Mengenal Djarum Arena, Lokasi Penyelenggaraan HYDROPLUS Bupati Cup XX 2026
KUDUS – Aktivitas bulu tangkis terus berlangsung di GOR Djarum Arena, Kaliputu, Kabupaten Kudus. Arena yang telah digunakan selama puluhan tahun ini telah melewati berbagai fase dalam perjalanan pembinaan bulu tangkis di Kudus.
Selain menjadi salah satu tempat latihan atlet bulu tangkis PB Djarum, Djarum Arena juga digunakan untuk latihan dan kegiatan masyarakat serta pembinaan olahraga klub-klub lokal.
Fungsinya kembali bertambah ketika kompleks olahraga itu menjadi venue turnamen olahraga. Mulai dari kompetisi tingkat nasional seperti PON Beladiri tahun 2025 hingga regional seperti HYDROPLUS Bupati Cup XX 2026 yang berlangsung pada 17–22 Agustus 2026.
GOR Kedua PB Djarum
Community Development Bakti Olahraga Djarum Foundation, Christanto Nugroho, mengatakan fasilitas itu mulai aktif digunakan pada 1982 sebagai tempat latihan dan pembinaan atlet PB Djarum. Tempat tersebut diberi nama GOR Djarum sebelum kemudian berganti nama menjadi Djarum Arena.

“Kalau sejarahnya, Djarum Arena Kaliputu yang sekarang kita gunakan, mulai dimanfaatkan pada 1982. Itu aktif dipakai latihan pembinaan PB Djarum,” kata Christanto.
GOR Arena, Kaliputu menjadi GOR kedua yang dibangun PB Djarum setelah fasilitas bulu tangkis di kawasan Bitingan Lama. Kehadiran arena tersebut menjadi bagian dari perkembangan sarana pembinaan bulu tangkis di Kudus pada masa itu.
Selama digunakan sebagai tempat pembinaan, arena tersebut menjadi salah satu tempat latihan para atlet yang kemudian meraih prestasi di tingkat nasional dan internasional.
Sejarah PB Djarum mencatat nama Alan Budikusuma yang meraih emas Olimpiade Barcelona 1992, Haryanto Arbi dengan gelar All England, serta Sigit Budiarto dan Candra Wijaya yang meraih gelar juara dunia.

Nama-nama atlet tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang pembinaan yang pernah berlangsung di kawasan Kaliputu. Namun, perjalanan arena tidak berhenti ketika pusat latihan atlet PB Djarum kemudian berpindah.
Pusat Komunitas

Sejak 2006, pusat latihan atlet PB Djarum tidak lagi berpusat di Kaliputu, namun di GOR Djarum, Jati dan GOR Djarum, Jakarta. Arena tersebut kemudian digunakan untuk kegiatan latihan bulu tangkis masyarakat setempat.
Perubahan fungsi itu membuat GOR tetap memiliki aktivitas. Lapangan tidak hanya digunakan oleh atlet, tetapi juga menjadi tempat latihan komunitas olahraga seperti klub dan kegiatan pembinaan pemain usia muda.
Pengelola GOR sekaligus pengurus PBSI Pengkab Kudus, Yusril Ihza Fahrizal, mengatakan aktivitas bulu tangkis masih berlangsung secara rutin di Arena 1.

“Tahun ini memang setiap hari digunakan untuk atlet PB Djarum berlatih. Itu yang rutin, baik pagi maupun sore,” tutur Yusril.
Selain atlet PB Djarum, sekolah binaan juga memiliki jadwal latihan. Kegiatan biasanya berlangsung pada Rabu dan Jumat. Sementara Sabtu dimanfaatkan klub-klub lokal Kudus yang berada di bawah naungan Pengkab PBSI Kudus.
“Setiap hari rutinitasnya untuk Arena 1 untuk bulutangkis selalu digunakan,” ujarnya.
Aktivitas tersebut membuat arena memiliki pengguna yang beragam. Ada atlet yang menjalani program latihan, pelatih yang mendampingi, klub yang melakukan pembinaan, serta anak-anak yang sedang belajar mengenal bulu tangkis.
Pembinaan Klub untuk Kompetisi

Salah satu klub yang menggunakan Arena 1 adalah PB Ngudi Berkah Kudus. Pelatih klub tersebut, Adimas Bintang, menangani sekitar 80 anak. Dalam satu sesi latihan di Arena 1, sekitar 30 anak mengikuti kegiatan.
Bagi Adimas, arena menjadi bagian dari proses pembinaan yang dilakukan klub. Kondisi lapangan, penerangan, luas arena, serta fasilitas pendukung menjadi bagian yang menunjang aktivitas latihan.
Namun, fungsi arena tidak berhenti pada latihan. Ketika kompetisi digelar, para pemain mendapatkan kesempatan untuk membawa pengalaman latihan ke situasi pertandingan.

Menurut Adimas, kejuaraan seperti HYDROPLUS Bupati Cup penting bagi atlet muda karena memberikan pengalaman bertanding sekaligus mendorong mereka untuk lebih rutin berlatih.
“Untuk kejuaraan ini sangat penting, karena bagi klub-klub binaan. Dengan digelarnya Bupati Cup, anak-anak menjadi lebih semangat lagi untuk latihan, buat berkembang,” katanya.
Kompetisi juga menjadi bagian dari proses menuju kejuaraan tingkat Jawa Tengah. Bagi klub, pertandingan menjadi kesempatan untuk melihat perkembangan atlet setelah menjalani latihan secara rutin.
Venue HYDROPLUS Bupati Cup

HYDROPLUS Bupati Cup XX 2026 bukan event pertama yang menggunakannGOR Kaliputu. Yusril mengatakan turnamen tersebut merupakan agenda rutin pembinaan PBSI Kudus dan pada tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-20.
“Ini event ke-20. Setiap tahun ada. Kecuali saat Covid, untuk semua event olahraga memang tertunda,” jelasnya.
Kembalinya fungsi kompetisi membuat aktivitas di GOR tidak hanya berlangsung di lapangan. Atlet, pelatih, keluarga, official, perangkat pertandingan, hingga penonton datang dalam waktu yang sama.
Bagi sebuah arena olahraga, kondisi tersebut memperluas fungsi ruang. Lapangan menjadi tempat pertandingan, sementara area di sekitarnya menjadi ruang pertemuan orang-orang yang memiliki kepentingan berbeda terhadap olahraga.
Persiapan pertandingan juga dilakukan pengelola. Sejumlah perlengkapan, seperti net dan kursi wasit, diperiksa sebelum digunakan.
Christanto mengatakan Arena 1 memiliki 11 lapangan. Renovasi masih berada pada tahap akhir. Lima lapangan telah dipasangi karpet, sedangkan enam lainnya masih menggunakan parket.

“Kalau nanti untuk pertandingan, kita bisa gunakan 11 lapangan. Lima dengan karpet dan enam lainnya masih menggunakan parket,” jelasnya.
Renovasi juga menghadirkan fasilitas baru berupa AC dan videotron. Pada saat yang sama, pengelola masih menyelesaikan pembersihan material sisa pekerjaan agar arena aman digunakan peserta yang sebagian besar merupakan anak-anak.
Mengenal Atmosfer Pertandingan Sejak Dini
Di antara pemain yang berlatih di Arena 1, terdapat Rageeta Disya Farizana. Usianya baru delapan tahun, tetapi ia sudah sekitar tiga tahun mengikuti latihan bersama PB Ngudi Berkah Kudus.
Rageeta mulai berlatih sejak sekitar usia lima tahun. Ia mengenal bulu tangkis atas kemauannya sendiri dengan dukungan orang tua. Sang ayah juga rutin mengantarnya mengikuti latihan.

Ia mengaku senang berlatih di Arena 1 karena fasilitas dan suasananya.
“Tempatnya bagus. Fasilitasnya bagus, enak. Terus temannya banyak,” ujar Rageeta.
Dalam HYDROPLUS Bupati Cup 2026, Rageeta akan mengikuti kategori Usia Dini Utama. Ketika ditanya mengenai keikutsertaannya, ia menjawab singkat, “Ikut,” sembari tersipu.
Bagi pemain seusianya, pertandingan menjadi kesempatan untuk mengenal situasi yang berbeda dari latihan. Mereka mulai belajar menghadapi lawan, mengikuti aturan pertandingan, dan merasakan suasana ketika berada di lapangan kompetisi.
Pengalaman seperti itu menjadi bagian dari proses pembinaan. Atlet tidak hanya tumbuh melalui latihan, tetapi juga melalui kesempatan untuk bertanding dan berinteraksi dengan pemain dari klub lain.
Dari Satu Generasi ke Generasi Berikutnya

memutus aktivitas yang sudah berlangsung di dalamnya.
Pada awal penggunaannya, arena menjadi salah satu tempat pembinaan PB Djarum. Setelah pusat latihan atlet berpindah pada 2006, kegiatan bulu tangkis masyarakat dan klub lokal tetap mengisi lapangan. Kini, kompetisi kembali menghadirkan fungsi pertandingan di arena tersebut.
Dalam konteks yang lebih luas, aktivitas kompetisi juga membawa pergerakan orang ke kawasan sekitar. Atlet dan pelatih datang untuk bertanding, keluarga mengikuti anaknya, sementara masyarakat dapat hadir sebagai penonton. Rangkaian aktivitas tersebut menjadi salah satu bagian dari sports tourism yang berkembang melalui kegiatan olahraga di Kudus.
Sebuah pertandingan dengan demikian tidak hanya berlangsung di antara dua pemain di lapangan. Ada klub yang mempersiapkan atlet, pelatih yang mendampingi, keluarga yang mengantar, panitia yang menjalankan pertandingan, serta penonton yang datang menyaksikan.
GOR menjadi salah satu titik yang mempertemukan aktivitas tersebut.

Bagi Yusril, keberadaan kompetisi di Kaliputu diharapkan dapat membuka kesempatan bagi munculnya atlet baru dari Kudus.
“Harapan kami melalui event ini akan muncul bibit-bibit baru. Di mana kita ketahui bersama, Kudus dalam sejarahnya sumber bibit-bibit bulutangkis Indonesia,” ujarnya.
Harapan tersebut bertemu dengan aktivitas pembinaan yang berlangsung setiap pekan. Anak-anak datang berlatih, pelatih memberikan arahan, klub menjalankan programnya, dan kompetisi menyediakan ruang bagi pemain untuk menguji hasil latihan.
Di lapangan yang sama, cerita tentang bulu tangkis Kudus terus berganti. Atlet yang dahulu berlatih di sana telah memiliki perjalanan masing-masing. Sementara pemain usia dini seperti Rageeta baru memulai langkahnya.
Lebih dari empat dekade setelah pertama kali digunakan pada 1982, GOR Djarum Kaliputu tetap menjadi ruang yang digunakan untuk bulu tangkis. Fungsinya berkembang mengikuti kebutuhan, tetapi aktivitas di dalamnya tetap berkaitan dengan latihan, pembinaan, dan pertandingan.
HYDROPLUS Bupati Cup XX 2026 menjadi salah satu kesempatan ketika sejarah dan aktivitas masa kini bertemu di arena yang sama. Dari lapangan yang pernah digunakan dalam pembinaan atlet PB Djarum hingga tempat anak-anak mendapatkan pengalaman pertandingan, Kaliputu terus digunakan oleh generasi yang berbeda.

Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa keberadaan sebuah arena olahraga tidak hanya ditentukan oleh siapa yang pernah bertanding di dalamnya. Ketika lapangan tetap digunakan untuk berlatih, klub terus melakukan pembinaan, dan anak-anak masih datang membawa raket, sebuah tradisi olahraga masih memiliki ruang untuk dilanjutkan. (OEB/mainkekudus)
FASILITAS
- Toilet
- Area Parkir
LOKASI
ALAMAT
6V43+V7G, Kudus, Bacin, Kec. Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah 59325, Indonesia
JAM BUKA
- Senin06.00–21.00
- Selasa06.00–21.00
- Rabu06.00–21.00
- Kamis06.00–21.00
- Jumat06.00–21.00
- Sabtu06.00–21.00
- Minggu05.30–21.00

















































