

KUDUS – Olahan entok di Kabupaten Kudus hadir dengan beragam cara memasak, mulai dari digoreng, dibacem, dibumbui sate, dimasak menjadi swike, hingga diasap. Harga menu yang ditawarkan berkisar Rp25.000–Rp32.000 per porsi, sehingga pengunjung bisa memilih sesuai selera dan anggaran.
Setiap warung memiliki ciri khas tersendiri. Ada yang menawarkan entok goreng dengan sambal cabai rawit mentah, ada pula yang mengolahnya dengan bumbu manis gurih atau kuah tauco. Perbedaan menu, jam operasional, dan lokasi juga bisa menjadi pertimbangan sebelum berkunjung.
Berikut enam warung entok di Kudus yang bisa menjadi pilihan, lengkap dengan menu andalan, harga, alamat, dan informasi kunjungan.

Warung Makan Entok Goreng Bu Eni di Desa Prambatan Kidul telah beroperasi sejak 2002. Usaha ini kini dikelola Bayu, putra Bu Eni, dengan entok goreng sebagai menu utama.
Sebelum digoreng, daging entok direbus cukup lama bersama aneka rempah. Menurut Bayu, proses tersebut menjadi bagian penting untuk menjaga tekstur daging tetap empuk sekaligus mengurangi aroma amis.

“Berdiri sejak tahun 2002 mas, memang spesialnya sini paling banyak dicari entok goreng mas. Jadi memasaknya kami merebus cukup lama dan aneka rempah itu yang kami jaga agar entok tidak amis dan empuk saat dimakan,” ungkap Bayu.
Entok goreng disajikan bersama sambal ulek dari cabai rawit mentah. Warung ini juga menyediakan rica-rica entok bagi pengunjung yang ingin menikmati olahan dengan rasa pedas.

Harga entok goreng dibanderol Rp26.000 per porsi. Dalam sehari, warung ini rata-rata menghabiskan 15 ekor entok dan jumlahnya meningkat saat akhir pekan atau hari libur.
Warung Makan Entok Goreng Bu Eni beralamat di Desa Prambatan Kidul No. 10, Karang Wetan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Warung buka setiap hari pukul 09.00–16.30 WIB, tetapi bisa tutup lebih awal jika persediaan habis.

Area parkir sepeda motor cukup luas. Sementara itu, area parkir mobil dapat menampung sekitar lima kendaraan dengan bantuan petugas parkir.


Bagi pengunjung yang ingin mencoba olahan entok dengan bumbu sate, Warung Makan Entok Pak Badi bisa menjadi pilihan. Warung yang berdiri sejak 2005 ini menawarkan entok bumbu sate sebagai menu yang banyak dipesan pelanggan.
Mia, pengelola warung, menjelaskan bahwa daging entok direbus bersama rempah selama kurang lebih tiga jam hingga empuk. Daging kemudian digoreng sebentar sebelum diberi bumbu sate.
Sajian tersebut dilengkapi irisan bawang merah, tomat, kecap, cabai rawit, dan merica bubuk. Perpaduan bumbunya menghasilkan rasa manis dan gurih, dengan tingkat kepedasan yang bisa disesuaikan.

“Banyak ya yang pesan mayoritas entok bumbu sate. Jadi kami siapkan entok yang sebelumnya direbus dimasak rempah dan digoreng dan ditambah bumbu sate itu,” jelas Mia.
Entok bumbu sate dijual Rp32.000 per porsi. Pilihan lainnya adalah tongseng entok seharga Rp32.000 dan entok goreng Rp28.000. Pengunjung juga dapat mengambil nasi secara prasmanan.

Dalam sehari, warung ini menghabiskan sekitar 18 ekor entok, bahkan lebih banyak saat akhir pekan dan hari libur.
Salah satu pelanggan, Ardi, warga Desa Pasuruhan Lor, mengaku sudah lama datang ke warung tersebut. Ia awalnya tertarik setelah melihat tempat makan yang berada di dalam gang itu ramai dikunjungi.

“Enak sih, cocok buat saya. Memang dari dulu saya sering ke sini. Kalau saya memang entok bumbu satenya. Kalau waktu dulu ke sini memang karena penasaran kok ramai, di dalam gang ternyata memang rasanya enak,” ujar Ardi.
Warung Makan Entok Pak Badi beralamat di Jalan Ganesa Gang Murai, Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Warung buka setiap hari pukul 09.00–14.00 WIB.

Lokasinya berada di dalam gang yang hanya dapat dijangkau sepeda motor. Pengunjung yang membawa mobil dapat memarkir kendaraan di tepi jalan raya, kemudian berjalan kaki sekitar 20 meter menuju warung.


Warung Makan Entog Om W menawarkan entok goreng dengan teknik bacem. Usaha yang mulai beroperasi pada 2017 ini menghadirkan pilihan rasa manis gurih yang berbeda dari entok goreng bercita rasa asin gurih.
Pemilik warung, Nur Sofwan atau Om W, menjelaskan bahwa daging entok direbus hingga empuk, kemudian digantung beberapa saat untuk mengeluarkan minyak sebelum dibacem agar bumbunya meresap. Hidangan ini disajikan bersama sambal ulek cabai rawit mentah.

“Karena di Kudus kan banyak yang jual olahan makanan entok, terus yang suka pedas gitu juga kan om. Makanya saya dirikan warung ini. Apalagi di Kudus kan banyak pecinta kuliner. Entok goreng di sini memang beda, biasanya asin gurih, kalau sini dibacem,” terang Om W.
Entok goreng bacem dijual Rp25.000 per porsi. Pelanggan dapat mengambil nasi secara prasmanan. Tersedia pula sambal terasi bagi pengunjung yang menginginkan pilihan sambal dengan rasa pedas lebih ringan.

Menu lainnya meliputi rica-rica entok, sup entok, dan gongso entok. Warung ini rata-rata menghabiskan 40 ekor entok per hari. Jumlah tersebut dapat meningkat hingga lebih dari 60 ekor saat akhir pekan atau akhir bulan.
Ari, warga Mlati, Kota Kudus, biasa datang bersama anak dan kerabatnya. Ia mengatakan rasa manis gurih pada entok bacem cocok untuk keluarganya.

“Soalnya ini anak-anak cocok jadi kadang kalau pulang sekolah ya mampir ke sini sama anak-anak. Rasanya manis gurih kaya gini kan anak senang. Kalau saya memang sejak dulu sudah sering berlangganan ke sini mas, harganya ya lumayan terjangkau kan,” tutur Ari.
Warung Makan Entog Om W berlokasi di Jalan Kapten Ali Mahmudi, Desa Bacin, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Warung buka setiap hari mulai pukul 09.00 WIB hingga pesanan ditutup pukul 21.00 WIB.

Area parkir sepeda motor tersedia cukup luas. Pengunjung yang membawa mobil dapat memanfaatkan area di pinggir jalan dengan arahan petugas parkir.

Pilihan olahan berkuah bisa ditemukan di Warung Makan Entok Pak Teguh di wilayah Desa Payaman, Kecamatan Mejobo. Salah satu menu yang ditawarkan adalah swike entok, yaitu olahan daging entok dengan kuah berbumbu tauco.
Warung ini telah beroperasi selama 17 tahun. Edi Setiawan, pengelola warung, menjelaskan bahwa daging entok dibersihkan dan dipresto terlebih dahulu untuk melunakkan teksturnya serta mengurangi aroma amis. Setelah itu, daging dipotong kecil-kecil dan dimasak bersama kuah berbumbu.

“Memang swike entok jadi banyak pilihannya para pelanggan. Pelanggan juga bisa memilih tingkat pedas disesuaikan seleranya,” kata Edi.
Swike entok dijual seharga Rp30.000 per porsi. Pengunjung dapat menyesuaikan tingkat kepedasan sesuai selera. Selain swike, tersedia pula rica-rica entok dan entok goreng.

Dalam kondisi biasa, warung ini menghabiskan sekitar 20 ekor entok setiap hari. Saat jumlah pengunjung meningkat, pemakaian bahan baku dapat mencapai 30 ekor.
Warung Makan Entok Pak Teguh berada di tepi Jalan Lingkar Selatan, wilayah Desa Payaman, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Warung buka setiap hari pukul 07.00–20.00 WIB, sehingga bisa menjadi pilihan bagi pengunjung yang ingin makan pada pagi, siang, atau sore hari.


Rumah Makan Entok Asap Kudus menawarkan pilihan bagi pengunjung yang ingin mencoba entok dengan aroma pengasapan. Usaha yang berdiri sejak 2020 ini mengolah daging menggunakan racikan rempah sebelum diasap selama dua hingga tiga jam.
Setelah pengasapan selesai, daging digoreng sebentar dan disajikan bersama nasi serta sambal terasi. Proses tersebut menghasilkan aroma khas yang membedakannya dari entok goreng biasa.
Umar Faruk, pengelola rumah makan, menyebut proses pengasapan sebagai salah satu pembeda menu yang ditawarkan.

“Yang membedakan olahan entok asap sama kuliner entok lainnya itu, entok asap lebih rendah lemak soalnya diasap sampe 2 sampai 3 jam, dan ciri khasnya ada rasa smoky-nya,” terang Umar.
Entok asap dijual seharga Rp30.000 per porsi. Selain entok, tersedia menu bebek dan ayam asap. Area bersantapnya menggunakan konsep lesehan.
Zaidi, pengunjung asal Karanganyar, Demak, mengetahui tempat tersebut melalui media sosial. Setelah mencari informasi, ia datang untuk mencicipi langsung olahan entok asap.

“Ya awalnya dari media sosial kan, terus coba cari info terus ke sini. Rasanya memang mantap enak, gak ada amis-amisnya enak seperti ikan panggang itu loh. Menurutku sih cocok buat saya, ini nanti mau bungkus juga buat orang di rumah,” kata Zaidi.
Rumah Makan Enthog Asap Jepang Kudus beralamat di Gang Langgar Domas I, Krajan Kidul, Desa Jepang pakis, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Rumah makan ini buka setiap hari dan menyediakan area parkir yang cukup luas. Jam operasional belum tercantum dalam informasi yang tersedia, sehingga pengunjung perlu memastikannya sebelum datang.


Warung Makan Entok Mbak Hesti menawarkan dua pilihan menu utama, yakni entok goreng dan tongseng entok. Berdiri sejak 2019, warung ini mengolah daging entok yang telah dibersihkan dan direbus bersama rempah sebelum dimasak lebih lanjut.
Entok goreng disajikan dengan rasa asin gurih dan sambal cabai rawit mentah. Sementara itu, tongseng entok memiliki cita rasa pedas manis dengan tingkat kepedasan yang dapat disesuaikan.
Pemilik warung, Hesti Wulandari, mengatakan waktu makan malam menjadi salah satu periode ramai pengunjung.

“Kalau biasanya yang masak memang dari dulu seperti itu mas. Entoknya kan sudah bersih kemudian direbus gitu. Kalau ramainya ya biasanya jam makan malam mas, makanya dibantu orang di sini,” kata Hesti.
Warung ini menyediakan paket entok goreng seharga Rp26.000, termasuk nasi putih dan teh panas atau es teh ukuran jumbo. Paket tongseng entok dibanderol Rp30.000, juga termasuk nasi dan teh jumbo. Nasi disediakan secara prasmanan.

Dalam sehari, warung tersebut menghabiskan sekitar 30–35 ekor entok, terutama ketika akhir pekan.
Ari, pelanggan asal Desa Ploso, mengaku sering datang bersama keluarga maupun rekan kerja. Selain lokasinya dekat dari rumah, ia merasa rasa masakan di warung tersebut sesuai dengan seleranya.

“Kalau saya sudah sejak dulu ke sini mas. Rasanya cocok sih kalau saya enak, rasanya entoknya itu loh meresap sampai ke dalam,” ujar Ari.
Warung Makan Entok Mbak Hesti berlokasi di Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Warung buka setiap hari pukul 14.00–23.00 WIB. Namun, persediaan makanan terkadang habis sebelum waktu tutup tersebut.


Bagi pencinta kuliner malam, Warung Makan Raja Entog di Desa Prambatan Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, menawarkan entok goreng yang telah dijual sejak 1985. Warung ini mempertahankan menu tunggal berupa entok goreng dengan sambal mentah sebagai pendamping.
Pemilik Warung Makan Raja Entog, Bambang, mengatakan, racikan bumbu rempah dan proses perebusan selama berjam-jam menjadi bagian dari cara pengolahan yang dipertahankan sejak awal merintis usaha. Proses tersebut dilakukan untuk menghasilkan daging yang gurih dan mengurangi aroma amis.

“Memang sejak dulu jualan entok, resepnya ya itu saja. Kata pelanggan, gurihnya entok saya sangat pas dipadukan dengan sambalnya. Makanya banyak yang datang kembali ke sini,” ujar Bambang.
Meski hanya menyediakan entok goreng, warung ini mampu menghabiskan sekitar 60 ekor entok dalam sehari. Penjualannya berlangsung pada malam hari, dengan jam operasional pukul 19.00–23.00 WIB. Namun, persediaan kerap habis sekitar pukul 21.00 WIB atau hanya dua jam setelah warung mulai buka.
Solik, salah seorang pelanggan asal Kudus, mengaku menyukai tekstur daging yang empuk dan rasa gurih pada hidangan tersebut. Ia juga menilai bumbunya meresap dan tidak menyisakan aroma amis yang mengganggu.

“Kalau menurut saya rasanya sangat cocok, enak, dan gurih. Sama sekali tidak ada bau khas entok yang biasanya amis kalau diolah kurang tepat. Saya memang sengaja datang makan di sini bersama keluarga,” kata Solik.
Menurut Solik, harga dan rasa menjadi alasan untuk kembali berkunjung. Ia pun memilih datang lebih awal agar bisa mendapatkan menu sebelum persediaan habis.

Satu porsi entok goreng dijual seharga Rp30.000. Warung ini buka setiap Senin hingga Sabtu dan tutup pada Minggu.
Warung Makan Raja Entog berlokasi di Jalan Raya Kudus–Jepara Km 5, Desa Prambatan Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Lokasinya berada di tepi jalan utama, sekitar 100 meter ke arah barat dari SPBU Prambatan. Pengunjung yang ingin makan malam di tempat ini sebaiknya datang lebih awal karena persediaan sering habis sebelum jam tutup.


Enam warung tersebut menawarkan pilihan olahan entok dengan karakter berbeda. Pengunjung yang mencari entok goreng bercita rasa asin gurih dapat mempertimbangkan Bu Eni, sedangkan Om W menawarkan versi bacem dengan rasa manis gurih. Pak Badi menyediakan entok bumbu sate, Pak Teguh menawarkan swike berkuah tauco, dan Entok Asap Kudus menghadirkan olahan dengan aroma pengasapan. Sementara itu, Mbak Hesti memiliki pilihan entok goreng dan tongseng dalam paket yang sudah termasuk nasi dan minuman.
Harga menu yang disebutkan dalam artikel berkisar Rp 25.000 – Rp 32.000 per porsi, bergantung pada jenis hidangan dan paket yang dipilih. Pengunjung juga perlu menyesuaikan waktu kedatangan dengan jam operasional. Warung Pak Teguh mulai buka pukul 07.00 WIB, sedangkan Mbak Hesti baru buka pukul 14.00 WIB. Bu Eni dan Om W dapat tutup atau menghentikan pesanan lebih awal ketika persediaan habis.
Sebelum berangkat, pengunjung sebaiknya memastikan kembali jam buka dan ketersediaan menu, terutama untuk rumah makan yang memiliki waktu operasional terbatas atau berada di dalam gang. (JMY/mainkekudus)