Logo Kudus
GOR Djarum Badminton

GOR Djarum Badminton

GOR Djarum Tempat Atlet Masa Depan Bulu Tangkis Ditempa

KUDUS – Pagi belum sepenuhnya terang di Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Dari kompleks olahraga di Jalan Raya Kudus-Purwodadi KM 0,3, suara tepukan raket dan langkah kaki atlet sudah terdengar. Aktivitas berlangsung sejak pagi, ketika sebagian besar kawasan di sekitarnya masih memulai kegiatan.

Di kompleks seluas sekitar 40 hektare itu, latihan menjadi bagian dari rutinitas yang berlangsung hampir setiap hari. Para atlet muda datang ke lapangan dengan jadwal yang sudah disusun, mengikuti latihan fisik, sekolah, beristirahat, lalu kembali menjalani latihan teknik dan taktik hingga sore atau malam.

(Foto: HNR/mainkekudus)

Kompleks tersebut adalah GOR Djarum (Jati). Sejak diresmikan pada 2006, fasilitas ini digunakan sebagai salah satu pusat kegiatan pembinaan bulu tangkis PB Djarum. Bagi atlet yang tinggal di dalam kompleks, aktivitas latihan, pendidikan, istirahat, dan kehidupan sehari-hari berlangsung dalam satu kawasan.

Rutinitas Atlet Dimulai Sejak Pagi

Bagi Tiara Shaqeela Jasmine, hari di GOR Djarum dimulai dengan jadwal yang padat. Atlet ganda putri U-15 asal Samarinda, Kalimantan Timur, itu bergabung dengan PB Djarum sejak 2022 setelah lolos program latihan bersama.

Tiara Shaqeela Jasmine, atlet PB Djarum Ganda Putri U15. (Foto: HNR/mainkekudus)

Pagi hari diisi latihan fisik selama beberapa jam. Setelah itu, Tiara mengikuti kegiatan sekolah sebelum kembali ke asrama untuk beristirahat. Pada sore hari, latihan berlanjut dengan materi teknik dan taktik permainan.

“Rutinitas harian di sini padat banget. Bangun pagi langsung latihan fisik sekitar 3-4 jam, lalu sekolah, istirahat sebentar, terus sore latihan teknik lagi 4 jam. Total sehari bisa sampai 8 jam latihan,” ujar Tiara.

Drilling dan pemantapan power menjadi bagian latihan fisik atlet. (Foto: HNR/mainkekudus)

Drilling dan pemantapan power menjadi bagian latihan yang menurutnya cukup menguras tenaga. Namun, kehidupan sebagai atlet tidak hanya berisi latihan. Setelah kegiatan selesai, asrama menjadi tempat untuk beristirahat dan memulihkan kondisi sebelum kembali menjalani jadwal berikutnya.

Tiara menyebut kamar asrama sebagai salah satu bagian yang paling disukainya. Fasilitas seperti pendingin ruangan, lemari, dan tempat tidur membuat waktu istirahat lebih nyaman. Lapangan dan peralatan kebugaran juga menjadi bagian dari fasilitas yang mendukung aktivitas latihan.

Fasilitas kamar mendukung waktu istirahat atlet setelah menjalani latihan. (Foto: HNR/mainkekudus)

Sejumlah pengalaman bertanding sudah menjadi bagian dari perjalanan Tiara, termasuk kejuaraan tingkat provinsi, Sirnas B Medan, dan Kapolri Cup. Setelah melewati berbagai pertandingan tersebut, ia masih memiliki target berikutnya, yakni meraih podium di Badminton Asia Junior Championships di China dan berusaha menembus Pelatnas PBSI.

Jadwal Latihan Dibagi Berdasarkan Kebutuhan

Kehidupan atlet di GOR Djarum berjalan mengikuti pembagian waktu yang cukup teratur. Latihan berlangsung dari Senin hingga Sabtu dengan materi yang berbeda antara pagi dan sore.

Pada pagi hari, sekitar pukul 06.00 atau 06.30 hingga 09.30 WIB, atlet menjalani latihan fisik. Materinya mencakup weight training, agility, serta latihan lari dan ketahanan. Pembagian materi disesuaikan dengan hari latihan.

Atlet menjalani weight training sebagai bagian dari latihan fisik pagi. (Foto: HNR/mainkekudus)
Latihan fisik pagi meliputi weight training, agility, lari, dan ketahanan. (Foto: HNR/mainkekudus)

Weight training dilakukan pada Senin dan Kamis. Selasa digunakan untuk latihan agility, sedangkan Jumat diisi dengan latihan lari dan ketahanan. Program tersebut didampingi pelatih fisik, salah satunya Coach Aris Subarka yang pernah menjadi pelatih fisik Pelatnas PBSI.

Setelah latihan pagi selesai, atlet tidak langsung kembali ke lapangan. Pukul 09.30 hingga 14.00 WIB menjadi waktu untuk mengikuti pendidikan sekolah. Setelah itu, atlet memiliki waktu istirahat dan recovery sekitar pukul 14.00 hingga 15.30 WIB.

Setelah mengikuti kegiatan sekolah, atlet memiliki waktu untuk beristirahat dan melakukan recovery sebelum kembali menjalani latihan teknik dan taktik pada sore hingga malam hari.(Foto: HNR/mainkekudus)

Latihan kembali berlangsung pada sore hingga malam. Sekitar pukul 15.30 atau 16.00 hingga 20.00 atau 20.30 WIB, fokus latihan bergeser pada teknik dan taktik permainan.

Hari rabu dan sabtu biasanya memiliki porsi latihan setengah hari. Namun, pola tersebut dapat berubah ketika atlet memasuki masa persiapan menuju kejuaraan besar. Pada periode tersebut, waktu latihan dapat dimaksimalkan untuk kebutuhan pertandingan.

Bagi pelatih, jadwal panjang tersebut bukan hanya persoalan membangun kemampuan bermain. Atlet usia muda juga perlu belajar mengatur kehidupan sehari-hari, termasuk waktu istirahat dan penggunaan gawai.

Kedisiplinan Bagian dari Tantangan

Ronald Sanduan Sipasulta, Pelatih Ganda Putri U-15 dan U-17 PB Djarum, melihat perubahan lokasi pemusatan latihan di Kudus memberikan keuntungan dalam proses pembinaan.

Ronald Sanduan Sipasulta, Pelatih Ganda Putri U15 dan U17. (Foto: HNR/mainkekudus)

Sejak 2020, PB Djarum menata pemusatan latihan dengan menempatkan sektor ganda usia muda U-15 dan U-17 di GOR Djarum Kudus. Sebelumnya, kegiatan latihan sektor tersebut berlangsung di Jakarta dengan kondisi lapangan dan asrama yang tidak berada dalam satu kawasan.

“Dulu di Jakarta kami masih sewa lapangan dan jarak asrama ke lapangan cukup jauh. Di Kudus ini betul-betul lebih maksimal. Kapan pun atlet butuh latihan tambahan, fasilitas sudah siap di depan mata,” kata Ronald.

Kedekatan antara asrama dan fasilitas latihan membuat kegiatan atlet lebih mudah diatur. Waktu yang sebelumnya digunakan untuk perjalanan dapat dialihkan untuk kegiatan lain, termasuk istirahat dan pemulihan.

Namun, menurut Ronald, tantangan pembinaan atlet muda tidak berhenti pada kemampuan teknik. Pengelolaan kedisiplinan diri juga menjadi bagian penting dalam keseharian.

Penggunaan telepon pintar dan media sosial menjadi salah satu hal yang perlu diawasi, terutama menjelang pertandingan. Atlet perlu menjaga waktu istirahat agar tidak terganggu dan tetap memiliki konsentrasi terhadap program latihan.

“Kalau mau menuju pertandingan, penggunaan HP kita batasi agar tidak mengganggu waktu istirahat dan konsentrasi mereka. Sebagai pelatih, kita harus rajin memberikan pencerahan dan edukasi setiap hari,” ujarnya.

Dengan pola tersebut, pembinaan tidak hanya diarahkan pada kemampuan bermain di lapangan. Atlet juga dibiasakan mengikuti aturan, menjalani rutinitas, dan memahami tanggung jawab sebagai bagian dari kelompok latihan.

Fasilitas Lengkap

16 Lapangan Bulu Tangkis GOR Djarum (Jati), 12 main court untuk pertandingan dan 4 supporting court untuk latihan. (Foto: HNR/mainkekudus)

Seluruh kegiatan tersebut berlangsung dengan dukungan fasilitas yang berada dalam satu kompleks. Menurut Ravenus Pongoh, Staff Administrator PB Djarum, GOR Djarum memiliki 16 lapangan bulu tangkis.

Dua belas lapangan berada di bagian utama dan digunakan ketika berlangsung kegiatan pertandingan. Sementara empat lapangan pendukung berada di bagian pinggir dan dapat digunakan untuk latihan.

Ravenus Pongoh, Staff Administrator PB Djarum, fasilitas GOR Djarum (Jati) mencakup lapangan latihan dan pertandingan, pusat kebugaran, ruang pemulihan, asrama atlet, hingga Hall of Fame. (Foto: HNR/mainkekudus)

“Lapangan yang kita miliki di dalam itu sebenarnya 12 main court dan 4 supporting court di pinggir-pinggir. Kalau saat event atau pertandingan, yang dipakai 12 court di tengah, sedangkan 4 lapangan pendukung digunakan untuk latihan,” jelas Ravenus.

Fasilitas di kompleks tidak berhenti pada lapangan. Atlet juga memiliki akses ke pusat kebugaran yang dilengkapi peralatan weight training, treadmill, dan sepeda statis.

Untuk kebutuhan pemulihan, tersedia ruang fisioterapi dan ruang pijat. Fasilitas tersebut digunakan untuk mendampingi atlet selama menjalani latihan maupun ketika membutuhkan penanganan setelah aktivitas fisik.

Kompleks ini juga memiliki asrama atlet dan pelatih. Terdapat 41 kamar dengan total 86 tempat tidur. Asrama dibagi berdasarkan kelompok putra dan putri, termasuk pemisahan antara atlet dan pelatih.

Asrama Putri GOR Djarum . (Foto: HNR/mainkekudus)
Asrama Putra GOR Djarum . (Foto: HNR/mainkekudus)
Fasilitas rumah pelatih GOR Djarum . (Foto: HNR/mainkekudus)

Kebutuhan kegiatan lain juga tersedia dalam kawasan yang sama. Ruang serbaguna digunakan untuk press conference, briefing wasit, managers meeting, hingga kegiatan bimbingan belajar. Fasilitas penunjang lainnya meliputi dapur, ruang makan, ruang band, kantor pengelola, dan Hall of Fame.

Seluruh fasilitas tersebut mendapat perawatan secara berkala. Tim General Services, teknisi bangunan dan kelistrikan, serta tim pemeliharaan taman memiliki tugas masing-masing untuk menjaga kondisi kompleks.

“Maintenance-nya kalau ada yang rusak langsung diperbaiki. Kita punya tim khusus dan designated person yang selalu memastikan kondisi bangunan dan kelistrikan tetap prima,” kata Ravenus.

Fasilitas ruang makan GOR Djarum . (Foto: HNR/mainkekudus)
Fasilitas ruang band di GOR Djarum . (Foto: HNR/mainkekudus)
Ruang pengelola GOR Djarum . (Foto: HNR/mainkekudus)
Hall of Fame GOR Djarum . (Foto: HNR/mainkekudus)

Di dalam kompleks GOR Djarum juga terdapat merchandise store PB Djarum yang melengkapi pengalaman kunjungan ke pusat pembinaan bulu tangkis di Kudus. Pengunjung dapat menemukan beragam produk untuk oleh-oleh, mulai dari jersey atlet, kaos, sepatu, hingga berbagai merchandise dan perlengkapan lainnya yang berkaitan dengan PB Djarum. Lokasinya yang berada dalam satu kompleks membuat toko ini menjadi pilihan bagi pengunjung yang ingin membawa pulang suvenir  sekaligus kenang-kenangan dari kunjungan ke salah satu pusat pembinaan bulu tangkis ternama di Kudus. 

(Foto: HNR/mainkekudus)
(Foto: HNR/mainkekudus)
(Foto: HNR/mainkekudus)
(Foto: HNR/mainkekudus)

Pembinaan Berjenjang

Pembinaan Atlet Sejak Usia Dini, latihan di GOR Djarum (Jati) mencakup jenjang U-11, U-13, dan U-15 sebagai bagian dari pembinaan atlet muda. (Foto: HNR/mainkekudus)

Keberadaan fasilitas latihan yang terintegrasi berkaitan dengan pola pembinaan PB Djarum yang dimulai sejak usia dini. Kelompok U-11, U-13, dan U-15 menjadi bagian dari jenjang pembinaan yang disiapkan sebelum atlet memasuki kelompok usia lebih tinggi.

Menurut Ravenus, persaingan bulu tangkis internasional membuat pembinaan usia muda menjadi bagian penting dalam menyiapkan atlet. Negara-negara seperti China memiliki persaingan yang ketat pada kelompok usia junior.

“Persaingan internasional sangat ketat, terutama dari negara seperti China. Kalau pembinaan tidak dimulai sejak usia dini, kita akan tertinggal saat mereka menginjak usia U-19 yang menjadi tolok ukur masuk Pelatnas,” jelasnya.

Karena itu, pembinaan tidak hanya berorientasi pada hasil pertandingan dalam satu kejuaraan. Atlet dibentuk melalui latihan yang berlangsung bertahap, pendidikan, kedisiplinan, serta pengalaman mengikuti kompetisi.

Bagi atlet seperti Tiara, proses tersebut berlangsung jauh dari lingkungan keluarga. Rutinitas yang padat membuat asrama dan kompleks latihan menjadi bagian besar dari keseharian.

Di tempat yang sama, mereka belajar menghadapi kelelahan, menjaga waktu istirahat, mengikuti sekolah, dan menjalani pertandingan. Setiap tahap memberikan pengalaman yang berbeda sebelum mereka menentukan langkah berikutnya dalam perjalanan sebagai atlet.

Arena Berbagai Kejuaraan

GOR Djarum (Jati) jadi lokasi berbagai kejuaraan bulu tangkis dari Hydroplus Sirnas A Jawa Tengah hingga Kejuaraan Badminton Asia U-15 dan U-17 serta Superliga Junior. (Sumber foto: HYDROPLUS Sirnas A Jawa Tengah 2026/djarumbadminton.com)

Selain menjadi tempat pembinaan, GOR Djarum (Jati) juga digunakan untuk penyelenggaraan berbagai kejuaraan. Kegiatan yang pernah digelar mencakup tingkat regional, nasional, hingga internasional.

Beberapa di antaranya adalah Hydroplus Sirnas A Jawa Tengah, Kejuaraan Badminton Asia U-15 dan U-17 pada 2015 dan 2016, serta Superliga Junior yang menghadirkan klub atau negara dari luar dalam format beregu. Kejuaraan Bupati Cup juga pernah digelar untuk klub-klub lokal di Djarum Arena.

Kegiatan pertandingan membuat kompleks ini tidak hanya dipenuhi atlet dan pelatih. Pada waktu tertentu, kehadiran peserta, pendamping, perangkat pertandingan, serta pengunjung ikut menambah aktivitas di sekitar kawasan.

Dari sisi Kudus, kegiatan olahraga tersebut berkaitan dengan pergerakan sektor lain. Ketika kejuaraan berlangsung, kebutuhan akomodasi, makanan, transportasi, dan berbagai layanan ikut meningkat.

Hotel menjadi salah satu sektor yang menerima dampak dari kedatangan peserta dan pendamping. Pelaku kuliner dan UMKM juga mendapatkan kesempatan melayani kebutuhan selama kegiatan berlangsung. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari hubungan antara agenda olahraga dan kegiatan ekonomi lokal.

Cultural Visit

Kompleks olahraga ini menjadi bagian dari agenda kunjungan instansi, universitas, dan mitra perusahaan untuk mengenal fasilitas serta proses pembinaan atlet. (Foto: HNR/mainkekudus)

Kegiatan di GOR Djarum (Jati) juga membuat kompleks ini dikunjungi berbagai pihak dari luar daerah. Instansi, universitas, hingga mitra perusahaan menjadikan kawasan tersebut sebagai bagian dari agenda kunjungan.

Kunjungan tidak hanya memperlihatkan fasilitas olahraga. Di dalam kompleks, pengunjung dapat melihat bagaimana proses pembinaan atlet berlangsung, mulai dari latihan hingga fasilitas yang digunakan untuk menunjang kehidupan sehari-hari.

Bagi Kudus, keberadaan pusat pembinaan dan penyelenggaraan kejuaraan membuat aktivitas olahraga memiliki keterkaitan dengan sektor pariwisata. Kedatangan atlet dan rombongan membuka peluang bagi mereka untuk mengenal daerah di luar arena pertandingan.

Pada akhirnya, GOR Djarum (Jati) tidak hanya digunakan selama beberapa jam ketika atlet berada di lapangan. Aktivitas di dalamnya berlangsung sepanjang hari dan mencakup latihan, pendidikan, istirahat, pemulihan, serta persiapan pertandingan.

Di antara 16 lapangan, asrama, ruang kebugaran, dan fasilitas pendukung lainnya, proses pembinaan berjalan secara bertahap. Atlet muda datang membawa kemampuan yang masih terus dikembangkan. Mereka kemudian menjalani rutinitas, mengikuti evaluasi, bertanding, dan kembali berlatih.

Bagi Tiara, perjalanan itu masih panjang. Target untuk tampil di ajang junior internasional dan masuk Pelatnas menjadi bagian dari langkah berikutnya. Sementara bagi para pelatih dan pengelola, proses pembinaan terus berjalan dari satu kelompok usia ke kelompok berikutnya.

GOR Djarum (Jati) menjadi tempat bertemunya proses tersebut. Atlet berlatih, belajar, beristirahat, dan kembali ke lapangan pada hari berikutnya. Dari rutinitas yang berulang itulah pembinaan atlet bulu tangkis berlangsung di Kudus. (HNR/mainkekudus)

LOKASI

ALAMAT

Jl. Purwodadi - Kudus, Pejaten, Jati Kulon, Kec. Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah 59343, Indonesia

JAM BUKA

  • Senin08.00–22.00
  • Selasa08.00–22.00
  • Rabu08.00–22.00
  • Kamis08.00–22.00
  • Jumat08.00–22.00
  • SabtuBuka 24 jam
  • Minggu08.00–22.00

ARENA BULU TANGKIS LAINNYA

Gambar Lapangan Badminton gor mitra

Lapangan Badminton gor mitra

4.5
1.76 km
Gambar Sport Center Barongan

Sport Center Barongan

4.7
2.95 km
Gambar Galaria Sports Arena

Galaria Sports Arena

5
3.33 km
Gambar Markass Sport Center

Markass Sport Center

4.4
4.45 km
Gambar GOR UIN Sunan Kudus

GOR UIN Sunan Kudus

4.3
6.29 km
Gambar Java Sport Center

Java Sport Center

4
9.09 km
Gambar Sukun Sport Center (GOR Sukun)

Sukun Sport Center (GOR Sukun)

4.5
10.95 km
Gambar GOR Graha Fila Sport Kudus

GOR Graha Fila Sport Kudus

4.6
12.81 km