
dapor No.rt04/02, Jatisoro, Kajar, Kec. Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah 59353, Indonesia
Sepanjang jalur Dawe menuju Colo terdapat banyak penjual gethuk. Menurut Sumarno, masing-masing warung dapat mempunyai karakter rasa dan tingkat kelembutan yang berbeda karena racikan pembuatnya tidak selalu sama.
Bagi pembeli pertama kali, bertanya kepada penjual mengenai varian dan cara penyajian menjadi salah satu cara untuk menentukan pilihan.

Menurut Listiana Dewi, perwakilan pengelola Warung Gethuk Mbah Yo sekaligus menantu Mbah Yo, istilah gethuk nyimut mulai dikenal luas di Desa Kajar sekitar 2017.
Sebutan “nyimut” berkaitan dengan sensasi yang muncul ketika gethuk hangat digigit. Gula yang berada di bagian dalam dapat meleleh dan menghasilkan rasa manis.

“Nganu, bentuknya kan gulanya saget keluar ngoten. Dados nek ditedha niku manis kados pripun ya… nyimut,” tutur Dewi. (“Begini, bentuknya kan gulanya bisa keluar seperti itu. Jadi, kalau dimakan, manisnya seperti apa ya… nyimut,” tutur Dewi.)
Di kalangan masyarakat setempat, istilah tersebut juga kerap dikaitkan dengan bentuk gethuk yang bulat dan berukuran kecil. Adonan singkong dibentuk menjadi bulatan sebelum diisi pemanis dan digoreng.
Karakter itu membuat gethuk nyimut Kajar memiliki cara penyajian yang berbeda. Gethuk tidak sekadar dibuat, digoreng, kemudian diletakkan di etalase. Di Warung Gethuk Mbah Yo, proses penggorengan dilakukan ketika pesanan masuk.
Proses pembuatan dimulai dari singkong yang dikupas dan dicuci hingga bersih. Singkong kemudian dimasak menggunakan panci presto.
Setelah matang dan empuk, singkong ditumbuk atau dideplok. Proses penghalusan yang sebelumnya dilakukan secara manual kini dilanjutkan menggunakan mesin penggiling khusus agar adonan mempunyai tekstur yang lebih merata.


Adonan yang sudah lembut kemudian dibuat kalis dan dibentuk menjadi bulatan kecil. Pada tahap berikutnya, bagian tengah diberi isian sesuai varian yang tersedia.
Ada gula pasir, gula aren, dan coklat. Setelah dibentuk, gethuk dalam kondisi mentah tersebut disiapkan untuk digoreng.

Penggorengan baru dilakukan setelah ada pesanan. Cara tersebut membuat pembeli mendapatkan gethuk yang baru matang dan masih panas.
Bagi pengunjung yang makan di tempat, waktu tunggu sekaligus menjadi bagian dari proses penyajian. Gethuk kemudian dapat langsung disantap ketika tekstur bagian luar masih renyah dan bagian dalamnya lembut.

Salah satu tempat yang dapat menjadi tujuan pembeli adalah Warung Gethuk Mbah Yo di Kajar. Usaha tersebut didirikan pada Januari 2020 oleh Sukoyo atau yang dikenal sebagai Mbah Yo.
Lokasi warung awalnya merupakan lahan kebun kosong yang kemudian disewa dan dibangun menjadi tempat berjualan. Pada masa awal, usaha tersebut hanya dikelola oleh anggota keluarga.

Seiring perkembangannya, jumlah orang yang terlibat bertambah. Saat ini Warung Gethuk Mbah Yo memiliki 11 pegawai.
Selain gethuk nyimut, pengunjung dapat memilih sejumlah makanan pendamping. Menu camilan yang tersedia antara lain mendoan hangat, pisang goreng, pisang krispi, sempolan, dan tahu walik.
Untuk pengunjung yang ingin makan lebih berat, tersedia pecel pakis khas lereng Muria, ikan nila, ayam goreng, dan lele.
Pilihan menu tersebut memungkinkan pembeli menjadikan warung sebagai tempat berhenti untuk makan sebelum melanjutkan perjalanan menuju kawasan Colo.

Gethuk nyimut di Warung Gethuk Mbah Yo dijual dengan harga Rp10.000 per porsi. Satu porsi berisi 10 butir gethuk.
Tersedia tiga pilihan isian, yakni gula pasir, gula aren, dan cokelat. Ukuran setiap varian dibuat seragam dengan harga yang sama.
Bagi pembeli pertama kali, varian gula pasir dapat menjadi pilihan untuk mengenali karakter dasar gethuk nyimut. Isian tersebut memberikan rasa manis yang berpadu dengan adonan singkong.
Varian gula aren memberikan rasa manis dengan karakter gula Jawa, sedangkan varian coklat menawarkan isian dengan cita rasa coklat.
Pembeli yang datang untuk acara keluarga, rapat, atau kebutuhan lain dalam jumlah besar dapat melakukan pemesanan terlebih dahulu. Reservasi dapat dilakukan melalui WhatsApp di nomor 0821-3620-1734 atas nama Mbak Dewi.
Informasi mengenai warung juga tersedia melalui akun TikTok @warunggethukmbahyo.
Untuk pembayaran, pengunjung dapat menggunakan uang tunai maupun transfer digital sesuai konfirmasi di lokasi.

Warung Gethuk Mbah Yo berada di Jalan Raya Jurang, Kajar Selatan, Desa Kajar, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah 59353.
Dari Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, perjalanan dapat dilanjutkan ke arah utara melalui jalur utama Kudus–Colo. Desa Kajar berada di jalur menuju kawasan wisata Colo sehingga dapat menjadi titik persinggahan dalam perjalanan.
Lokasi dapat dijangkau kendaraan roda dua maupun roda empat. Area parkir tersedia di tepi jalan, sementara warung menyediakan tempat duduk untuk pengunjung yang ingin makan di tempat serta area tunggu bagi pembeli yang membawa pulang pesanan. Toilet juga tersedia.
Warung beroperasi setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 24.00 WIB.

Bagi pengunjung yang ingin menikmati gethuk dengan waktu tunggu yang relatif lebih singkat, waktu kunjung yang disarankan adalah sekitar pukul 13.00–15.00 WIB. Pada malam hari, jumlah pengunjung cenderung lebih banyak sehingga proses penggorengan dapat membutuhkan waktu lebih lama.
Waktu kunjung juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Pengunjung yang ingin makan di tempat dapat datang ketika warung mulai ramai, sedangkan pembeli dalam jumlah besar sebaiknya menghubungi pengelola lebih dahulu.
Gethuk nyimut tidak menggunakan bahan pengawet sehingga pembeli perlu memperhatikan cara penyimpanan.
Gethuk yang sudah digoreng dapat bertahan maksimal satu hari. Produk tersebut dianjurkan segera disantap, terutama ketika masih hangat. Setelah dingin, tekstur gethuk cenderung menjadi lebih keras.
Untuk gethuk dalam kondisi mentah atau siap goreng, ketahanannya sekitar satu hari apabila diletakkan di suhu ruang terbuka. Jika disimpan secara rapat di lemari pendingin, produk dapat bertahan sekitar dua hingga tiga hari.
Kondisi tersebut juga menjadi alasan Warung Gethuk Mbah Yo belum melayani pengiriman jarak jauh ke luar kota. Daya tahan produk yang terbatas membuat pengiriman jarak jauh belum menjadi pilihan layanan yang tersedia.
Karena itu, pembeli yang hendak membawa gethuk sebagai buah tangan sebaiknya memperhitungkan waktu perjalanan dan waktu konsumsi.
Desa Kajar dapat menjadi salah satu titik persinggahan sebelum wisatawan melanjutkan perjalanan ke kawasan Muria. Setelah membeli gethuk nyimut, perjalanan dapat diteruskan menuju sejumlah tujuan di sekitarnya.
Makam Sunan Muria berada sekitar 10–15 menit perjalanan ke arah atas dari Kajar. Pengunjung juga dapat melanjutkan perjalanan menuju kawasan wisata Colo dan Air Terjun Montel.

Bagi yang ingin membawa pulang produk khas lain dari lereng Muria, buah parijoto dapat menjadi pilihan. Sementara untuk makanan, pecel pakis Kajar menawarkan menu berbahan pakis yang disajikan dengan bumbu kacang bercita rasa gurih dan pedas.
Rute tersebut membuat kunjungan ke Kajar tidak harus berhenti setelah membeli makanan. Gethuk nyimut dapat menjadi bagian dari perjalanan yang menghubungkan kuliner, aktivitas wisata, dan kunjungan ke kawasan lereng Muria.
Berkembangnya usaha gethuk di Kajar juga membawa kebutuhan tenaga kerja dan bahan baku dari lingkungan sekitar. Aktivitas tersebut melibatkan berbagai pekerjaan, mulai dari penyediaan singkong, pemetik pakis, pengolahan makanan, hingga pelayanan di warung.
Namun, usaha kuliner berbahan singkong tetap menghadapi persoalan ketersediaan dan harga bahan baku. Listiana Dewi menyebut harga singkong pada periode tertentu dapat mencapai sekitar Rp 80.000 per karung.
Warung Gethuk Mbah Yo masih memperoleh sebagian pasokan singkong dari kebun sendiri. Pasokan tersebut membantu memenuhi kebutuhan bahan baku ketika harga singkong di pasaran berubah.
Dari sini, cerita gethuk nyimut Kajar tidak berhenti pada makanan yang dibeli seharga Rp10.000 per porsi. Ada proses panjang sebelum sepuluh butir gethuk sampai ke meja pembeli: singkong yang dipilih, dimasak, dihaluskan, dibentuk, diberi isian, lalu digoreng setelah pesanan datang.
Bagi pengunjung, pengalaman tersebut dapat dimulai dengan cara sederhana. Datang ke Desa Kajar, memilih varian yang ingin dicoba, menunggu gethuk digoreng, lalu menyantapnya ketika masih hangat.
Jika ingin membawa pulang dalam jumlah banyak, pesan lebih awal dan sesuaikan jumlah pembelian dengan waktu konsumsi. Dengan begitu, gethuk nyimut yang dibawa dari lereng Muria tetap dapat dinikmati sesuai karakter makanan yang menjadi bagian dari kuliner Desa Kajar tersebut. (HNR/mainkekudus)