Logo Kudus
Soto Kudus Bu Djatmi

Soto Kudus Bu Djatmi

Soto Kudus Bu Djatmi, Menjaga Warisan Rasa Soto Kerbau di Tengah Kota Kudus

Kudus – Di tengah ragam kuliner khas Kudus, Soto Kudus Bu Djatmi menjadi salah satu nama yang terus dikenal masyarakat. Warung yang telah beroperasi sejak awal dekade 1980-an ini mempertahankan sajian soto dengan kuah bening kaya rempah serta pilihan isian daging ayam dan daging kerbau. Berlokasi di Jalan KH Wahid Hasyim No. 43, Panjunan, Kecamatan Kota Kudus, warung keluarga tersebut tetap menjaga resep turun-temurun yang menjadi ciri khasnya hingga kini.

(Foto: sns/mainkekudus)

Menjaga Tradisi Kuliner yang Bertahan Puluhan Tahun

(sumber foto: humas.jatengprov.go.id)

Soto Kudus Bu Djatmi dikenal sebagai salah satu kuliner legendaris di Kabupaten Kudus. Menurut Adi, usaha tersebut mulai dirintis pada awal 1983 dan terus berkembang hingga menjadi salah satu tujuan kuliner yang dikenal masyarakat. Adi, putra pemilik Soto Kudus Bu Djatmi, menuturkan bahwa usaha keluarga itu berawal dari pengalaman sang ibu yang sebelumnya bekerja membantu penjual soto. Setelah menikah, kedua orang tuanya kemudian memutuskan untuk merintis usaha soto secara mandiri, yang kelak berkembang menjadi Soto Kudus Bu Djatmi.

Adi, putra pemilik Soto Kudus Bu Djatmi, (Foto: sns/mainkekudus)

Pada masa awal berdiri, pembagian tugas dilakukan secara sederhana. Sang ibu berperan memasak dan mengelola usaha soto, sementara ayahnya membantu pekerjaan dapur serta mengantar pesanan. Dari usaha keluarga yang dirintis tersebut, Soto Kudus Bu Djatmi kemudian terus berkembang dan dikenal oleh pelanggan dari berbagai daerah.

Menurut Adi, resep yang digunakan hingga sekarang merupakan warisan keluarga yang berasal dari kedua orang tuanya dan diteruskan dari generasi sebelumnya. Resep tersebut tetap dipertahankan tanpa banyak perubahan karena pelanggan telah mengenal cita rasa yang selama ini disajikan.

“Keluarga menjaga komposisi resep dan tidak berani mengurangi bahan karena pelanggan sudah mengenal rasanya,” demikian keterangan yang disampaikan Adi mengenai upaya mempertahankan kualitas sajian.

Dari Soto Ayam hingga Soto Kerbau

Pada awal menjalankan usaha, menu yang tersedia hanya soto ayam dengan menggunakan ayam kampung. Namun seiring berjalannya waktu, keluarga melihat adanya permintaan masyarakat terhadap soto kerbau yang cukup tinggi di sekitar Kudus.

Melihat kondisi tersebut, keluarga kemudian mencoba menghadirkan soto kerbau sebagai pilihan menu tambahan. Kehadiran menu baru tersebut kemudian mendapat respons positif dari pelanggan dan menambah jumlah penikmat Soto Kudus Bu Djatmi.

Hingga kini, soto kerbau tetap menjadi salah satu menu yang paling dikenal di warung tersebut. Meski menyediakan pilihan soto ayam, soto kerbau disebut sebagai menu yang paling otentik dan menjadi bagian dari identitas kuliner Soto Kudus.

Penggunaan daging kerbau dalam Soto Kudus juga berkaitan dengan tradisi yang berkembang di masyarakat. Berdasarkan cerita yang diwariskan secara turun-temurun, penggunaan daging kerbau berakar pada ajaran Sunan Kudus yang menganjurkan masyarakat untuk tidak menyembelih sapi sebagai bentuk penghormatan kepada umat Hindu pada masa itu. Dari tradisi tersebut, soto berbahan daging kerbau kemudian dikenal sebagai bagian dari warisan kuliner yang mencerminkan nilai akulturasi budaya dan toleransi yang telah berkembang di Kudus selama berabad-abad. 

Ciri Khas Kuah Bening dan Daging yang Empuk

(sumber foto: jatengtravelguide)

Salah satu karakter utama Soto Kudus Bu Djatmi terletak pada kuahnya yang bening. Kuah tersebut dikenal tidak menggunakan santan maupun kunyit pekat sehingga menghasilkan tampilan yang lebih jernih.

Dalam penyajiannya, kuah soto diracik menggunakan berbagai rempah sehingga menghasilkan aroma yang harum. Selain itu, perpaduan rasa manis dan gurih khas Jawa Tengah menjadi bagian dari karakter rasa yang dikenal pelanggan.

Pilihan isiannya terdiri atas daging ayam maupun daging kerbau. Khusus untuk soto kerbau, daging yang digunakan diolah sehingga memiliki tekstur empuk dan tidak alot.

Selain soto sebagai menu utama, pengunjung juga dapat menemukan berbagai lauk pendamping yang umum disajikan bersama Soto Kudus. Beberapa di antaranya adalah sate paru, sate telur puyuh, perkedel, jeroan, dan kerupuk rambak.

(sumber foto: tripadvisor)

Sate paru menjadi salah satu lauk yang sering disebut sebagai pelengkap ketika menikmati Soto Kudus Bu Djatmi. Dalam materi sumber disebutkan bahwa sate paru tersebut dikenal memiliki cita rasa gurih dan tekstur yang empuk.

Menjaga Kesederhanaan Menu

Meski telah dikenal luas, keluarga tidak menambah terlalu banyak variasi menu. Adi menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil untuk mengurangi potensi pemborosan bahan.

Karena alasan tersebut, warung lebih memilih mempertahankan menu yang sudah dikenal pelanggan. Meski demikian, terdapat beberapa pesanan tertentu yang dapat dibuat berdasarkan permintaan, seperti pindang kerbau. Namun hidangan tersebut tidak dijadikan menu reguler.

Menurut Adi, keputusan tersebut juga mempertimbangkan keberadaan anggota keluarga lain yang turut menjual menu pindang sehingga masing-masing usaha memiliki fokus yang berbeda.

Ramai Dikunjungi Berbagai Kalangan

(Foto dok.mainkekudus)

Selama bertahun-tahun beroperasi, Soto Kudus Bu Djatmi telah menerima kunjungan dari berbagai kalangan. Adi menyebut sejumlah nama public figure yang pernah datang ke warung soto kudus Bu Djatmi. 

Keluarga juga menyimpan berbagai dokumentasi kunjungan tamu yang datang ke warung tersebut. Foto-foto tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang usaha keluarga yang telah berjalan selama puluhan tahun.

Selain menerima kunjungan public figure, warung ini juga dikenal sebagai salah satu tempat makan yang ramai, terutama pada waktu sarapan.

Bangunan warung yang tetap mempertahankan kesan kuno dan otentik turut menjadi bagian dari pengalaman bersantap yang ditawarkan kepada pengunjung.

Dampak Event Olahraga terhadap Kunjungan Pelanggan

Kunjungan pelanggan ke Soto Kudus Bu Djatmi juga dipengaruhi oleh berbagai kegiatan yang berlangsung di Kudus. Salah satunya adalah penyelenggaraan event olahraga.

Menurut Adi, kegiatan olahraga berskala besar dapat mendatangkan pengunjung dari berbagai daerah. Ia mencontohkan adanya pengunjung yang datang dari Kalimantan ketika berlangsung event tertentu.

Peningkatan jumlah pengunjung tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usaha. Dalam keterangannya, Adi menyebut bahwa penjualan dapat meningkat sekitar empat hingga lima kali lipat ketika terdapat event olahraga besar yang berlangsung di wilayah tersebut.

Kondisi tersebut menunjukkan bagaimana aktivitas masyarakat yang datang ke Kudus turut berpengaruh terhadap tingkat kunjungan ke warung makan yang telah lama beroperasi tersebut.

Pengalaman Pelanggan yang Datang Berulang Kali

Suasana pelanggan di Soto Kudus Bu Djatmi. (Foto: sns/mainkekudus)

Selain cerita dari keluarga pemilik, pengalaman pelanggan juga menjadi bagian dari perjalanan Soto Kudus Bu Djatmi.

Salah seorang pengunjung bernama Reza mengaku telah datang ke Soto Kudus Bu Djatmi lebih dari sepuluh kali. Ia menyebut biasanya berkunjung setiap bulan.

Menurut Reza, menu favoritnya adalah soto ayam. Ia memilih menu tersebut karena tidak menyukai daging. Alasan lain yang membuatnya sering kembali adalah karena merasa cita rasa soto di tempat tersebut lebih sesuai dengan seleranya.

Reza menilai salah satu hal yang menonjol dari sajian Soto Kudus Bu Djatmi adalah penggunaan rempah yang menurutnya memiliki karakter berbeda.

Pengalaman serupa juga disampaikan Yoga Setiawan yang datang bersama istri dan dua anaknya saat mudik ke Kudus. Meski belum sampai ke rumah tujuan, Yoga dan keluarganya memilih singgah untuk makan siang terlebih dahulu.

Yoga Setiawan, pelanggan Soto Kudus Bu Djatmi dari Bandung. (Foto dok.mainkekudus)

Yoga yang sehari-hari tinggal di Bandung mengatakan bahwa Soto Kerbau menjadi menu yang dicarinya ketika berada di Kudus. Menurutnya, menu tersebut merupakan kuliner khas Kudus yang tidak ditemui di Bandung.

Sementara itu, kedua anaknya lebih memilih menu ayam. Selain menikmati soto, keluarganya juga menyantap beberapa lauk pendamping seperti sate, telur, dan jeroan.

Kuliner yang Terus Dipertahankan

Hingga kini, Soto Kudus Bu Djatmi tetap beroperasi setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 22.00 WIB. Selain lokasi utama di Jalan KH Wahid Hasyim No. 43, warung ini juga memiliki cabang lain di Jalan Jenderal Sudirman, Kudus, serta disebut memiliki cabang di area Kudus–Pati KM 2.

(Foto dok.mainkekudus)

Untuk harga, soto ayam dibanderol mulai Rp15.000 per porsi, sedangkan soto kerbau mulai Rp16.000 per porsi. 

Selain menu utama, tersedia pula berbagai lauk pendamping yang dapat dipilih sesuai selera. Pilihan tersebut meliputi nasi seharga Rp9.000, sate paru Rp13.000, sate usus Rp6.000, sate usus asin Rp6.000, sate jeroan Rp6.000, serta sate telur puyuh Rp6.000. Pengunjung juga dapat menambahkan tahu dan tempe yang masing-masing dibanderol Rp3.500, serta perkedel seharga Rp7.000.

Bagi penikmat olahan ayam dan jeroan, tersedia kepala ayam dan sayap ayam dengan harga masing-masing Rp8.500, otak sapi Rp21.000, serta cakar ayam Rp24.000. Sementara itu, sebagai pelengkap maupun camilan, pisang goreng dapat dinikmati dengan harga Rp9.000 per porsi.

Bagi keluarga, mempertahankan resep warisan menjadi hal yang terus dijaga. Adi menyampaikan harapan agar resep yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut dapat terus dilestarikan dan diteruskan kepada generasi berikutnya.

Sementara itu, bagi sebagian pelanggan, Soto Kudus Bu Djatmi bukan hanya tempat makan, melainkan bagian dari pengalaman ketika berkunjung ke Kudus. Yoga Setiawan bahkan berpesan agar masyarakat yang datang ke Kudus tidak lupa mampir menikmati soto khas daerah tersebut karena rasanya mudah diingat.

Karyawan Soto Kudus Bu Djatmi. (Foto: sns/mainkekudus)

Dengan resep keluarga yang tetap dipertahankan, pilihan soto ayam dan soto kerbau yang masih menjadi andalan, serta kehadiran pelanggan yang terus datang dari waktu ke waktu, Soto Kudus Bu Djatmi menjadi bagian dari perjalanan kuliner yang terus berlangsung di Kudus hingga sekarang. (sns/mkk)


LOKASI

ALAMAT

Jl. AKBP Agil Kusumadya No.40, Getas, Getas Pejaten, Kec. Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah 59346, Indonesia

JAM BUKA

  • Senin07.00–21.30
  • Selasa07.00–21.30
  • Rabu07.00–21.30
  • Kamis07.00–21.30
  • Jumat07.00–21.30
  • Sabtu07.00–21.30
  • Minggu07.00–21.30

KULINER KHAS KUDUS LAINNYA

Soto Kudus Pak Denuh thumbnail

Soto Kudus Pak Denuh

4.1
417 m
Sentra Kuliner Lentog tanjung thumbnail

Sentra Kuliner Lentog tanjung

4.6
1.79 km
Warung Soto Kebo Pak Marjan thumbnail

Warung Soto Kebo Pak Marjan

4.8
2.00 km
Nasi Pindang Kerbau & Soto Kerbau Sidodadi thumbnail

Nasi Pindang Kerbau & Soto Kerbau Sidodadi

4.7
2.04 km
Sate Kerbau Pak Sunar thumbnail

Sate Kerbau Pak Sunar

4.6
2.12 km
Soto & Pindang Kudus Pak Haji Sulichan thumbnail

Soto & Pindang Kudus Pak Haji Sulichan

4.6
2.16 km
Nasi Jangkrik Menara thumbnail

Nasi Jangkrik Menara

4.8
2.17 km
Soto Kudus Pak Ramidjan thumbnail

Soto Kudus Pak Ramidjan

4.3
2.60 km