Sumber foto: Tripadvisor)

Keunggulan Hotel Kenari Asri juga terletak pada lokasinya yang strategis di pusat kota. Kudus Mall dan Alun-Alun Simpang Tujuh dapat dijangkau dengan berjalan kaki, sedangkan Masjid Al-Aqsa Menara Kudus, Museum Jenang Kudus, dan Museum Kretek hanya berjarak beberapa menit berkendara. Di sekitar hotel juga tersedia beragam pilihan kuliner, seperti Greens Bakery & Bistro, Ikki Resto, hingga kawasan Taman Bojana Culinary Center yang menawarkan berbagai hidangan khas Kudus, mulai dari soto Kudus, nasi pindang, hingga jenang Kudus. Sementara itu, GOR Wergu Wetan sebagai salah satu venue olahraga utama di Kudus dapat ditempuh sekitar enam menit atau berjarak sekitar 2,1 kilometer dari hotel.

Bagi rombongan olahraga, pemilihan hotel tidak hanya mempertimbangkan kedekatan dengan venue pertandingan. Fasilitas seperti ruang pertemuan untuk koordinasi tim, area parkir yang mampu menampung bus, akses internet yang stabil, serta fleksibilitas penyediaan menu makanan menjadi kebutuhan penting selama mengikuti kejuaraan. Seiring meningkatnya penyelenggaraan event olahraga di Kudus, hotel-hotel setempat pun terus menyesuaikan fasilitas dan layanannya agar mampu mengakomodasi tamu dalam jumlah besar dengan kebutuhan yang beragam.

Kolaborasi yang Menguatkan Ekosistem Sports Tourism

Setiap event olahraga memang memiliki garis finis, tetapi dampaknya tidak berhenti ketika pertandingan usai. Di balik setiap kejuaraan, berbagai aktivitas terus bergerak dan melibatkan banyak pihak. Atlet, official, keluarga peserta, media, hingga wisatawan datang dengan kebutuhan yang beragam, mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga tempat untuk menghabiskan waktu di luar arena pertandingan.

Pergerakan tersebut menciptakan keterkaitan antar sektor yang saling mendukung. Hotel menyediakan tempat beristirahat bagi para tamu, rumah makan dan kafe melayani kebutuhan konsumsi, pelaku UMKM memperkenalkan produk khas daerah, sementara pusat oleh-oleh dan destinasi wisata melengkapi pengalaman pengunjung selama berada di Kudus. Di saat yang sama, jasa transportasi serta berbagai layanan pendukung lainnya turut merasakan meningkatnya aktivitas yang mengikuti penyelenggaraan event olahraga.

Rangkaian aktivitas tersebut menunjukkan bahwa sports tourism tidak hanya berkaitan dengan pertandingan di arena. Kejuaraan olahraga juga menghadirkan pergerakan wisatawan, memperluas aktivitas ekonomi, serta mempertemukan berbagai sektor yang saling melengkapi, mulai dari perhotelan, kuliner, transportasi, hingga perdagangan.

Salah satu agenda yang akan kembali menghadirkan pergerakan tersebut adalah Srikandi Merdeka Cup 2026. Turnamen sepak bola putri usia muda berskala internasional ini akan mempertemukan atlet dari berbagai negara sekaligus membawa rombongan pelatih, official, media, dan pendukung yang membutuhkan berbagai layanan selama berada di Kudus.

Kondisi tersebut menjadi gambaran bagaimana penyelenggaraan event olahraga berpengaruh terhadap berbagai sektor di luar lapangan pertandingan. Kehadiran ribuan peserta dan pengunjung mendorong meningkatnya kebutuhan akan akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga destinasi wisata yang dapat dikunjungi selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Hotel di Kudus Tingkatkan Fasilitas dan Pelayanan

Ketua PHRI Kabupaten Kudus, Muhammad Qirom, mengatakan jumlah hotel berbintang di Kudus memang belum sebanyak kota-kota besar. Meski demikian, pengelola hotel terus meningkatkan fasilitas dan kualitas pelayanan agar mampu memenuhi kebutuhan tamu yang datang untuk berbagai keperluan, termasuk mengikuti kejuaraan olahraga.

“Hotel bintang tiga maupun empat di Kudus memang masih terbatas, seperti Horison IJ, @Hom, Sapphire Boutique Hotel, Griptha, Kenari, The Sato Hotel, dan beberapa hotel lainnya. Namun semuanya terus meningkatkan fasilitas agar semakin nyaman bagi tamu. Hampir seluruh hotel juga berada di lokasi strategis, hanya sekitar 15 hingga 20 menit menuju venue olahraga maupun pusat kota,” ungkapnya.

Keberadaan hotel dengan kapasitas, fasilitas, dan kisaran harga yang beragam memberikan lebih banyak pilihan bagi atlet, official, keluarga peserta, maupun wisatawan yang datang ke Kudus. Seiring penyelenggaraan event olahraga yang semakin rutin, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa industri perhotelan turut menyesuaikan diri sebagai bagian dari ekosistem sports tourism di Kabupaten Kudus.

Meningkatnya aktivitas olahraga di Kudus tidak hanya menghadirkan pertandingan di arena, tetapi juga menggerakkan kebutuhan akan akomodasi yang semakin beragam. Dengan dukungan hotel yang terus meningkatkan fasilitas, pelayanan, dan kemudahan akses menuju berbagai venue, Kudus semakin siap menyambut penyelenggaraan kejuaraan olahraga sekaligus memberikan pengalaman menginap yang nyaman bagi atlet, official, keluarga peserta, maupun wisatawan yang berkunjung.  (ITN/mainkekudus)

Sukseskan Kudus Sports Tourism, Hotel Bintang 3 dan 4 Terus Berbenah | Main ke Kudus