
Jl. HM Basuno Kompleks Ruko No.7, Krajan, Panjunan, Kec. Kota Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah 59317, Indonesia

Di antara berbagai kategori tersebut, perlengkapan lari menjadi produk yang paling banyak dicari dalam beberapa bulan terakhir. Fenomena ini berjalan beriringan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga lari yang semakin mudah dijumpai di ruang-ruang publik maupun berbagai ajang kompetisi.
Menurut Outlet Manager Rank Sport Kudus, Jery Kurniawan, tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga menjadi alasan utama dibukanya cabang di Kudus.

“Untuk alasannya sendiri kenapa ada Rank Sport di Kudus itu karena permintaan dan juga antusias dari masyarakat Kudus sangat tinggi. Kebetulan sekarang tren olahraga sedang naik, mulai dari running, sepak bola putri, sepak bola putra, sama futsal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, produk lari menjadi kategori dengan permintaan tertinggi, disusul perlengkapan sepak bola dan futsal. Selain alas kaki, konsumen juga banyak mencari jersey, celana olahraga, kaus kaki, hingga perlengkapan penunjang lainnya.

Bagi Jery, penyelenggaraan berbagai event olahraga di Kudus memberikan dampak langsung terhadap aktivitas toko. Menjelang kompetisi, kebutuhan masyarakat terhadap perlengkapan olahraga cenderung meningkat.
Ia mencontohkan, ketika Kota Kudus menjadi tuan rumah sejumlah kegiatan lari maupun sepak bola, banyak peserta yang datang untuk melengkapi perlengkapan sebelum mengikuti pertandingan atau lomba. Sepatu lari menjadi salah satu produk yang paling banyak dicari, diikuti berbagai perlengkapan pendukung lainnya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan event olahraga tidak hanya menghadirkan aktivitas di arena pertandingan, tetapi juga memunculkan kebutuhan baru di sektor pendukung. Perlengkapan olahraga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari persiapan peserta sebelum turun ke lapangan maupun lintasan.
Jery juga menyebutkan bahwa pelanggan Rank Sport Kudus tidak hanya berasal dari Kabupaten Kudus. Banyak pengunjung datang dari Pati, Rembang, Blora, Grobogan, hingga sebagian wilayah Jepara. Menurutnya, keberadaan toko olahraga di Kudus memudahkan masyarakat sekitar untuk memperoleh produk yang dibutuhkan tanpa harus pergi ke kota lain.
Kondisi itu turut menempatkan Kudus sebagai salah satu daerah dengan penjualan Rank Sport yang cukup tinggi di Jawa Tengah. Capaian tersebut sejalan dengan semakin padatnya aktivitas olahraga yang berlangsung di kota ini serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam berbagai cabang olahraga.
Bagi Tony Hartanto, olahraga telah menjadi bagian dari rutinitas. Pemuda asal Desa Gamong, Kecamatan Kaliwungu, itu aktif bermain mini soccer, futsal, dan mulai menekuni lari.

Ketika membutuhkan perlengkapan baru, ia memilih datang ke Rank Sport Kudus karena dapat melihat langsung berbagai pilihan produk yang sesuai dengan aktivitasnya.

“Saya lebih mencari perlengkapan buat hobi saya. Yang paling saya sukai sepak bola, terutama mini soccer sama futsal. Kemudian sekarang juga suka running, jadi tambah semangat buat mencari sepatu yang cocok buat mendukung hobi saya,” katanya.
Sebagai pelari pemula, Tony mengaku terbantu dengan pilihan produk yang tersedia, terutama pada kategori sepatu lari. Menurutnya, pembagian produk berdasarkan jenis latihan memudahkannya menentukan sepatu yang sesuai, baik untuk easy run, long run, maupun speed session. Ia juga menilai keberadaan perlengkapan pendukung lain dalam satu tempat membuat proses mencari kebutuhan olahraga menjadi lebih praktis.
Pengalaman serupa juga dirasakan Muhammad Nurus Shofa. Pemuda asal Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, itu datang ke Rank Sport Kudus setelah mendapat rekomendasi dari rekan kerjanya ketika ingin membeli sepatu lari.

Awalnya ia mengaku sempat bingung menentukan tempat untuk mencari perlengkapan olahraga. Rekomendasi tersebut kemudian membawanya ke gerai yang baru pertama kali ia kunjungi.
“Dari rekomendasi teman saya. Sempat bingung, terus saya tanya-tanya teman saya, direkomendasikan ke sini,” ujarnya.
Meski baru pertama kali datang, Shofa menilai pilihan produk yang tersedia cukup beragam. Ia menemukan berbagai kategori sepatu, mulai dari lari, futsal, hingga sepak bola, dalam satu lokasi.
Baginya, keberadaan toko perlengkapan olahraga di Kudus memudahkan masyarakat yang memiliki hobi serupa. Ketika kebutuhan terhadap perlengkapan olahraga meningkat, masyarakat tidak lagi harus mencari ke luar daerah untuk memperoleh produk yang dibutuhkan.

“Lengkap. Ada sepatu lari, sepatu futsal, sepak bola. Keberadaannya ya terbantu. Sekarang kan olahraga seperti lari, sepak bola, futsal lagi ramai, makanya saya ke sini untuk beli sepatu running,” katanya.
Cerita Tony dan Shofa memperlihatkan perubahan yang sedang berlangsung di Kudus. Mereka datang dengan kebutuhan yang berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama, yaitu mencari perlengkapan yang dapat menunjang aktivitas olahraga yang kini menjadi bagian dari keseharian.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa olahraga tidak lagi identik dengan atlet atau peserta kompetisi. Semakin banyak masyarakat yang menjadikannya sebagai aktivitas rutin, sehingga kebutuhan terhadap perlengkapan olahraga ikut berkembang.

Ia berharap keberadaan gerai tersebut dapat terus menjadi pilihan masyarakat ketika membutuhkan perlengkapan olahraga, sehingga mereka tidak perlu lagi bepergian ke kota lain untuk memperoleh produk yang diinginkan.
Selain pilihan produk yang beragam, toko ini juga menyediakan rentang harga yang menyesuaikan berbagai kebutuhan. Sepatu futsal dan sepak bola dipasarkan mulai kisaran Rp 200 ribuan hingga sekitar Rp 1 jutaan. Sementara sepatu lari tersedia mulai sekitar Rp 300 ribuan hingga Rp 2 jutaan. Berbagai perlengkapan pendukung seperti jersey, kaus kaki, tas sepatu, hingga aksesori olahraga juga tersedia dengan pilihan harga yang beragam.
Kemudahan lain juga diberikan melalui pilihan pembayaran tunai maupun nontunai menggunakan QRIS. Masyarakat dapat mengunjungi gerai setiap hari pukul 10.00–21.00 WIB atau memantau informasi produk dan promosi melalui akun media sosial resmi Rank Sport Kudus.

Bertambahnya agenda olahraga di Kudus memperlihatkan bahwa perkembangan sebuah kota tidak hanya diukur dari banyaknya pertandingan yang digelar, tetapi juga dari kesiapan berbagai layanan yang mendukung aktivitas masyarakat. Perlengkapan olahraga menjadi salah satu kebutuhan yang ikut berkembang seiring semakin banyaknya warga yang memilih bergerak lebih aktif.
Bagi sebagian orang, membeli sepatu baru mungkin hanya menjadi bagian kecil dari persiapan mengikuti lomba atau latihan. Namun, bagi yang lain, langkah itu menandai awal dari kebiasaan baru untuk berolahraga secara rutin. Di titik inilah keberadaan fasilitas pendukung memiliki peran, yakni memudahkan masyarakat memperoleh perlengkapan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Ketika lintasan lari semakin ramai, lapangan sepak bola terus digunakan, dan berbagai kompetisi kembali digelar di Kudus, kebutuhan terhadap perlengkapan olahraga diperkirakan akan terus mengikuti ritme tersebut. Di tengah perubahan itu, hadirnya toko perlengkapan olahraga menjadi salah satu bagian yang melengkapi ekosistem olahraga yang terus berkembang di Kota Kretek. (JMY/mainkekudus)